I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 100



"Makan lah sendiri" ketus Naisa yang kesal dan tidak menoleh ke arah Aldi lagi.


"Perkenalkan nama ku Angga putra" ucap lelaki yang sedang bersama dengan Asma itu dengan menyodorkan tangan nya kepada Asma.


"Oh, Nama ku Asma kristina" jawab Asma dengan menerima jabatan dari tangan Angga.


"Maaf jika tadi kau menunggu lama" ucap Angga kepada Asma.


"Oh, Tidak apa apa, Aku juga baru sampai" jawab Asma dengan melebarkan senyuman nya kepada Angga.


"Seperti nya dia memiliki hati yang lembut" guman Angga karna dia bisa sedikit membaca ekspresi wajah orang.


"Kau sudah pesan makan?" tanya Angga kepada Asma dengan melebarkan senyuman nya.


"Belum, Baru saja ingin memesan nya dan kau sudah datang" jawab Asma dengan melebarkan senyuman nya kepada Angga.


"Yasudah silahkan pesan, Aku akan membayar nya" ucap Angga dan mempersilahkan Asma untuk memesan makanan dan dia juga ikut melihat menu dan memanggil pelayan resto itu dan memesan makanan nya dan Asma. Setelah selesai memesan makanan pelayan tadi berlalu, Angga menatap ke arah Asma dan Asma pun melebarkan senyuman nya kepada Angga, Angga juga ikut melebarkan senyuman nya kepada Asma dan senyuman mereka berdua nampak sangat tulus.


"Lihat lah itu, Mereka berdua saling melempar senyum" ucap Naisa dengan menatap sedikit aneh melihat Asma dan juga lelaki yang belum ia kenal itu saling melempar senyum, Aldi menoleh ke arah Asma dan juga Anggi dan benar saja yang di bilang oleh Naisa jika mereka berdua saling melempar senyum.


"Itu pertanda jika kak Asma sedikit tidak nyaman dan takut" ucap Aldi dengan menatap lekat Naisa.


"Maksud mu?" tanya Naisa kepada Aldi.


"Tidak terlalu buruk" guman Asma yang menatap lekat Angga yang tersenyum kepada nya itu.


"Ah tapi aku tidak mencari yang tampan, Aku mencari lelaki yang baik dan tulus sayang kepada ku" guman Asma. Asma memang pernah di kecewakan di masa lalu saat dia sekolah menengah pertama dan waktu itu dia sangat mencintai kekasih nya sewaktu itu tapi dia di kecewakan oleh lelaki itu padahal saat itu Asma sudah menyiapkan hadiah dan suprise untuk kekasih nya itu karna saat itu hubungan mereka sudah masuk ke satu tahun tapi lelaki nya itu malah menghianati nya.


"Kenapa kau tidak makan?" tanya Naisa kepada Aldi karna dia tidak melihat Aldi kembali makan.


"Suapi aku lagi" jawab Aldi dengan membuka mulut nya lebar supaya Naisa kembali menyuapi nya.


"Aku Aku tidak mau, Makan saja sendiri" jawab Naisa tanpa menoleh ke arah Aldi dan pokus ke Asma dan lelaki yang menabrak nya tadi yang ia belum tau siapa nama nya.


"Yasudah aku tidak akan makan" jawab Aldi. Naisa menoleh ke arah Aldi yang sama sekali tidak menyentuh sendok atau garpu itu.


"Makan saja sendiri, Makan juga makanan milik ku ini" ucap Naisa.


"Aku akan memakan nya tapi kau harus menyuapi ku" jawab Aldi dengan menatap lekat Naisa.


"Makan lah sendiri, Aku sedang melihat kak Asma dengan pacar nya" ucap Naisa dengan mata yang pokus ke Asma dan juga lelaki tadi.


"Yasudah aku tidak akan makan makanan ku atau pun makanan mu" jawab Aldi.


"Tapi ini mubazir jika tidak di makan" ucap Naisa lagi yang kembali menatap lekat Aldi.


"Makanya suapi aku Naisa" jawab Aldi dengan membuka lebar mulut nya kembali. Naisa menatap kesal ke arah Aldi dan terpaksa mengiyakan nya dan mengambil makanan Aldi dan makanan milik nya tadi dan memotong makanan itu kecil kecil. Aldi tersenyum melihat Naisa mengiyakan nya dan ingin menyuapi nya.


"Buka mulut mu" perintah Naisa dengan tatapan datar kepada Aldi. Aldi membuka mulut nya dengan senang hati dan menatap lekat Naisa. Naisa mulai menyuapi Aldi makan sampai habis makanan milik Aldi, Aldi pun minum saat makanan milik nya habis.


"Kenyang sakali" guman Aldi saat sudah selesai minum dan menoleh ke arah Naisa. Naisa sedang memotong steak nya menjadi kecil kecil.


