
"Kau bodoh? aku tidak menikah sekarang" jawab Naisa dengan menatap kesal ke arah Aldi.
"Kenapa memang nya?" tanya Aldi dengan menatap lekat Naisa yang ada di hadapan nya itu.
"Kita setahun lagi akan wisuda dan tidak mungkin aku menikah sebelum aku menjadi sarjana" jawab Naisa dengan wajah kesal nya.
"Jadi kita pacaran sekarang?" tanya Aldi dengan menatap lekat wajah Naisa yang ada di hadapan nya itu.
"Tidak" jawab Naisa akan pertanyaan Aldi.
"Kenapa tidak?" tanya Aldi dengan menatap lekat Naisa yang ada di hadapan nya itu.
"Aku kan sudah bilang kepadamu jika ayah tidak membolehkan ku untuk berpacaran jadi kita tunggu saja satu tahun lagi baru kita menikah" jelas Naisa panjang lebar kada Aldi dan melepaskan diri dari Aldi karna Aldi sudah melonggarkan kaki nya dari tubuh nya.
"Aku akan ke sana" ucap Naisa dan berlalu dari sana, Aldi tersenyum bahagia saat mengingat ucapan Naisa yang sudah yakin akan nya meskipun dia harus menunggu satu tahun lagi tapi tidak apa apa yang penting dia sudah mendapatkan kepercayaan dan keyakinan dari Naisa, Aldi juga ikut berlalu dari sana dan menyusul Naisa yang sedang berada di di dapur karna dia kembali ke dapur.
"Shht mereka selalu saja berdua" guman Ressa yang kesal saat melihat Aldi dan Naisa yang selalu berdua setiap saat.
"Huh" Ryhan mendengus kasar karna dia tidak tau lagi apa yang harus di buat untuk mendapatkan perhatian Naisa.
Naisa sudah selesai memasak bersama teman teman nya dan anak anak juga mulai berdatangan untuk mengambil makanan, Aldi mengantri paling depan dengan membawa dua piring. "Untuk siapa kau membawa piring?" tanya Fany kepada Aldi.
"Untukku dan Naisa" jawab Aldi akan pertanyaan Fany. Fany tidak menjawab nya dan memilih untuk berlalu dari sana, Aldi mengambil makanan untuk nya dan juga Naisa dan memasukkan makanan cukup banyak ke dalam piring Naisa supaya Naisa makan banyak.
Setelah selesai mengambil makanan untuk nya dan juga Naisa, Aldi langsung berlalu dari sana dan mencari keberadaan Naisa yang entah di mana. "Di mana wanita itu?" guman Aldi yang tidak menemukan Naisa di mana mana.
"Kau ada melihat Naisa?" tanya Aldi ke salah satu wanita yang berjalan di hadapan nya.
"Dia di sana" jawab wanita itu sambil menunjuk ke arah Naisa yang sedang berada di bawah pohon bersama Ryhan.
"Terima kasih" ucap Aldi dan langsung berlalu ke sana dan langsung menghampiri Naisa, Sesampai di dekat Naisa, Aldi langsung mendudukkan tubuh nya di antara Naisa dan juga Ryhan.
"Apa apaan kau ini" ketus Ryhan karna Aldi menyelip di antara nya dan juga Naisa padahal jarang untuk nya dapat berbicara berdua bersama Naisa seperti ini apa lagi duduk berdua.
"Ini aku mengambil makanan untuk mu dan untukku" ucap Aldi dan menyodorkan salah satu piring yang berisi makanan kepada Naisa tanpa menjawab ucapan Ryhan tadi.
"Kau mengambil nya untukku?" tanya Naisa kepada Aldi.
"Hem" jawab Aldi mengangguk mengiyakan nya dengan senyum yang melebar menatap Naisa, Naisa menerima makanan yang di berikan oleh Aldi kepada nya itu dengan senang hati.
"Sshht" umpat Ryhan kesal dan langsung beranjak berdiri dari sana karna dia sudah tidak di perhatikan oleh Naisa. Aldi tersenyum melihat Ryhan yang sudah berlalu dari sana.
"Ayo makan lah" ucap Aldi mempersilahkan Naisa untuk makan.
"Tanpa kau suruh aku juga akan makan" jawab Naisa dan melahap makanan yang di bawakan oleh Aldi dengan sendok yang penuh dia menyuapi makanan itu ke dalam mulut nya, Aldi tersenyum bahagia saat melihat Naisa makan dengan mulut penuh seperti itu karna dia senang wanita yang tidak malu jika makan di hadapan lelaki sama seperti Naisa.
"Kenapa kau melihatku seperti itu?" tanya Naisa dengan mulut penuh nya kepada Aldi.
"Aku menyukai kau yang suka makan" jawab Aldi dan ikut melahap makanan milik nya, Naisa tidak melanjutkan pembicaraan dengan Aldi dan dia kembali melahap makanan nya dengan lahap.
