I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 137



"Bagaimana dengan Naisa...." ucap Fany yang ingin bertanya kepada Aldi tapi terpotong akibat Aldi yang terus melajukan kaki nya tanpa henti dan berjalan cepat.


Naisa yang ingin menyusul Aldi pun berusaha bergerak dari sana dan menurunkan satu kaki nya dna mengambil satu tongkat yang entah punya Siapa yang ada di dalam ruangan itu. "Nak kau mau kemana?" tanya Andini yang menghentikan tangis nya dan melihat Naisa yang berusaha ingin keluar dengan menggunakan tongkat.


Naisa tidak menjawab pertanyaan dari Andini dan langsung keluar dengan menahan sakit di kaki nya itu. Saat dia keluar dari ruangan nya dia langsung berpapasan dengan Fany dan juga Azlan. "Naisa?" ucap Fany saat melihat Naisa yang berjalan menggunakan satu tongkat.


"Ke mana lari Al?" tanya Naisa dengan menatap lekat Fany dan Azlan.


"Ke sana" jawab Azlan menujuk ke arah luar rumah sakit karna Aldi memang berlalu ke sana tadi. Naisa tidak menjawab lagi dan langsung berjalan terengah engah keluar dari rumah sakit itu dan mencari Aldi. Naisa meloncat loncat dengan kaki nya itu hingga merasa kelelahan dan dia itu baru saja sampai di pintu keluar rumah sakit itu.


"Di mana Al?" guman Naisa yang sedikit kelelahan. Naisa menyapu seluruh halaman rumah sakit itu dan terlihat banyak orang yang ada di sana tapi matanya terhenti saat melihat seorang lelaki yang memakai pakaian sama dengan Aldi sednag duduk di atas kursi yang tidak jauh dari sana dengan kepala yang menunduk.


"Itu dia" ucap Naisa dan kembali melanjutkan loncatan kaki nya dengan memaksakan kaki lelah nya itu.


"Apa yang terjadi?" guman Azlan dan langsung masuk ke dalam ruangan Naisa.


"Apa hang terjadi om, Tante?" ucap Azlan saat baru saja masuk ke dalam ruangan itu bersama dengan Fany. Semua orang yang ada di dalam itu menoleh ke arah Azlan dan juga Fany.


"Kau tau kan masalah Al yang menyakiti Airin dan hampir membunuh nya?" tanya Aldi kepada Azlan dengan menatap datar ke arah Azlan.


"Hem, Aldi memang melakukan itu" jawab Azlan akan pertanyaan Erdin.


"Dia memang melakukan itu ma" ucap Erdin yang belum bisa meyakinkan Andini istri nya itu atas perbuatan Aldi.


"Aldi pasti memiliki alasan melakukan iu dan tidak mungkin dia menyakiti orang tanpa alasan apa lagi wanita" jawab Andini yang sangat tau bagaimana anak nya itu.


"Tapi dia tetap bersalah ma" ucap Erdin lagi.


"Om Aldi memang menyakiti Airin tapi dia memiliki alasan melakukan itu" ucap Azlan yang memberanikan diri untuk mengatakan yang sebenar nya kepada Erdin, Dia bukan takut kepada Airin melainkan dia takut kepada Erdin.


"Apa alasan nya melakukan itu?'' tanya Erdin dengan menatap lekat wajah Azlan.


Di luar.


Naisa masih berusaha mendekat ke arah Aldi dan saat ingin mendekat dan menuju ke dekat Aldi dia harus menuruni anak tangga. "Bisa atau tidak ya?" guman Naisa yang kurang yakin jika dia bisa melewati tangga itu.


"Ah mari kita coba" guman Naisa lagi dan menginjak satu tangga dan berhasil. Naisa yang berhasil menuruni satu anak tangga pun senang dan ingin menuruni anak tangga yang lain tapi dia sudah tidak bisa dan tergelincir.


"Ah, Sakit sekali" ucap Naisa yang terdengar jelas oleh Aldi yang berada tidak jauh dari sana. Aldi mengangkat kepala nya dan mencari cari keberadaan Naisa karna dia mendengar suara wanita itu.


"Itu Naisa?" guman Aldi saat melihat Naisa yang terjatuh di atas tanah yang ada di hadapan nya. Aldi pun yang merasa jika itu benar Naisa pun langsung berlari dan menghampiri wanita itu, Cuaca panas dan kaki Sakit itulah yang di keluhkan Naisa saat ini tapi dir tidak menyerah dan menciba bangkit lagi tapi kaki nya tetap tidak kuat.


"Ah kaki ku sudah tidak kuat" ucap Naisa dengan menatap ke atas dengan mata yang menyipit akibat silau. Aldi bisa melihat jelas jika itu wajah Naisa dan itu adalah Naisa.


Aldi menjongkokkan tubuh nya di hadapan Naisa. "Wanita bodoh ini" ketus Aldi saat melihat Naisa yang jatuh di sana. Aldi langsung menggendong wanita itu ala ala bridal dan ingin menaiki anak tangga dan membawa wanita itu kembali ke ruangan nya.


"Aku tidak mau kembali ke ruangan" teriak Naisa dengan merangkul kan tangan nya ke leger Aldi, Aldi menghentikan langkah kaki nya dan menatap lekat wanita yang ada di dalam pelukan nya itu.


"Kenapa?" tanya Aldi dengan menatap datar Wanita itu.


"Aku ingin bersama mu duduk di tempat kau tadi" jawab Naisa yang sedikit ragu tapi hati nya memang ingin selalu bersama Aldi. Aldi menatap lekat wajah wanita itu, Naisa memelaskan wajah nya supaya Aldi mengiayakan nya dan membawa nya ke tempat di mana dia duduk tadi.


"Sebentar saja" ucap Naisa dengan wajah masih memelas menatap Aldi.


"Sebentar saja ya" ucap Aldi, Naisa mengangguk mengiyakan nya dan Aldi pun langsung membalikkan tubuh nya dan menggendong Naisa menuju ke tempat duduk nya tadi. Sesampai nya di sana Aldi langsung mendudukkan tubuh Naisa di atas kursi yang ada di sana dengan sangat pelan dan setelah itu dia duduk di samping Naisa, Aldi meletakkan kedua kaki Naisa di atas paha nya dan melihat kaki Naisa yang patah tidak apa apa dan setelah itu dia menoleh ke arah kaki Naisa yang bagian kanan dan melihat kaki wanita itu membiru dan sedikit membengkak.


"Dasar bodoh, Lihat ini kaki mu jadi memar dan membengkak" ketus Aldi dengan menunjukkan kaki Naisa kepada sang pemilik, Naisa tidak memperdulikan kaki nya itu dan menatap lekat wajah Aldi yang seperti nya baru selesai menangis itu.


"Hey kau mendengar kan ku atau tidak?" ketus Aldi lagu kepada Naisa. Naisa masih belum menjawab dan memperhatikan wajah lelaki yang ada di hadapan nya itu.