
"Astaga tatapan nya" guman Naisa yang gugup akan tatapan Aldi kepada nya itu, Wajah nya memerah akan Aldi yang menatap nya dengan tatapan tajam dan jantung nya berdetak tak karuan. Aldi tersenyum melihat wajah merah wanita yang sedang berada tepat di atas nya itu.
"Kenapa kau tersenyum?" ketus Naisa dengan melototkan mata nya menatap Aldi.
"Wajah mu memerah" jawab Aldi akan pertanyaan Naisa dan senyum yang masih mengembang menatap Naisa.
"A" ucap Naisa yang tidak tau ingin mengatakan apa.
"Wajah mu tambah memerah" ucap Aldi lagi dengan senyum yang masih mengembang kepada Naisa. Naisa memegang kedua wajah menggunakan kedua tangan nya.
"Wajah ku tidak memerah" ketus Naisa dan langsung beranjak duduk seperti semula, senyum di wajah Aldi tidak pernah pudar dan ikut mendudukkan tubuh nya di samping Naisa.
"Apaan jantung ku ini" ketus Naisa dan memegang dada nya akibat jantung nya berdetak kencang.
"Wajah mu masih memerah" ledek Aldi akan wajah merah Naisa. Naisa kembali menoleh ke arah Aldi yang menatap nya dengan menunduk itu.
"Wajah ku tidak memerah" ketus Naisa dengan menatap lekat Aldi.
"Sangat merah wajah mu itu, Mau aku cium supaya merah nya hilang?" tanya Aldi dengan melebarkan senyuman nya kepada Naisa dan bibir yang maju seperti orang ingin mencium.
"Apaan kau ini, Kau pikir aku wanita murahan yang ingin di cium oleh sembarang lelaki?" ketus Naisa dengan melototkan mata nya menatap Aldi. Aldi mengembalikan bentuk bibir semula nya dan kembali tersenyum.
"Aku bukan sembarang lelaki" jawab Aldi. Naisa tidak menjawab dan hanya menoleh ke arah Aldi dengan tatapan datar nya.
"Aku ini calon suami mu jadi tidak apa apa jika aku mencium mu" ucap Aldi lagi dengan senyum yang semakin mengembang menatap Naisa. Naisa menatap dengan tatapan sedikit jijik dan memukul wajah Aldi tidak terlalu kencang.
"Enak saja kau ingin mencium ku sebelum sah" ketus Naisa dengan mata yang melotot menatap Aldi.
"Yasudah mari kita menikah" jawab Aldi dengan senyum yang masih mengembang.
"Aku masih ingin kuliah" jawab Naisa, Dia sebenarnya sangat ingin menikah tapi dia memikirkan masa depan nya, Dia masih ingin kuliah dan menjadi orang sukses seperti keinginan orang tua nya.
"Jika kau sudah menjadi istri ku aku akan mengizinkan mu kuliah, Aku tidak akan melarang mu" ucap Aldi.
"Tapi aku belum ingin menikah" jawab Naisa.
"Kenapa? bukan kah menikah dengan ku tidak susah? kau tidak perlu membereskan rumah karna ada pembantu, Kau hanya perlu melayani ku" jelas Aldi dengan menatap lekat Aldi.
"Memang nya kenapa jika kita menikah muda? tidak masalah bukan?" tanya Aldi kepada Naisa.
"Aku tidak yakin dengan menikah semuda ini" jawab Naisa akan pertanyaan Aldi.
"Kenapa kau tidak yakin?" tanya Aldi dengan menatap lekat Naisa.
"Pikiran kita masih berbeda" jawab Naisa dengan menundukkan kepala nya.
"Memang nya kau tau apa yang aku pikirkan?" tanya Aldi dengan menatap lekat Naisa.
"Kau pasti hanya ingin melampiaskan nafsu mu kepada ku, Makanya aku belum yakin akan niat mu ingin menikahkan ku di usia muda, Aku ingin melihat sebatas mana kau mencintai ku, Aku ingin melihat keseriusan mu kepada ku, Apa kau bisa mencintai ku dan menunggu ku sampai empat tahun lagi?" guman Naisa dengan wajah sedih nya. Dia tidak berani mengungkapkan nya secara langsung kepada Aldi tentang isi hati nya itu.
"Hey" ucap Aldi dengan memegang bahu Naisa. Naisa langsung tersadar akan pikiran nya dan kembali menatap Aldi.
"Aku tidak tau apa yang kau pikirkan, Yang jelas aku belum ingin menikah sekarang, Jika kau memang ingin menikah dengan ku tunggulah saat kau dan aku lulus kuliah" jelas Naisa dengan menatap lekat Aldi. Aldi nampak sangat kecewa akan jawaban Naisa tapi dia tidak menyerah sampai di sini.
"Baiklah aku akan menunggu sampai lulus kuliah" jawab Aldi.
"Jika kau tidak ingin menunggu ku lagi kau bisa mencari wanita lain yang mencintai mu" ucap Naisa lagi, Berat sekali hati nya untuk mengatakan itu tapi dia harus mengatakan itu kepada Aldi.
"Aku tidak akan mencari wanita lain" guman Aldi dengan menatap lekat Naisa dan tidak mau mengatakan apa isi hati nya kepada Naisa karna takut dia akan mengingkari ucapan nya jika dia mengatakan nya kepada Naisa.
"Hem" jawab Aldi datar dan menganggukkan kepala nya. Naisa berdiri dari duduk nya.
"Yasudah ini hampir malam, Aku akan pulang" pamit Naisa kepada Aldi.
"Aku akan mengantarkan mu pulang" jawab Aldi dan ikut berdiri di hadapan Naisa.
"Ayo" ajak Aldi dengan menggenggam tangan Naisa, Naisa tidak menolak atau pun menjawab nya dan dia hanya mengikuti Aldi. Naisa dan Aldi masuk ke dalam mobil, Aldi hanya diam di dalam mobil itu begitupun dengan Naisa. Naisa menoleh ke arah Aldi.
"Dia mendekati mu hanya ingin melampiaskan nafsu nya, Apa lagi dia sampai mengajak mu menikah" ucapan itu selalu terngiang di benak Naisa saat Aldi mengajak nya menikah itu sebab nya Naisa sangat tidak ingin dan tidak yakin akan Aldi yang mengajak nya menikah.
"Aku takut sekali jika kau meninggalkan ku saat kau sudah mendapatkan keinginan mu" guman Naisa dengan menatap lekat Aldi dan setelah itu langsung mengalihkan pandangan nya ke luar jendela mobil. Aldi yang sedari tadi hanya diam menoleh ke arah Naisa yang tidak menoleh ke arah nya.