I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 58



Dia kembali meletakkan jam itu kembali ke dalam kotak dan meletakkan nya di dalam lemari kecil di samping ranjang nya itu dan kembali merebahkan tubuh nya. "Apa aku harus mencoba mencintai Maya dan melupakan Naisa?" guman Renald dengan menatap langit langit kamar nya karna memang dia selalu teringat akan Naisa wanita yang sudah membuat nya jatuh hati dan susah untuk di luapakn.


"Aku harus mulai mencoba melupakan Naisa dan mulai mencintai Maya" guman Renald lagi dan langsung memejamkan mata nya sampai akhir nya tertidur sore itu.


Di rumah Naisa


Aldi dan juga Sahlan masih berada di sana begitupun dengan Naisa dan Asma yang belum masuk ke dalam rumah. "Aldi bagaimana keadaan Rafli?" tanya Sahlan kepada Aldi tanpa bermaksud menyindir Naisa atau apa pun.


"Hem" jawab Aldi dengan mengangkat kedua bahu nya menandakan tidak tau.


"Kalian tidak mau pulang? hari sudah hampir gelap" ucap Asma karna dia ingin beristirahat dan mengobrol dengan Naisa.


"Kau mengusir kami?" tanya Sahlan kepada Asma.


"Tidak, Aku hanya mengingat kan kalian" jawab Asma.


"Jika bukan mengusir kenapa cara berbicara mu seperti itu?" tanya Sahlan lagi.


"Lelaki ini kenapa mulut nya sama seperti wanita?" guman Naisa dengan menatap Sahlan dengan dahi yang mengerut.


"Jika aku memang mengusir kalian kenapa? ada masalah?" ketus Asma yang tidak mau kalah dari Sahlan.


"Kau ini..." ucap Sahlan terpotong oleh Aldi.


"Kau ini sejak dulu sampai sekarang tidak pernah berubah selalu seperti ini, Ayo kita pulang" potong Aldi dengan berdiri di hadapan Sahlan.


"Untung saja Aldi mengajak ku pulang jika tidak kau..." ucap Sahlan lagi dengan melototkan mata nya kepada Asma dan ucapan nya terpotong lagi oleh Aldi.


"Kau ini lelaki tapi mulut perempuan" potong Aldi yang baru saja ingin masuk ke dalam mobil yang ia bawa tapi dia masih melihat Sahlan berdiri di depan rumah Naisa makanya dia menghentikan langkah kaki nya dan menoleh ke arah mereka.


"Dia mengatai orang tapi dia tidak sadar dengan perilaku nya" guman Naisa yang mendengar ucapan Aldi karna Aldi juga sama seperti Sahlan. Sahlan tidak menjawab nya lagi dan dia pun langsung berlalu dari sana dan masuk ke dalam mobil nya. Aldi terlebih dahulu melajukan mobil nya keluar dari area perumahan Naisa dan di susul oleh Sahlan.


Naisa dan Asma yng sudah tidak melihat mobil Aldi dan juga Sahlan pun memilih masuk ke dalam rumah dan Naisa tidak lupa membawa piring dan gelas ke dalam rumah. "Nai jika kau mandi, Mandi lah terlebih dahulu" ucap Asma kepada Naisa karna dia ingin beristirahat sebentar.


"Baiklah" jawab Naisa dan mengambil alat mandi dan setelah itu langsung masuk ke dalam kamar mandi. Setelah selesai mandi Naisa kembali ke ruang tengah dan melihat Asma yang sedang menonton televisi.


"Kak" panggil Naisa dengan mendudukkan tubuh nya di samping Asma. Asma menoleh ke arah nya.


"Kau sudah selesai?" tanya Asma kepada Naisa. Naisa mengangguk mengiyakan nya sambil melebarkan senyuman nya.


"Kakak akan mandi terlebih dahulu, Kau jangan kemana mana" ucap Asma. Naisa mengangguk mengiyakan nya dan dan mengambil alih remot tv dan mengalihkan acara tv itu. Asma sudah selesai mandi dan mengenakan baju dan setelah itu dia kembali menghampiri Naisa. dia mendudukkan tubuh nya tepat di samping Naisa dan Naisa menoleh ke arah nya tanpa mengatakan apa apa dan setelah itu kembali pokus ke televisi.


