I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 127



"Nai" panggil Fany kepada Naisa sedangkan Azlan sedari tadi menatap tunangan nya itu. Aldi menoleh ke arah Fany yang sedang berada di hadapan nya itu.


"Ada apa?" tanya Aldi datar dengan mata sedikit merah mungkin karna dia juga ikut tertidur bersama dengan Naisa dan memeluk Naisa.


"Mengajak nya tidur dan kembali ke tenda" jawab Fany akan pertanyaan yang di lontarkan Aldi oleh nya. Aldi tidak menjawab ucapan Fany tadi dan langsung membangunkan Naisa.


"Hey" ucap Aldi dengan mengusap lembut punggung wanita itu. Naisa membuka mata nya dan mendongakkan kepala nya menatap Aldi.


"Ada apa?" tanya Naisa dengan wajah yang sangat nampak masih mengantuk.


"Tidur di tenda saja" jawab Aldi akan pertanyaan Naisa.


"Aku tidak berani sendiri" jawab Naisa akan ucapan Aldi tadi.


"Ini Fany sudah selesai berpacaran nya, Bangun lah" ucap Aldi kepada Naisa dan menatap Fany.


"Siapa juga yang berpacaran" ketus Fany yang tidak terima di katai sehabis pacaran oleh Aldi. Naisa mendudukkan tubuh nya dengan sempurna tapi dengan pelan karna pinggang nya sedikit sakit akibat tidur membungkuk. Aldi bisa melihat jika wanita itu kesakitan bagian pinggang karna dia memegang pinggang nya makanya Aldi tau.


"Sakit?" tanya Aldi kepada Naisa dengan memegang pinggang Naisa itu.


"Hanya sedikit" jawab Naisa dan beranjak berdiri dari duduk nya.


"Mimpikan aku nanti" ucap Aldi kepada Naisa, Naisa tidak menjawab nya dan langsung berlalu dari sana bersama dengan Fany dan masuk ke dalam tenda nya. Azlan yang sudah melihat Fany masuk ke dalam tenda pun langsung berlalu begitupun dengan Aldi yang juga ikut berlalu saat melihat Naisa masuk ke dalam tenda.


"Mengantuk sekali" ucap Naisa dan langsung menghempaskan pelan tubuh nya di dalam tenda itu, Fany juga ikut merebahkan tubuh nya di dalan tenda itu tepat di samping Naisa.


"Dia mengigau?" guman Fany saat mendengar suara Naisa tapi mata nya tertutup.


"Ah sudah lah, Aku sangat kelelahan" guman Fany kembali dan langsung memejamkan mata nya hingga tertidur.


Di tenda Aldi dan Azlan mereka berdua juga sudah tertidur nyenyak di sana dengan memikirkan pasangan masing masing.


Keesokan pagi nya.


"Em" Naisa menggeliat dan langsung memeluk tubuh Fany yang ada di samping nya. Fany yang merasa ada yang menimpa nya pun langsung membuka matanya pelan melihat apa yang menimpa nya.


"Naisa" guman Fany dan membiarkan Naisa memeluk nya.


"Panas sekali" ucap Naisa yang merasa kepanasan dan membuat Fany yang sedang memainkan ponsel menoleh ke arah nya. Naisa mengalihkan tubuh nya dari Fany dan menelentang tapi tetap merasa panas, Naisa berbolak balik ke kanan dan ke kiri tapi tetap masih panas, Naisa mengipas menggunakan tangan nya tapi tidak terasa sama sekali, Naisa langsung beranjak duduk dari baring nya tadi dengan rambut acak acakan.


"Kau sudah bangun?" tanya Fany kepada Naisa yang rambut acak acakan itu.


Naisa menoleh ke arah Fany dan setelah itu mengangguk mengiyakan nya, Fany juga beranjak duduk dari baring nya dan Naisa pun mencari cari jepit rambut nya di sana hingga dia menemukan nya. Naisa menjepit rambut nya menggunakan penjepit rambut milik nya itu dan langsung keluar dari tenda tapi tidak dengan Fany yang masih duduk di dalam tenda dan memainkan ponsel.


"Kenapa panas sekali tadi?" ucap Naisa dan berjalan mencari benda yang bisa di jadikan kipas oleh nya. Naisa menemukan kardus dan merobek nya menjadi kecil satu untuk nya berkipas dan setelah itu langsung menuju ke belakang di mana tempat makanan di sana.


"Kenapa aku jadi lapar ini?" guman Naisa yang perut nya berbunyi menandakan jika dia kelaparan, Naisa mengambil makanan yang ada dan sudah tersedia di dapur dan setelah itu dia langsung berlalu dari sana dan menuju ke dekat pohon yang besar yang ada di sana.