
"Dia anak orang kaya" guman Angga yang merasa insecure dengan Asma yang berasal dari keluarga kaya meskipun dia juga terbilang kaya.
"Bagaimana nak?" tanya Merri kepada Angga.
"Ini benar alamat nya ma" jawab Angga. Mang Jony yang baru saja kembali dari toilet pun bisa melihat mobil Angga yang terparkir di depan pagar dan dia pun langsung keluar dan mengetuk kaca mobil itu.
"Oh iya dimana Naisa?" guman Asma yang baru sadar akan tidak kehadiran Naisa di dalam kamar.
"Ah biar saja, Dia pasti bersama Al" ucap Asma kembali dan langsung turun dari kamar nya itu.
"Mencari siapa tuan?" tanya mang Jony kepada Angga.
"Apa benar Asma tinggal di sini?" tanya Angga kepada mang Jony.
"Oh nona Asma? dia memang tinggal di sini sekarang" jawab mang Jony akan pertanyaan Angga.
"Mang bukakan gerbang nya, Itu tamu Asma" teriak Asma yang baru saja keluar sambil berjalan. mang Jony mengiyakan nya dan langsung membuka gerbang rumah itu, Mobil Angga kembali melaju masuk ke dalam pekarangan rumah itu, Asma menunggu dan menyambut kedatangan Angga itu, Angga dan keluarga keluar dari mobil itu dan di sambut oleh Asma dengan senyuman yang mengembang menatap Angga dan kedua orang tua nya keluar.
"Rumah nya terlalu bagus" guman Angga yang merasa malu akan dirinya yang merasa kasta nya dan Asma sangat berbeda.
"Ma, Pa" sapa Asma dan bersalaman kepada kedua orang tua Angga. Merri dan Andra kedua orang tua Angga membalas sapaan itu dengan senyum tulus mereka.
"Ayo masuk" ajak Asma mempersilahkan tamu nya itu masuk, Merri dan juga Andra mengangguk mengiyakan nya dan masuk ke dalam rumah tapi tidak dengan Angga yang sedikit gugup dan belum melajukan jalan nya.
"Kau tidak masuk?" tanya Asma kepada Angga dengan menatap lekat wajah Angga.
"Aku sedikit gugup" jawab Angga akan pertanyaan Asma.
"Gugup kenapa? kau kan hanya berkunjung, Ayo" ajak Asma dan menarik tangan Angga. Angga belum beranjak dari sana dan menatap lekat Asma.
"Aku kesini ingin melamarmu" ucap Angga kepada Asma, Asma langsung menoleh ke arah Angga dengan tatapan tak percaya akan ucapan Angga.
"Aku ke sini untuk melamarmu makanya aku membawa kedua orang tua ku, Tapi waktu aku melihat rumah mu ini dan sebesar ini aku merasa malu ingin melamarmu karna kita berbeda" jelas Angga dan menundukkan kepala nya. Asma menatap lekat lelaki itu dan nampak kekecewaan di wajah lelaki itu.
"Nanti saja bicara nya, Ayo kita masuk dahulu, Mama dan papa juga sudah menunggu di dalam, Ayo" ajak Asma dan menarik tangan Angga, Angga hanya mengikutinya dan mereka berdua pun masuk ke dalam rumah itu. Asma melepaskan tangan Angga saat masuk ke dalam rumah dan mereka mendudukkan tubuh mereka di dekat orang tua masing masing, Erdin dan Andini tidak pergi kemana mana hari ini karna memang hari libur dan Asma juga sudah memberitahu kepada mereka tadi.
"Tante, Om" sapa Angga dan bersalaman kepada Andini dan juga Erdin, Andini dan Erdin tersenyum menatap Angga yang sopan itu.
"Ini kekasihmu nak? tampan sekali" ucap Erdin dan menatap lekat wajah Angga. Asma hanya tersenyum kepada Erdin begitupun dengan Angga yang juga tersenyum mendengar itu.
"Duduklah nak" ucap Erdin mempersilahkan Angga duduk, Angga mengangguk mengiyakan nya dengan senyum yang mengembang menatap Erdin dan kembali mendudukkan tubuh nya di dekat tempat nya tadi.
"Langsung saja ya pak ya" ucap Andra kepada Erdin.
