I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 62



"Aku tidak yakin jika Naisa akan menerima ku" jawab Aldi dengan nada seidkit sedih.


"Hah kau takut di tolak?" tanya Sahlan yang tidak percaya karna memang sedari dulu Aldi tidak pernah di tolak di karna kan dia tidak pernah menembak wanita dan wanita lah yang menembak nya sampai akhir nya dia mencintai perempuan itu tapi para perempuan yang pernah berpacaran dengan nya itu semua nya menghianati nya dan berpacaran dengan nya hanya karna harta.


"Ehm" jawab Aldi tanpa menoleh ke arah Sahlan dan menatap pemandangan luar toko nya itu.


"Astaga Al, Baru kali ini aku mendengar jika kau takut di tolak" ucap Sahlan yang tidak percaya akan pernyataan Aldi itu.


"Kau kan tau jika aku tidak pernah menembak wanita" ucap Aldi dengan berjalan kembali ke arah kursi nya dan mendudukkan tubuh nya di atas kursi bos nya itu, Sahlan mengikuti nya dan duduk di kursi yang bersembarangan dengan nya.


"Iya aku tau, Makanya coba lah terlebih dahulu" jawab Sahlan.


"Tapi aku takut jika dia tidak mencintai ku, Jadi aku akan menunggu waktu yang tepat" ucap Aldi.


"Kapan memang nya kau ingin menyatakan perasaan mu kepada nya? bagaimana jika dia sudah di miliki oleh orang lain?" tanya Sahlan kepada Aldi.


"Jika dia memang jodoh untuk ku, Mau bagimana pun dan dengan siapapun dia berpacaran jika dia jodoh ku akan tetap kembali pada ku" jelas Aldi kepada Sahlan. Sahlan ternganga mendengar ucapan Aldi karna seorang Aldi yang terkenal manja bisa dewasa dan berfikir lebih baik dari nya.


Tok..tok


Ketuk seseorang dari luar, "Masuk" teriak Aldi.


Cklekk


Pintu ruangan iyu pun terbuka dan masuk lah Ari ke dalam nya. "Ada apa?" tanya Aldi kepada Ari.


"Ada yang mencari bapak di luar" jawab Ari.


"Siapa?" tanya Aldi lagi.


"Saya tidak tau pak, Tapi orang itu sedang mengobrol dengan Naisa dan dia menyuruh memanggil bapak" jelas Ari.


"Baiklah" jawab Aldi, Ari pun berlalu kembali keluar dan Aldi langsung tegak dari duduk nya tadi sedangkan.


"Kau mau kemana?" tanya Sahlan kepada Aldi.


"Keluar" jawab Aldi datar.


"Aku menunggu di sini" ucap Sahlan, Aldi tidak menjawab nya dan langsung berlalu keluar dari ruangan nya itu. Saat sampai di luar Aldi langsung melihat Rafli dan Naisa yang sedang mengobrol di atas kursi sofa yang ada di toko itu.


"Kau sudah sembuh?" tanya Aldi yang sudah berada tepat di samping Naisa. Naisa menoleh ke arah Aldi begitupun dengan Rafli.


"Saya akan kembali bekerja pak" ucap Naisa yang langsung berdiri.


"Aku akan kembali bekerja" ucap Naisa kepada Rafli. Saat Naisa ingin berlalu tangan Aldi dengan segera nantik tangan nya itu.


"Mau kemana kau?" tanya Aldi dengan memegang tangan Naisa.


"Kembali bekerja" jawab Naisa tanpa melepaskan tangn nya dari tangan Aldi.


"Duduk lah di sini" perintah Aldi yang mendudukkan tubuh Naisa di kursi tadi dan dia pun mendudukkan tubuh nya di samping Naisa.


"Tapi pak...." ucap Naisa yang terpotong oleh Aldi.


"Kau mau aku pecat atau duduk di sini?" ancam Aldi kepad Naisa, Naisa menundukkan kepala nya.


"Duduk di sini pak" jawab Naisa dengan kepala yang masih menunduk.


"Bagaimana keadaan mu?" tanya Aldi kepada Rafli.