"Tidak mungkin aku memakan itu lagi" guman Aldi dengan menatap steak yang di potong oleh Naisa kecil kecil itu. Naisa kembali menyodorkan garpu yang sudah ada daging sapi itu kepada Aldi.


"Aku sudah sangat kenyang" guman Aldi dengan menatap makanan yang di sodorkan oleh Naisa kepada nya.


"Kau sudah kenyang?" tanya Naisa kepada Aldi dan hendak menurunkan makanan tadi tapi dengan segera Aldi mengambil tangan wanita itu dan memasukkan makanan tadi ke dalam mulut nya. Aldi melepaskan tangan Naisa dan Naisa menoleh ke arah nya, Aldi melebarkan senyuman nya kepada Naisa dan itu menandakan jika dia baik baik saja.


"Jika kau sudah kenyang tidak usah di paksa ingin makan" ucap Naisa yang berpikir jika Aldi itu kekenyangan, Naisa menatap sedikit ngeri akan steak tapi dia harus memakan nya dari pada mubazir.


"Eh" ucap Aldi dan menurunkan tangan Naisa yang ingin memasukkan potongan daging ke dalam mulut.


"Jika kau tidak menyukai nya tidak usah di makan" ucap Aldi dan mengambil alih piring yang berisi makanan Naisa itu.


"Tapi kau..." ucap Naisa yang terpotong oleh Aldi yang sudah melahap makanan itu.


"Diamlah kau, Biar aku saja yang memakan nya" ucap Aldi denagn mulut penuh menatap Naisa yang nampak sedikit hawatir dengan nya. Naisa tidak menjawab nya dan memilih untuk diam dan memperhatikan Aldi yang sedang makan.


"Seperti nya dia tidak ingin mengecewakan ku" guman Naisa dengan senyum yang mengembang menatap Aldi makan dengan paksa.


"Al jika kau sudah kenyang jangan di makan lagi" ucap Naisa dan mengambil alih piring yang ada di hadapan Aldi. Aldi tidak menjawab atau pun mengambil balik piring itu karna memang dia sudah sangat tidak kuat jika harus menghabiskan makanan itu dan makanan itu hanya termakan sedikit oleh nya.


"Astaga untung saja dia menghentikan ku" guman Aldi yang sangat bersyukur saat Naisa menghentikan nya untuk melanjutkan makan nya.


"Minum ini" ucap Naisa dan berjalan ke arah Aldi dan membimbing Aldi untuk minum minuman itu. Aldi menerima minuman itu dan juga menerima bimbingan dari Naisa.


Setelah selesal Aldi minum Naisa kembali mendudukkan tubuh nya di tempat nya dengan rapi. Wajah Aldi nampak belum kembali biasa dan masih memasang wajah kekenyangan nya tapi dia tidak memperdulikan itu dan mengalihkan pandangan nya ke belakang untuk melihat Asma dan lelaki yang bersama nya.


"Apa yang mereka katakan?" tanya Aldi dengan mengalih ke arah Naisa.


"Aku juga tidak mendengar nya" jawab Naisa dengan mengangkat kedua bahu nya karna dia memang tidak bisa mendengar apa yang di bicarakan oleh Asma dan lelaki tadi.


"Ayo kita ke sana untuk mendengar apa yang mereka katakan" ajak Aldi kepada Naisa. Naisa yang awal nya menatap Asma dan Angga pun menoleh ke arah Aldi dengan tatapan heran.


Dahi Aldi mengerut saat Naisa mengatakan itu. "Kenapa memang nya?" tanya Aldi kepada Naisa.


"Jika kita ke sana itu akan menganggu mereka" jawab Naisa yang kesal akan ajakan Aldi yang tidak masuk akal dan bodoh bagi nya.


"Kita hanya mendengar ucapan mereka, Bukan menganggu mereka" ucap Aldi.


"Kau ini semakin tua semakin bodoh saja" ketus Naisa dan membuang pandang nya dari Aldi. Aldi terkekeh melihat wajah kesal Aldi karna memang niat Aldi ingin membuat Naisa kesak karna sedari tadi Naisa hanya diam makanya dia mencoba memancing kekesalan dan amarah Naisa.


"Kenapa kau malah tertawa?" ketus Naisa dan kembali menoleh ke arah Aldi yang terkekeh itu.


Aldi menghentikan tawa nya. "Aku tidak tertawa" jawab Aldi datar tanpa tawa lagi. Naisa tidak menjawab nya dan mengalihkan pandangan nya dari Aldi dan kembali pokus ke Asma.


Asma dan Angga mengobrol dan mencoba untuk dekat satu sama lain. "Asik" guman Asma saat berbicara dengan Angga dan melihat cara bicara Angga dan candaan Angga.


