I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 37



"Kenapa aku memikirkan nya?" guman Aldi bingung dan mencoba membuat fikiran nya tentang Naisa tapi itu tidak bisa karna Naisa sudah menghantui fikiran nya saat ini.


"Apa aku mencintai nya?" guman Aldi kembali dengan duduk tegap dan menatap ke sembarang arah.


"Ah tidak mungkin aku mencintai nya, Aku hanya kasihan kepada nya" guman Aldi kembali dan menggelengkan kepala nya untuk mengelak hati yang sudah jatuh kepada Naisa, Tapi fikiran nya tidak menerima itu.


Aldi menjangkau poto dua bayi kecil di atas lemari kecil di samping ranjang itu. "Eca kau di mana?" guman Aldi dengan menatap poto bayi wanita yang ada di samping poto nya sewaktu bayi.


"Al" panggil Andini dengan mengetuk pintu kamar Aldi. Aldi yang mendengar itu langsung bangkit dari tidur nya tadi dan menelungkup kan poto tadi di atas ranjang dan berjalan mendekat ke arah pintu kamar nya itu. Aldi membuka pintu kamar nya itu dan melihat jika ibu nya lah yang mengetuk pintu kamar nya itu dan memanggil nya.


"Ada apa ma?" tanya Aldi kepada Andini.


"Apa mama boleh masuk?" tanya Andini kepada Aldi.


"Aldi mau ke bawah melihat Naisa" jawab Aldi dan langsung menutup pintu kamar nya dan mengunci nya. Kamar Aldi memang tidak pernah di masuki oleh siapapun termasuk kedua orang tua nya karna dia tidak mengizinkan siapapun masuk ke dalam kamar nya tanpa terkecuali.


"Mama mau berbicara dengan mu Al" ucap Andini kepada Aldi.


"Masalah apa?" tanya Aldi.


"Masalah Naisa" jawab Andini.


"Nanti saja ma, Sekarang Al ingin ke bawah" jawab Aldi datar dan langsung berlalu turun dari lantai dua.


"Al" panggil Andini tapi Aldi tetap saja tidak menghentikan langkah kaki nya dan terus berjalan ke bawah. Sesampai di bawah Aldi langsung masuk ke dalam kamar tamu dan melihat Naisa yang mata nya masih terpejam.


Aldi tidak menutup pintu itu rapat tapi dia hanya menutup sedikit pintu itu. Aldi berjalan ke dekat Naisa dan langsung mendudukkan tubuh nya di samping Naisa. Aldi menatap lekat wajah Naisa yang sedang tertidur itu. "Aku hanya kasihan dengan nya" guman Aldi yang mengelak akan perasaan nya.


Saat Aldi ingin memegang kepala Naisa, Naisa pun mengerjapkan matanya. Mata Naisa sedikit terbuka dan langsung melihat Aldi. "Aku di mana?" tanya Naisa dengan nada pelan dan berusaha bangun dari tidur nya itu. Aldi tidak membantu nya dan dia hanya melihat apa yang di lakukan oleh Naisa.


"Pak Aldi?" ucap Naisa yang bingung.


"Iya ini aku Aldi" jawab Aldi. Naisa menatap sudut sudut tempat yang ia tempati itu. Mata Naisa membulat karna takut Aldi macam macam dengan nya, Diapun menatap ke bawah dan melihat baju baju nya masih ia kenakan dan tidak ada yang terjadi kepada nya.


"Saya di mana?" tanya Naisa yang sudah tidak merasakan sakit kepala lagi kepada Aldi.


"Kepala mu masih sakit?" tanya Aldi kepada Naisa tanpa menjawab pertanyaan Naisa tadi. Naisa menggelengkan kepala nya karna tadi saat Aldi berlalu ke dalam Andini kembali masuk ke dalam kamar dia menggosok salap ke kepala Naisa.


"Kau di rumah mama ku" jawab Aldi akan pertanyaan Naisa tadi.


"Kenapa saya bisa di sini?" tanya Naisa kepada Aldi dengan menatap lekat wajah Aldi.


"Kau tertidur di dalam mobil tadi" jawab Aldi.


"Kenapa tidak membangunkan ku?" tanya Naisa kembali.


"Aku tidak tega membangunkan mu, Kau juga nampak nya sangat lelah, Aku jika tidak enak jika menggendong mu masuk ke rumah mu yang kosong itu" jelas Aldi datar tanpa menatap Naisa.


"Kenapa tidak menelpon kak Asma saja tadi?" tanya Naisa kembali.


"Aku ingin pulang saja" jawab Naisa.


"Kak Asma belum kembali, Dia juga masih bekerja di toko" jawab Aldi, Naisa langsung teringat akan pekerjaan nya di toko.


