I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 110



"Kenapa kau membawa calon istri ku pergi?" ketus Aldi dan menarik tangan Naisa yang juga di tarik oleh Fany untuk berlalu.


"Kami ingin ke kelas" jawab Fany dan kembali menarik tangan Naisa dengan sedikit kuat.


"Tidak, Dia ke kelas bersama ku" ketus Aldi yang tidak mau kalah dan kembali menarik tangan Naisa.


"Kelas nya sama dengan ku" ketus Fany kepada Aldi dan kembali menarik tangan Naisa.


"Tapi dia..." ucap Aldi yang ingin menjawab perkataan Fany tapi terpotong oleh Naisa.


"Cukup" teriak Naisa yang membuat Aldi yang ingin berbicara terpotong dan menoleh ke arah nya begitupun dengan Fany yang juga ikut menoleh ke arah Naisa. Naisa menoleh ke arah Aldi dan juga Fany secara bergantian dengan tatapan kesal nya akan perdebatan mereka berdua.


"Lepaskan aku" perintah Naisa kepada Fany dan juga Aldi dan menatap kedua tangan nya secara bergantian.


"Tapi Nai..." ucap Aldi yang kembali terpotong oleh Naisa.


"Aku bilang lepaskan aku" ketus Naisa yang sudah kesal akan itu, Aldi terpaksa melepaskan tangan Naisa begitupun dengan Fany yang juga ikut melepaskan tangan Naisa dari tangan nya. Naisa menoleh ke arah Fany dan juga Aldi secara bergantian dan setelah itu langsung berlalu dari sana dan menuju ke kelas nya.


"Gara gara kau Naisa jadi meninggalkan ku" ketus Aldi kepada Fany dan langsung berlalu menyusul Naisa.


"Dih kok jadi aku?" jawab Fany yang tidak terima dan ikut menyusul Naisa masuk ke dalam kelas nya.


"Nai" ucap Aldi dan kembali meraih tangan Naisa yang baru saja ingin masuk ke dalam kelas itu. Naisa menghentikan langkah kaki nya dan menatap datar ke arah Aldi.


"Kau marah dengan ku?" tanya Aldi dengan menatap lekat Naisa yang sedang berhadapan dengan nya itu. Fany yang baru sampai pun bisa melihat jelas Aldi yang sedang berbicara tapi Naisa tidak menjawab dan malah menatap datar ke arah nya.


"Minggir" ketus Fany dan menyelip di hadapan Aldi dan juga Naisa, Aldi langsung memundurkan tubuh nya karna tubuh besar Fany yang lewat di antara diri nya dan juga Naisa. Fany langsung menarik tangan Naisa masuk ke dalam kelas dan tinggallah Aldi sendiri di luar.


"Nai" panggil Aldi yang ingin masuk tapi dosen yang jadwal nya mengajak kelas Naisa langsung menarik baju yang di kenakan oleh Aldi.


"Apa apaan ini, Siapa yang menarikku?" ucap Aldi dengan nada sedikit meninggi karna dia belum mengalihkan tubuh nya ke belakang dan masih melihat Naisa. Semua anak di kelas itu langsung menoleh ke Aldi karna suara yang Aldi keluarkan cukup kencang.


"Lepaskan" ketus Aldi yang memukul tangan orang yang menarik baju nya itu. Semua siswa di sana kaget akan tingkah Aldi dan ada juga yang menahan tawa akan tingkah lelaki tampan itu.


"Ehem" dosen yang menarik baju Aldi tadi berdehem, Mata Aldi membulat saat mendengar dehem dosen itu karna memang suara dosen itu sangat familiar di telinga nya karna sering di marahi oleh nya makanya dia hapal sampai deheman nya.


Aldi menoleh ke belakang dan benar saja jika itu salah satu dosen pengajar di sana. "Astaga" guman Aldi dan langsung melebarkan senyuman nya kepada dosen tadi.


"Eh bapak" ucap Aldi dengan menyengir menghadap dosen tadi.


"Mau apa kamu kesini?" tanya dosen tadi dengan melototkan mata nya kepada Aldi.


"Ini kan kelas saya pak" jawab Aldi yang kembali menyengir menatap dosen itu.


"Memang nya kamu jurusan teknologi informatika?" tanya dosen tadi dengan kembali melototkan mata nya menatap Aldi.


"Hah, Bukan nya ini...." ucap Aldi yang berpura pura tidak tau dan setelah itu dia menoleh ke atas dan melihat nama kelas yang tertera teknologi informatika.


"Ah, Saya salah kelas pak" ucap Aldi dengan menyengir kuda kepada dosen tadi.


"Melambaikan tangan dengan siapa kamu?" tanya dosen tadi dengan melototkan kembali mata nya menatap Aldi.


"Tidak pak, Ini ada nyamuk" jawab Aldi dan memperagakan orang memukul nyamuk.


"Kembali ke kelas mu" perintah dosen tadi.


"Iya pak" jawab Aldi dan berlalu tapi sebelum berlalu dia kembali melambaikan tangan dan memberikan kisbay kepada Naisa. Dosen tadi yang masih menatap Aldi pun langsung melototkan mata nya dan Aldi pun langsung berlalu dari sana.