"Silahkan" jawab Erdin mempersilahkan Andra untuk memulai ucapan nya.
"Kedatangan kami ke sini untuk menyampaikan niat baik kami untuk menjadi kan Asma sebagai menantu karna Angga sedari seminggu lalu meminta untuk melamar Asma dan menikahkan Asma dengan nya tapi kami terlalu sibuk beberapa waktu lalu dan hari ini kami baru sempat untuk datang ke sini dan ingin meminta izin kepada kalian selaku kedua orang tua Asma untuk anak kami Angga menikahkan nya" jelas Andra kepada Erdin, Erdin tersenyum mendengar itu begitupun dengan Andini yang juga tersenyum saat mndengar niat baik dari keluarga Angga.
"Aku menunggu ini sejak dulu" guman Asma yang sangat kegirangan saat mendengar ucapan sang calon mertua, Hati wanita itu sangat merasa bahagia dan ingin sekali dia meloncat akibat terlalu girang tapi dia harus menjaga kesopanan nya di hadapan calon mertua nya.
"Kalau kami tergantung dengan Asma saja, Jika Asma menyetujui nya dan mau kami hanya bisa menerima dan juga memberi restu" jawab Erdin akan penjelasan Andra.
"Bagaimana Asma?" tanya Erdin menatap Asma, Asma menundukkan kepala karna semua orang yang ada di ruangan itu menatap nya dan setelah itu dia mengangguk pelan. Kedua orang tua Angga juga sudah mengetahui akan Asma yang anak yatim piatu dan baru tau jika orang tua angkat Asma itu dari kalangan orang kaya.
"Syukurlah jika kau mau" ucap Merri saat melihat anggukan Asma, Semua orang di ruang itu bahagia akan Asma yang menerima lamaran dari Angga itu.
"Minggu depan akan saya siapkan acara pernikahan kedua anak kita" ucap Andra kepada Erdin, Erdin mengangguk mengiyakan nya karna dia juga tidak masalah jika Asma cepat menikah dan dia juga akan membiaya kan nikahan Asma jika kedua orang tua Angga tidak mampu tapi kedua orang tua Angga mampu membiayai pernikahan anak nya meskipun mereka tidak terlalu kaya tapi mereka sedikit berlebih kehidupan nya.
Naisa dan Aldi baru saja kembali dari berkeliling komplek karna hari juga sudah mulai siang dan Aldi tidak mau Naisa bertambah sakitnya akibat terkena panas siang hari Seperti demam. "Mobil siapa ini?" tanya Aldi saat melihat mobil mewah terparkir di depan rumah nya tapi tidak kalah mewah dengan mobil milik nya tapi mobil itu bukan milik orang rumahnya setau nya.
"Aku seperti tidak asing akan mobil ini" ucap Naisa yang memang merasa tidak asing akan mobil itu.
"Kita masuk saja" ajak Aldi kepada Naisa dan kembali mendorong kursi roda Naisa masuk ke dalam rumah. Naisa tidak menjawab nya dan hanya diam di atas kursi roda itu.
Ckleek
"Iya tante" jawab Naisa dengan senyum yang mengembang menatap Andini.
"Ada apa ini? kenapa ramai sekali?" tanya Aldi dengan wajah datar nya menatap keramaian di rumah nya itu. Naisa mencubit perut lelaki itu karna cara bicara dan nada bicara nya sungguh tidak enak untuk di dengar.
"Auu, Kenapa kau mencubitku?" tanya Aldi dan memegang perut nya dan mengusap nya.
"Berbicaralah dengan sopan, Mereka semua lebih tua dari mu" jawab Naisa dengan nada pelan kepada Aldi karna dia melihat Angga dan menurutnya dua orang yang di samping Angga itu keluarga Angga dan nampak sudah berusia makanya dia berbicara seperti itu.
"Sedang apa ini ma?" tanya Aldi dengan nada biasa kepada ibu nya tapi tetap saja wajah nya tidak bisa berbohong dan masih memasang wajah datar.
"Ini, Angga ingin melamar Asma" jawab Andini yang sudah mengethui nama Angga.
"Apa?" ucap Naisa dan Aldi yang bersamaan dan sama sama kaget mendengar jawaban Andini. Semua orang yang ada di sana menoleh ke arah Naisa dan juga Aldi dan menatap heran akan kedua orang itu yang nampak nya kaget mendengar kabar Angga yang melamar Asma.