"Aku juga harus bekerja" ucap Naisa dan berdiri dari duduk nya.


"Tidak boleh" jawab Aldi.


"Tapi jika saya tidak bekerja nanti saya akan di pecat" ucap Naisa.


"Jika kau bekerja sekarang akan ku pecat, Siapa yang berani memecat mu?" tanya Aldi kepada Naisa. Naisa langsung terdiam dan teringat akan Aldi lah bos nya.


"Mandi lah, Aku akan mencari baju untuk mu" perintah Aldi dan langsung keluar dari kamar itu. Naisa belum bergerak dari atas ranjang itu dan hanya menatap kepergian Aldi.


"Ma" panggil Aldi kepada Andini.


"Iya" jawab Andini dengan menoleh ke arah anak nya itu.


" Apa Mama memiliki baju untuk Naisa?" tanya Aldi kepada Andini.


"Sebentar mama cari dulu" ucap Andini dan berlalu masuk ke dalam kamar nya sedangkan Erdin dia sudah kembali ke kantor nya untuk bekerja. Andini mencari cari baju di dalam kamar nya yang sesuai untuk Naisa dan dia menemukan baju kaos yang tidak pernah lagi ia kenakan dan celana pendek. Andini kembali keluar dari dalam kamar nya dengan membawa baju tadi keluar.


"Ini nak" ucap Andini sambil menyodorkan baju dan celana tadi kepada Aldi. Aldi menerima nya dan kembali masuk ke dalam kamar tamu genah Naisa tadi. Saat Aldi masuk Aldi masih melihat Naisa duduk di atas ranjang dengan salah satu tangan yang memegang kepala nya.


"Apa kepala mu masih sakit?" tanya Aldi kepada Naisa. Naisa yang tadi nya tidak menyadari Aldi langsung tersadar.


"Tidak" jawab Naisa sambil melebarkan senyuman nya.


"Ini baju untuk mu, Mandi lah" ucap Aldi datar tanpa menatap Naisa tapi tangan nya menyodorkan baju tadi. Naisa menoleh ke arah baju yang di berikan oleh Aldi dan setelah itu melihat Aldi yang tidak melihat nya. Naisa menerima baju yang di sodorkan oleh Aldi itu dan Aldi melipat kedua tangan nya di atas perut nya.


"Bapak tidak mau keluar?" tanya Naisa kepada Aldi yang belum berlalu dari kamar itu.


"Untuk apa aku keluar?" tanya Aldi kembali.


"Bapak kan menyuruh saya mandi" jawab Naisa.


"Yasudah aku akan keluar" ucap Aldi dan langsung berlalu keluar dari kamar itu. Saat sudah tidak melihat Aldi di dalam kamar itu Naisa langsung berlalu masuk ke dalam kamar mandi dengan membawa baju yang di berikan oleh Aldi kepada nya tadi.


"Bau sekali rambutku" guman Naisa yang tercium bau rambut nya itu akibat terkena salap tapi dia tidak mengetahui apa yang telah terjadi kepada rambutnya.


Naisa melihat jika ada shampo di dalam kamar mandi itu dan diapun menggunakannya. Setelah mandi Naisa langsung keluar dari dalam kamar mandi itu dengan handuk yang ada di kepala nya untuk mengeringkan rambut nya dan sudah mengenakan pakaian lengkap.


Satu tahun telah berlalu Naisa sudah hidup dengan damai karna tidak ada lagi orang yang berani mengganggu nya karna ada Aldi, Aldi selalu saja mengelak dengan perasaan nya yang mengatakan bahwa ia mencintai Naisa tapi pikiran nha tidak menerima itu. Asanti juga sudah tidak mengganggu nya lagi karna dia sudah di keluarkan dari sekolah oleh Andini karna Aldi sudah menceritakan masalah waktu Asanti menarik rambut Naisa.


Renald belum bisa melupakan Naisa dia masih mencintai Naisa dan Maya tidak menyerah untuk mengejar cinta Renald.


Hari ini adalah hari di mana Naisa dan teman teman sekelas nya naik ke bangku kelas tiga. Semua orang memilih bangku masing masing tapi tidak dengan Aldi yang memperhatikan Naisa. Saat Naisa sudah duduk di salah satu bangku baru dia menghampiri Naisa dan duduk di samping Naisa. "Bapak masih duduk di dekat saya?" tanya Naisa kepada Aldi, panggilan bapak dari Naisa untuk Aldi tidak pernah hilang sampai saat ini, Naisa juga masih bekerja di toko bunga milik ibu Aldi makanya panggilan itu melekat di benak nya dan dia juga sudah terbiasa dengan panggilan itu.