Semua anak yang menyaksikan Aldi tadi tertawa melihat Aldi yang di marahi oleh dosen dan langsung pergi begitu saja. Naisa hanya tersenyum melihat tingkah konyol lelaki yang ia cintai itu. "Sangat berbeda dengan diri nya sewaktu dulu" guman Naisa dengan senyum yang melebar karna memang sikap Aldi jauh berubah sat bertemu dengan Naisa, Di mulai dari Aldi yang dingin sekarang menjadi centil seperti tadi, Aldi yang dulu selalu datar kepada siapapun sekarang murah tersenyum jika di samping Naisa, Aldi yang selalu cuek kepada siapapun sekarang sudah sangat berbeda dan sikap nya sekarang bukan lah sikap Aldi yang dulu sangat jauh berbeda.


Dosen tadi masuk ke dalam kelas dan membuat Naisa dan Fany yang awal nya berdiri pun langsung duduk di atas kursi masing masing dan mereka yang ada di kelas itupun memulai belajar mereka dengan serius begitupun dengan Aldi yang di kelas berbeda dan menampakkan wajah serius nya.


Setelah jam kuliah mereka selesai seperti dulu Naisa keluar yang paling akhir dari teman nya begitupun dengan Fany yang menunggu wanita itu. Setelah itu mereka langsung keluar bersamaan dari kelas itu.


"Ha" ucap Aldi yang mengagetkan Naisa dan juga Fany sambil meloncat.


"Ah" ucap Naisa yang kaget sedangkan Fany tidak karna dia melihat Aldi berlalu di dekat pintu makanya dia tidak kaget.


"Hahaha" Aldi tertawa saat melihat wajah terkejut Naisa yang menurutnya menggemaskan itu.


"Kau ini" ketus Naisa dan memukul bahu Aldi menggunakan buku tebal yang ia bawa.


"Au, Sakit Nai" teriak Aldi berpura pura padahal itu sama sekali tidak sakit.


"Rasakan ini, Rasakan ini" ucap Naisa yang geram dan terus memukul bahu Aldi.


"Di beritahukan kepada seluruh siswa siswi semester enam harap berkumpul di aula sekarang juga, Sekian terima kasih" pengumuman itu menghentikan Naisa yang memukul Aldi tadi.


"Ayo Fan" ajak Naisa dan menarik tangan Fany dan berlalu dari sana.


"Hey, Tunggu aku" teriak Aldi dan menyusul Naisa dan Fany. Aldi berjalan sejajar dengan Fany dan juga Naisa dan berjalan di samping Naisa sampai masuk ke dalam aula, Banyak wanita yang iri kepada Naisa yang dapat membuat lelaki tampan di kampus itu jatuh hati kepada nya salah satu nya Aldi dan juga Ryhan senior Naisa yang juga menyukai Naisa, Ryhan sama seperti Aldi sama sama anak dari orang kaya dan Ryhan juga tampan tapi ketampanan nya tidak mengalahkan kan ketampanan Aldi dan Aldi tetap menjadi lelaki yang paling tampan di kampus itu.


Ryhan menyuaki Naisa itu sama seperti Aldi yang menyukai bukan dari fisik dan tahta melainkan dari hati Naisa yang selalu baik kepada siapapun dan tidak memandang bulu untuk baim dengan orang. Aldi, Naisa dan juga Fany berdiri di barisan paling depan berhadapan dengan Ryhan dan juga Ressa kakak senior wanita yang sangat menyukai Aldi dan Ryhan karna harta mereka. Ressa memiliki wajah cantik tubuh seksi dan selalu mengenakan pakaian yang pas di tubuh nya tidak seperti Naisa yang selalu mengenakan pakaian longgar dan itu yang membuat Aldi dan Ryhan sangat tidak menyukai nya akibat terlalu seksi dan menurut mereka wanita itu licik dan murahan.


Ryhan menoleh ke arah Naisa yang sedang berada di hadapan nya karna memang dia tadi yang berbicara di mic dan memberikan pengumuman tadi. Aldi menatap tak suka akan Ryhan karna dia tau jika Ryhan menyukai Naisa. Aldi langsung meminggirkan tubuh Naisa berdiri di belakang nya dan menutup tubuh Naisa menggunakan tubuh nya yang jauh lebih besar dari Ryhan.


"Enak sekli kau mau memandangi calon istriku" guman Aldi dengan senyum tak suka menatap Ryhan sedangkan Ryhan menatap datar ke arah Aldi.


"Hey jangan menghadang ku, Aku tidak bisa melihat ke depan" ucap Naisa dengan menengadah menatap Aldi yang jauh lebih tinggi dari nya itu. Aldi membalikkan tubuh nya dan menoleh ke arah Naisa.


"Mau melihat apa kau? kau mau mencoba genit dengan lelaki lain?" tanya Aldi dengan menatap datar ke arah wnita itu.


"Bukan itu" jawab Naisa.


"Sudah lah diam" ucap Aldi dan kembali menghadapkan tubuh nya ke depan menatap Ryhan dan Beberapa senior lain nya yang berdiri di depan.