"Mereka lama sekali" ucap Naisa dengan menguap karna mengantuk. Aldi yang awal nya pokus ke Asma pun menoleh ke arah Naisa yang nampak sudah lelah dan mengantuk.


"Kau mengantuk?" tanya Aldi kepada Naisa.


"Sudah tau masih saja bertanya" jawab Naisa dan kembali menguap. Aldi tidak menjawab dan langsung berlaku ke sana menuju ke kasir resto itu dan membayar makan nya dan juga Naisa. Setelah selesai membayar makanan tadi Aldi kembali ke dekat Naisa yang nampak sangat mengantuk itu, Aldi mendekatkan kursi tempat duduk nya tadi ke dekat Naisa dan lebih tepat nya di samping Naisa.


"Ayo kita pulang" ajak Aldi karna dia kasihan melihat Naisa yang mengantuk.


"Kak Asma belum pulang dan tidak mungkin kita membiarkan nya sendiri dengan lelaki itu" jawab Naisa lemah dan masih berpikir jika Angga bukan lah orang baik. Aldi membenarkan ucapan Naisa itu karna dia juga kurang percaya akan Angga di tambah lagi baru bertemu.


"Bersandarlah di sini jika kau mengantuk" ucap Aldi dengan menepuk pelan bahu nya supaya Naisa bersandar di bahu nya. Naisa menoleh ke arah Aldi dengan tatapan mengantuk nya.


"Tidurlah di sini, Nanti aku akan membangunkan mu" ucap Aldi dan menyenderkan kepala Naisa ke bahu nya, Naisa tidak memberontak atau pun melepaskan kepala nya dari bahu Aldi karna itu tempat ternyaman dan yang dia ingin kan saat ini.


"Tidurlah" ucap Aldi dengan melebarkan senyuman nya kepada Naisa dan mengusap lembut kepala Naisa yang sedang berada di bahu nya itu. Naisa tidak menjawab dan mulai memejamkan mata nya sampai tertidur dengan kenyamanan yang ia rasakan saat ini.


"Bisa di ajak menjadi teman" guman Angga dengan senyum yang melebar menatap Asma.


"Teman hidup" guman nya kembali dengan senyum yang sangat melebar menatap Asma.


"Ini sudah sangat malam As, Apa kau tidak ingin pulang?" tanya Angga kepada Asma yang sedang minum itu.


Asma menghentikan minum nya dan menoleh ke jam yang ia kenakan dan benar saja sudah sangat larut. "Oh iya, Sudah sangat larut" jawab Asma dan menatap lekat Angga.


"Yasudah ayo aku antarkan kau pulang" ajak Angga kepada Asma.


"Ah tidak usah, Aku bisa menaiki kendaraan umum" jawab Asma sambil melebarkan senyuman nya kepada Angga.


"Ini sudah sangat larut dan lebih baik aku mengantar mu pulang" ucap Angga yang kembali menawarkan tumpangan pulang untuk Asma.


"Hem, Baiklah" jawab Asma yang juga takut jika nanti tidak ada kendaraan umum yang lewat karna hari sudah sangat larut. Asma dan Angga berlalu dari retoran itu dan Aldi bisa melihat jelas itu. Aldi menoleh ke arah Naisa yang sedang tertidur nyenyak di bahu nya itu.


"Aku tidak tega membangunkan nya" guman Aldi karna memang dia tidak tega membangunkan Naisa yang nampak kelelahan itu. Aldi langsung menggendong Naisa dan keluar dari restoran yang hampir tutup itu dan hanya sedikit saja pelanggan yang datang ke sana. Sesampai di parkiran Aldi membuka pintu mobil nya bagian samping kemudi dan setelah itu dia langsung meletakkan tubuh kecil Naisa di atas kursi mobil itu.


Naisa sama sekali tidak terganggu akan itu karna Aldi meletak nya dengan sangat pelan ke dalam mobil itu. Aldi menutup pintu yang di dekat Naisa dan berjalan ke arah pintu yang di dekat kemudi dan langsung masuk ke dalam mobil bagian kemudi. Saat masuk ke dalam mobil, Aldi menoleh ke arah Naisa dan melihat sabuk pengaman Naisa belum ia kenakan.


Aldi mendekat ke arah Naisa dan mengenakan sabuk pengaman Naisa. "Wangi sekali" ucap Naisa dengan memegang kepala Aldi yang sedang berada tepat di hadapan nya itu.


"Dia bangun?" guman Aldi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Terima kasih banyak untuk reader setia novel ini yang sudah membaca novel ini sampai memasuki episode 100. Author mai kasih hadiah untuk kalian para reader setia kesayangan author. Author mau kasih pulsa buat tiga orang dan author bakal umumin lewat instastory author jadi pantau selalu instastory atau instagram story author ya nama instagram nya @suci.lestari44, Semoga kalian semua selalu sehat.


Terima kasih reader tercinta❤***