I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 111



"Mau melihat apa kau? kau mau mencoba genit dengan lelaki lain?" tanya Aldi dengan menatap datar ke arah wnita itu.


"Bukan itu" jawab Naisa.


"Sudah lah diam" ucap Aldi dan kembali menghadapkan tubuh nya ke depan menatap Ryhan dan Beberapa senior lain nya yang berdiri di depan.


"Kenapa kita di kumpulkan di sini kak?" tanya salah satu mahasiswa yang ada di dalam sana.


"Besok kelas kalian akan mengadakan camping di puncak dan di harapkan untuk membeli alat camping dan juga bersiap siap" jelas Ressa kepada seluruh siswa siswi yang ada di dalam itu. Semua siswa siswi yang ada di sana bersorak gembira karna selama mereka kuliah hanya satu kali pergi bersama itupun mereka study toor di bandung.


"Puncak di mana kak?" tanya salah satu siswa yang lain.


"Di bogor" jawab Ryhan dengan melebarkan senyuman nya dan setelah itu menoleh ke arah Aldi karna dia ingin menatap Naisa. Aldi yang melihat Ryhan yang mencoba melihat Naisa pun langsung melototkan mata nya menatap Ryhan.


"Kiat akan camping?" tanya Naisa dengan menengadahkan kepala nya menatap tengkuk Aldi.


"Diam lah dulu kau" jawab Aldi tanpa menatap Naisa dan menatap datar ke arah Ryhan sedangkan tangan nya menggenggam tangan Naisa. Naisa tidak menjawab ataupun merespon ucapan Aldi dan dia memilih untuk diam dari pada bertanya kepada Aldi.


"Berapa hari kita di sana kak?" tanya salah satu mahasiswi yang ada di sana.


"Kemungkinan dua sampai tiga hari" jawab salah satu senior yang ada di sana, Para mahasiswa dan siswi semester enam pun nampak memasang wajah bahagia dan ada yang berbicara dengan teman nya sampai aula itu terdengar rusuh.


"Baiklah sekarang kalian boleh pulang dan besok sebelum jam delapan kalian harus sudah datang di sini dan kita langsung berangkat" jelas Ryhan lagi yang kembali mencoba menatap Naisa tapi tidak bisa karna Aldi tidak memberikan nya celah sedikit pun untuk menatap wanita itu.


"Baik kak" jawab semua siswa siswi bersamaan tapi tidak dengan Aldi dan Naisa yang hanya diam saja. Setelah menjawab mereka pun langsung berlalu keluar dari aula dan menuju ke parkiran dan menuju ke kendaraan masing masing dan Fany mengikuti Naisa dan Aldi yang berjalan bergandengan itu.


"Naisa" teriak Ryhan kepada Naisa, Naisa yang mendengar nama nya di panggil pun menoleh ke belakang dan melihat Ryhan sedikit berlari mendekat ke arah nya.


"Ada apa kak?" tanya Naisa sopan kepada Ryhan karna dia sama sekali tidak tertarik akan Ryhan kecuali di jadikan menjadi kakak nya.


"Kau pulang bersama siapa?" tanya Ryhan dengan melebarkan senyuman nya menatap Naisa.


"Jika kau tidak ada teman pulang aku akan mengantar mu sekalian kita membeli alat camping nanti" ucap Ryhan lagi karna Naisa belum menjawab petanyaan nya.


"Dia pulang bersama ku" jawab Aldi saat melihat Naisa ingin menjawab tapi dia yang sigap pun langsung menjwab pertanyaan Ryhan.


"Aku tidak bertanya dengan mu" ucap Ryhan datar menatap Aldi.


"Tidak percaya tanya saja sendiri kepada nya" jawab Aldi dan mengalihkan pandangan nya dari Ryhan. Ryhan tidak bertanya lagi dan hanya menatap ke arah Naisa dengan tatapan yang seperti meminta jawaban.


"Benar kak, Saya pulang bersama Aldi dan juga Fany" jawab Naisa sambil melebarkan senyuman nya kepada Ryhan. Aldi yang melihat senyum dari wajah Naisa pun langsung menutup wajah wanita itu menggunakan tangan nya yang lebar itu karna dia tidak suka Naisa tersenyum kepada lelaki mana pun apa lagi Ryhan.


"Hey" teriak Naisa dengan memukul pelan tangan Aldi yang berada di wajah nya itu.


"Oh yasudah, Aku pulang terlebih dahulu" pamit Ryhan dan langsung berlalu dari sana tanpa menunggu jawaban Naisa karna hati nya sakit saat melihat Aldi dan Naisa seperti itu. Aldi yang melihat Ryhan sudah berlalu pun langsung melepaskan tangan nya dari wajah Naisa.


"Huh, Huh" Naisa bernafas sedikit ngos ngosan, Wajah nya memerah akibat hampir kehilangan nafas karna Aldi.


"Aku ingin membunuhku?" bentak Naisa dengan nafas yang masih ngos ngosan kepada Aldi.


"Maaf, Aku tidak suka kau tersenyum kepada lelaki tadi" jawab Aldi dengan menatap lekat wanita yang ada di hadapan nya itu. Naisa menatap kesal dan masih mengatur nafas nya untuk membalas ucapan Aldi tapi tangan Aldi yang menarik tangan nya langsung mengurungkan niat nya. Naisa tidak menolak saat Aldi menarik tangan nya dan memilih untuk diam dan menarik tangan Fany yang jauh lebih besar dari tangan nya itu.


Sesampai di dekat mobil Aldi melepaskan tangan Naisa dan Naisa pun membuka pintu belakang dan ingin masuk tapi suara Aldi menghentikan nya. "Mau kemana kau?" tanya Aldi yang baru saja ingin masuk ke dalam mobil bagian kemudi tapi melihat Naisa membuka pintu bagian belakang.