"Nai" panggil Asma,


"Iya kak" jawab Naisa sambil menoleh ke arah Asma.


"Kau kenal dengan Aldi sejak kapan?" tanya Asma kepada Naisa.


"Sejak aku bekerja di toko, Memang nya ada apa?" tanya Naisa dengan menatap lekat wajah Asma.


"Emm tidak, Apa sebelum di toko kalian pernah bertemu?" tanya Asma kembali. Naisa mengingat ingat apa dia pernah bertemu dengan Aldi atau tidak tapi setau nya dia tidak pernah bertemu dengan Aldi.


"Waktu kecil apa kalian tidak pernah bertemu?" tanya Asma yang sama sekali tidak masuk akal, Biar pun Naisa dan Aldi bertemu pasti Naisa terlupa akan pertemuan itu karna itu saat dia masih bayi dia bertemu dengan Aldi.


"Hem" jawab Naisa dengan menggelengkan kepala nya karna memang dia tidak pernah bertemu dengan Aldi mau itu saat besar atau pun saat kecil pikir nya. Asma tidak menjawab lagi karna dia tidak tau ingin mengatakan apa lagi.


"Memang nya kak Asma bertanya seperti itu kenapa?" tanya Naisa kepada Asma.


"Oh tidak, Tidak apa apa" jawab Asma akan pertanyaan Naisa. Naisa mengangguk mengerti akan ucapan Asma meskipun dia belum mempercayai ucapan Asma.


"Yasudah kak aku akan beristirahat karna besok kan senin sekolah" pamit Naisa.


"Tidur lah" jawab Asma sambil melebarkan senyuman nya kepada Naisa. Naisa mengangguk mengiyakan nya dan masuk ke dalam kamar nya untuk beristirahat.


Keesokan pagi nya.


Seperti biasa Naisa terbangun terlebih dahulu dan melakukan aktivitas nya setiap pagi. Setelah selesai bersarapan dan juga bersiap dia pun langsung berlalu dari rumah nya itu dan berjalan menuju ke sekolah nya. Tidak ada hambatan saat dia berangkat ke sekolah.


Sesampai di sekolah Naisa langsung masuk ke dalam kelas nya dan memilih untuk membaca buku sebelum jam masuk. "Hey" sapa Aldi yang baru datang dan menatap Naisa. Naisa menoleh sekilas ke arah Aldi dan setelah itu dia kembali melanjutkan membaca nya.


"Kau sedang membaca apa?" tanya Aldi kepada Naisa.


"Lihat sendiri" jawab Naisa datar tanpa menatap Aldi. Aldi pun mengikuti ucapan Naisa dan berusaha ingin melihat buku apa yang di baca oleh Naisa tapi dia tidak bisa melihat nya tapi dia tidak putus asa dan langsung mengambil alih tangan Naisa yang sedang memegang buku itu dan melihat buku yang di baca oleh Naisa.


Jantung Naisa berdetak lebih cepat dari sebelum nya saat Aldi memegang kedua tangan nya. Sedangkan Aldi dia biasa saja mungkin karna dia belum menyadari nya. Renald yang baru sampai pun melihat tangan Aldi yang menggenggam kedua tangan Naisa dan Naisa melihat Renald yang menatap nya, Naisa pun langsung melepaskan tangan nya dari tangan Aldi dan itu membuat Aldi langsung tersadar akan tangan nya yang memegang tangan Naisa.


.


.


.


.


.


.


.


.


Halo reader setia author, Makasih udah setia baca novel author sampai saat ini, Author harap kalian suka sama cerita dari kehaluan author ya, Dan author juga minta maaf kalo cerita nya kurang seru karna fikiran author kadang traveling memikirkan cerita lain tapi author usahakan akan memberikan cerita yang terbaik untuk klian baca jangan lupa mampir ke novel author yang lain dan tinggalin jejak karna jejak kalian sangat penting bagi author, Terima kasih reader setia❤


Sehat selalu ya kalian❤


.


.