"Kenapa kalian berdua kompak sekali?" tanya Erdin kepada Naisa dan juga Aldi. Naisa dan Aldi langsung tersadar akan apa yang mereka ucapkan dan langsung tersenyum.
"Oh, Tidak apa pa" jawab Aldi dengan senyum yang mengembang kepada ayah nya itu sedangkan Naisa hanya tersenyum menatap Erdin.
"Duduk lah kalian berdua" ucap Asma saat melihat tidak duduk dan masih di tempat mereka tadi.
"Ah tidak usah kak, Kami kelelahan, Sepertinya kami akan kembali ke atas" jawab Aldi dengan senyum yang mengembang sedangkan Naisa hanya melebarkan senyuman nya sedari tadi.
"Baiklah" jawab Asma mengangguk mengerti akan itu, Aldi juga mengangguk mengiyakan nya dan setelah itu langsung berlalu dari sana dan masuk ke dalam lift. Aldi melebarkan senyuman nya kepada orang yang ada di dalam ruang tamu saat dia masuk ke dalam lift begitupun dengan Naisa hingga lift itu tertutup.
"Benar kak Asma ingin menikah dengan Angga secepat ini?" tanya Aldi kepada Naisa.
"Hem, Aku juga tidak tau, Kitakan belum mengetahui kapan mereka menikah" jawab Naisa akan pertanyaan Aldi itu karna memng belum sempat bertanya.
"Tapi jika memang benar bukankah ini terlalu cepat?" tanya Aldi lagi dengan berlau keluar dari dalam lift karna lift sudah sampai di lantai dua.
"Mereka itu sudah sepatutnya untuk menikah dan seharusnya mereka sekarang sudah memiliki anak jadi tidak apa jika di segerakan" jelas Naisa pendek kepada Aldi.
"Tapi mereka kan baru kenal beberapa bulan ini, Bukankah itu terlalu cepat?" tanya Aldi lagi sambil membuka pintu kamar Naisa dan masuk ke dalam kamar itu.
"Menurutku tidak, Malahan bagus jika di percepat" jawab Naisa akan pertanyaan Aldi.
"Ah tapi memang bagus untuk kak Asma menikah sekarang karna ada juga pendamping nya dan dia juga tidak susah lagi untuk bekerja" jelas Aldi dan mendudukkan tubuh nya di atas ranjang Naisa dan menghadap ke arah Naisa yang masih duduk di atas kursi roda.
"Memang nya kenapa jika kak Asma susah bekerja?" tanya Aldi.
"Cobalah lihat dia sangat kurus akibat bekerja terlalu giat, Sama seperti mu" jawab Aldi akan pertanyaan Naisa itu.
"Nanti jika kau sudh menjadi istriku, Aku tidak akan membiarkan mu bekerja karna aku yang akan bekerja untuk mu, dan kau hanya perlu menjadi nyonya Aldi dan mengurus anak anak kita nanti" jelas Aldi dengan senyuman yang mengembang menatap Naisa, Dahi Naisa mengerut saat mendengar penjelasan itu dan sudut bibir atas nya pun naik saat mendengar ucapan itu.
"Sudahlah, Jangan terlalu banyak menghayal lebih baik kita makan, Aku lapar" ucap Naisa kepada Aldi.
"Hey aku tidak menghayal karna itu nanti akan menjadi nyata" jawab Aldi yang tidak terima akan Naisa yang mengatakan jika dia itu menghayal.
"Iya apa katamu saja, Aku lapar, Apa kau tidak berniat ingin memberi ku makan?" tanya Naisa dengan menatap lekat Aldi.
"Baiklah" jawab Aldi dan langsung menghubungi telpon di bawah.
"Bi tolong bawakan makanan untukku dan juga Naisa ke atas" perintah Aldi.
"Baik tuan" jawab bibi itu, Aldi kembali meletakkan telpon itu ke tempat nya dan kembali menatap lekat wajah Naisa.
"Kenapa tidak kita saja yang terlebih dahulu menikah?" tanya Aldi dengan menatap lekat Naisa yang sedang minum itu.
Silahkan mampir ke novel terbaru author ya, Terima kasih yang sudah mampir❤