"Seperti yang kau lihat, Aku sekarang jauh lebih baik" jawab Rafli sambil melebarkan senyuman nya.


"Bagus lah" ucap Aldi dengan mengangguk.


"Ada apa kau ke sini, Tumben sekali?" tanya Aldi kepada Rafli.


"Aku ingin menemui Naisa dan berbicara lebih banyak dengan mu" jawab Rafli. Aldi menoleh ke arah Naisa dan melihat Naisa yang menatap Rafli dengan tatapan heran.


"Berbicara tentang apa?" tanya Aldi. Rafli pun memulai percakapan nya dengan Aldi dan Aldi menanggapi nya sedangkan Naisa dia hanya mendengar tanpa menjawab.


"Astaga mereka berdua jika sudah berbicara sangat akrab sekali dan tidak memperdulikan sekitar" guman Naisa yang melihat Aldi dan Rafli yang nampak akrab. Mereka berdua berbicara sampai jam pulang.


"Sudah waktu nya pulang" guman Naisa dengan menoleh ke arah jam tangan nya. Naisa menoleh ke arah Aldi dan juga Rafli yang masih asik mengobrol dan dia pun menundukkan kepala nya dan melihat ke bawah.


"Astaga mana sepatu ku?" guman Naisa yang baru sadar jika dia tidak mengenakan sepatu. Naisa mengangkat kepala nya seperti orang tertidur menunduk jika di kaget kan.


"Auuu" rengek Aldi dan Naisa bersamaan karna kepala Naisa terbentur dengan dagu Aldi.


"Kenapa dagu mu di atas kepala ku?" ketus Naisa dengan mengelus lembut kepala nya yang sedikit sakit sedangkan Rafli dia hanya melihat kelakuan mereka berdua.


"Aku pikir kau tidur dan aku berniat ingin membangunkan mu, Tapi kepala mu malah terangkat dan mendadak bangkit" jelas Aldi dengan memegang dagu nya yang sedikit sakit itu. Naisa tidak menjawab nya dan menoleh ke arah Asma yang nampak bersiap siap ingin pulang, Naisa berdiri dari duduk nya.


"Mau kemana kau?" tanya Aldi kepada Naisa.


"Pulang" jawab Naisa dan langsung berlalu ke loker dan mengambil barang barang nya.


"Ayo kak" ajak Naisa kepada Asma.


"Biar aku yang mengantarkan mu dan juga kak Asma" ucap Aldi.


"Tidak usah" jawab Naisa tanpa menoleh ke arah Aldi.


"Ayo aku antarkan" ucap Aldi lagi.


"Pak Al tidak usah kami bisa berjalan kaki atau menaiki kendaraan umum" jawab Naisa dengan melebarkan senyuman nya kepada Aldi.


"Ayo kak" ajak Naisa lagi dan langsung berlalu bersama dengan Asma keluar toko itu tanpa membawa sepatu nya yang tertinggal di ruangan Aldi.


"Yasudah Al, Aku pulang dulu, Kapan kapan aku akan mampir ke sini lagi" ucap Rafli dengan melebarkan senyuman nya dan berdiri di hadapan Aldi.


"Hem, Hati hati" jawab Aldi, Rafli mengiyakan nya dan langsung berlalu keluar dari toko itu dan masuk ke dalam mobil nya.


"Astaga aku melupakan kak Sahlan" guman Aldi yang baru ingat jika Sahlan ada di toko itu dan berada di ruangan nya. Aldi pun dengan segera masuk ke dalam ruangan nya dan melihat Sahlan tertidur di kursi sofa yang ada di ruangan itu. Mata Aldi tertuju ke jendela yang terbuka itu dan nampak ada sepatu Naisa di sana.


"Pasti dia melupakan ini" guman Aldi dan mengambil sepatu Naisa itu.


"Hey, Bangun lah, Ini sudah malam" ucap Aldi dengan menggoyangkan bahu Sahlan suapaya dia terbangun.


"Hemm" ucap Sahlan yang belum sepenuh nya terbangun.


"Hey cepat lah, Kau mau aku tinggalkan sendiri di toko ini?" teriak Aldi karna hanya dia dan dan Sahlan lah yang masih ada di sana.