
Di rumah Aldi.
Aldi sudah rapi dengan baju kaos dan juga celana berwarna hitam nya, Dia menuruni anak tangga dari lantai atas bagian kamar nya. "Kau mau kemana Al?" tanya Erdin kepada Aldi saat melihat Aldi turun dari kamar nya dengan pakaian yang sudah rapi dan mengenakan sepatu.
"Aku ingin ke toko" jawab Aldi akan pertanyaan Erdin.
"Kau baru sembuh Al" jawab Andini saat mendengar jawaban Aldi.
"Aku tidak memiliki pekerjaan di rumah jadi lebih baik aku pergi ke toko saja" ucap Aldi.
"Tapi kau baru saja sembuh dan baru keluar dari rumah sakit" jawab Andini.
"Tidak apa apa ma, Aku sudah baik baik saja" jawab Aldi.
"Kau mau apa memang nya ke toko? mau menemui Naisa?" tanya Erdin kepada Aldi karna dia sangat yakin jika Aldi menyukai Naisa meskipun dia tidak tau tentang perasaan Aldi terhadap Naisa tapi dia sangat yakin akan Aldi yang menyukai Naisa.
"Papa tau dari mana jika aku ke toko ingin menemui Naisa?" tanya balik Aldi kepada Erdin.
"Jika bukan karna Naisa kau tidak akan mungkin mau pergi ke toko karna kan kau tidak pernah menyukai bunga" jelas Erdin yang sangat tau akan anak nya itu.
"Iya, Aku memang ingin menemui Naisa" jawab Aldi dan ingin berlalu tapi suara Andini menghentikan langkah kaki nya.
"Tidak usah ke toko" ucap Andini melarang Aldi untuk ke toko.
"Tapi ma..." ucap Aldi terpotong oleh Andini.
"Tidak usah ke toko"tegas Andini dengan melototkan mata nya menatap Aldi dan mengambil ponsel nya yang ada di atas meja di hadapan nya itu, Aldi nampak memasang wajah kesal menatap ibu nya itu sedangkan Erdin dia hanya menggelengkan kepala nya menatap anak nya itu.
"Baru kali ini aku melihat nya berkekeh untuk menemui wanita" guman Erdin menatap Aldi. Aldi memang tidak pernah memaksa untuk keluar dari rumah saat dia baru sembuh apa lagi baru keluar dari rumah sakit karna dia tidak pernah terlalu mencintai wanita yang pernah ia pacari sebelum nya tapu saat dia menyukai Naisa dia sangat berkekeh ingin keluar saat baru keluar dari rumah sakit.
"Halo tante" ucap Naisa saat sudah mengangkat telpon dari Andini, Andini menelpon Naisa karna dia tidak mengizinkan Aldi untuk keluar.
"Halo, Kau bisa ke rumah tante sekarang nak?" tanya Andini kepada Naisa.
"Memang nya ada apa tan?" tanya Naisa sedangkan Aldi dia hanya menatap kesal ke arah ibu nya itu.
"Al ingin ke toko tapi tante melarang nya, Dia bilang ingin bertemu dengan mu" jawab Andini akan pertanyaan Naisa dan menoleh ke arah Aldi, Wajah yang semula nya di tekuk dan nampak kesal akhirnya sedikit melunak saat mendengar ucapan sang ibu.
"Tapi tan..." ucap Naisa yang terpotong oleh Aldi yang berteriak di sebrang.
"Jika kau tidak mau kesini aku yang akan ke sana, Meskipun mama dan papa melarang ku" teriak Aldi. Naisa yang mendengar teriakan itu sedikit terkejut akan teriakan Aldi dan menjauhkan sedikit ponsel itu dari telinga nya.
"Kau itu baru keluar dari rumah sakit, Tidak usah ke toko" jawab Naisa.
"Jika kau melarang ku, Jadi kau yang harus ke sini" ucap Aldi.
"Aku ingin bekerja" jawab Naisa.
"Biar aku saja yang kesana" ucap Aldi.
"Huh, Aku akan ke sana" teriak Naisa dan langsung mematikan telpon itu. Aldi yang mendengar jawaban itu pun tersenyum bahagia karna dia sangat senang bertemu dengan Naisa.
"Bagaimana?" tanya Erdin kepada Aldi.
"Lihat lah wajah ku" jawab Aldi dengan menampakkan wajah bahagia nya kepada kedua orang tua nya itu, Andini dan Erdin bisa sangat jelas melihat senyum bahagia yang sangat jarang bisa di katakan tidak pernah keluar dari wajah nya itu.
"Aku ke luar" pamit Aldi karna dia ingin menunggu Naisa di taman luar, Andini dan Erdin tau jika Aldi ingin menunggu kedatangan Naisa makanya mereka tidak melarang.
"Kak, Aku harus ke rumah pak Al" ucap Naisa kepada Asma saat mereka baru saja hendak masuk ke dalam toko bunga.
"Kenapa kau kesana? tidak jadi bekerja?" tanya Asma kepada Naisa.
"Seperti nya tidak jadi kak, Karna Al meminta ku untuk ke sana, Jika tidak dia yang akan ke sini" jelas Naisa.
"Baiklah, Hati hati, Salam untuk Aldi dan juga kedua orang tua nya" ucap Asma. Naisa mengangguk mengiyakan nya dan menghentikan salah satu ojek yang melintas di sana dan setelah itu dia langsung memberikan alamat rumah Aldi kepada tukang ojek tadi dan tukang ojek tadi langsung melajukan motor menuju ke alamat yang di berikan Naisa.
"Andai saja dia mau menikah dengan ku saat ini, Tidak perlu untuk nya berjalan jauh dari rumah nya ke sini" guman Aldi dan mendudukkan tubuh nya di atas kursi taman di halaman rumah nya itu.
"Sabar Al, Kau hanya perlu meyakinkan nya akan perasaan mu yang sesungguh nya dan menunggu saat selesai kuliah" guman Aldi kembali dengan menundukkan kepala nya.
"Terima kasih" ucap Naisa kepada tukang ojek tadi dan membayar nya, Aldi yang berada tidak jauh dari gerbang pun mendengar suara wanita yang sangat tidak asing di telinga nya itu. Aldi mengangkat kembali kepala nya dan melihat wanita pujaan hati nya sudah sampai, Aldi berdiri dari duduk nya dan menghampiri Naisa.
Pak Doni yang ingin membuka gerbang pun mengurungkan niat nya karna Aldi lah yang terlebih dahulu memegang ganggang gerbang itu dan membuka nya untuk ratu nya itu. Naisa hanya menatap Aldi dengan tatapan biasa saja sedangkan Aldi melebarkan senyuman nya kepada Naisa.
"Silahkan masuk tuan putri" ucap Aldi mempersilahkan Naisa untuk masuk ke dalam pekarangan rumah nya, Naisa tidak menjawab nya dan langsung masuk ke dalam pekarangan rumah megah itu.
"Tutup" perintah Aldi kepada Doni, Doni mengiyakan nya dan menutup gerbang itu sedangkan Aldi dia menyusul Naisa. Naisa menghentikan langkah kaki nya dan membalikkan tubuh nya menatap ke arah Aldi.
"Ada hal penting apa yang ingin kau sampai kan kepada ku?" tanya Naisa dengan wajah datar menatap Aldi.
"Kenapa wajah mu datar sekali? Santai lah dulu, Mari duduk" ajak Aldi kepada Naisa, Naisa mengiyakan nya dan duduk di atas kursi taman yang ada di halaman rumah Aldi itu begitupun dengan Aldi.