"Di mana Fany?" tanya Naisa yang tidak melihat Fany di sekitar nya.
"Dia masih di dapur" jawab Aldi dengan mulut penuh nya.
"Apa yang dia lakukan di dapur? apa dia sudah makan?" tanya Naisa lagi kepada Aldi.
"Mana aku tau, Akukan di sini bersama mu bukan di dapur" jawab Aldi akan pertanyaan Naisa yang di lontarkan keada nya itu.
"Biasa saja menjawab nya tidak marah seperti itu" ketus Naisa karna menurutnya Aldi marah dan berbicara ketus kepada nya padahal tidak.
"Aku sudah biasa saja menjawab nya" jawab Aldi.
"Terserah" ucap Naisa dan kembali melahap makanan nya dengan menatap kesal ke arah Aldi. Aldi juga tidak melanjutkan percakapan nya dan juga Naisa dan kembali melahap makanan milik nya.
"Kau tidak membawa air?" tanya Naisa kepada Aldi.
"Astaga, Aku lupa membawa air, Sebentar biar aku ambilkan" jawab Aldi dan ingin berlalu dari sana tapi dengan segera Naisa menarik tangan nya karna makanan Aldi belum habis.
"Biar aku saja yang mengambil nya, Kau tunggu lah di sini dan lanjutkan makan mu" ucap Naisa dan beranjak berdiri dari duduk nya dan langsung berlalu dari sana dengan membawa piring bekas makan nya tadi dan kembali menuju ke dapur.
Aldi juga tidak bisa melarang karna Naisa yang sudah berlalu dari dekat nya dan dia memilih untuk kembali melahap makanan nya dengan lahap, Setelah selesai dia melahap makanan nya Naisa datang dengan membawa dua air aqua untuk nya dan juga Aldi. Naisa kembali mendudukkan tubuh nya di samping Aldi.
"Sudah selesai makan?" tanya Naisa dengan menyodorkan air minum kepada Aldi. Aldi menerima air minum yang di sodorkan oleh Naisa kepada nya itu.
"Sudah tau masih saja bertanya" jawab Aldi dan membuka air minum yang di berikan oleh Naisa kepada nya dan meminum nya, Naisa tidak menjawab perkataan lelaki itu lagi dan berusaha membuka tutup air mineral nya itu tapi dia kesusahan karna tutup nya terlalu keras, Aldi menoleh ke arah wanita yang ada di samping nya itu dan melihat wanita itu kesusahan untuk membuka air minum, Aldi langsung mengambil air mineral itu dari tangan Naisa dan membuka air itu.
"Jika kesusahan berbicaralah" ucap Aldi dan menyodorkan air mineral yang sudah terbuka itu kepada Naisa. Naisa tidak menjawab nya dan meminum air itu, Aldi menatap wanita yang sedang minum di samping nya itu dan mata nya tertuju kepada leher Naisa yang putih dan sedang meneguk air itu.
"Astaga" guman Aldi dan langsung mengalihkan pandangannya dari Naisa karna dia baru pertama kali melihat leher putih Naisa yang sedang meneguk dan dia takut itu akan membangkitkan hasrat nya jika terus melihat itu.
Naisa yang sudah selesai minum pun menoleh ke arah Aldi yang membuang pandang dari nya. "Kenapa kau?" tanya Naisa dengan menatap lekat wajah Aldi, Aldi menoleh sekilas ke arah nya.
"T-tidak" jawab Aldi sedikit gelagapan. Naisa yang mendengar Aldi yang sedikit gagu pun menatap heran ke arah Aldi dengan dahi yang mengerut.
"Bukan nya tenda mu di sebelah sana?" tanya Naisa kepada Aldi dengan menunjuk ke arah kanan. Aldi menoleh ke arah Naisa lagi.
"Hem, Oh iya" jawab Aldi dan langsung berputar balik dan berjalan dengan cepat menuju ke tenda nya.
"Ada apa dengan nya?" guman Naisa yang sangat bingung akan tingkah Aldi.
Aldi sudah sampai di dekat tenda nya dan langsung masuk ke dalam tenda nya dan piring bekas nya makan tertinggal di dekat Naisa tadi, Saat masuk ke dalam tenda Aldi sudah menemukan Azlan yang berbaring di dalam tenda. Aldi mendudukkan tubuh nya di samping Azlan.
"Hampir saja tuhan" ucap Aldi dengan berusaha menyetabilkannya detak jantung nya dan nafas nya.
"Apa yang hampir saja?" tanya Azlan kepada Aldi.
"Kau tau aku tadi melihat...." ucap Aldi yang terpotong karna tidak mau bercerita dengan siapa siapa.
"Melihat apa?" tanya Azlan dengan menatap lekat Aldi karna ucapan Aldi tadi terpotong.
"Tidak, Aku tidak boleh mengatakan masalah ini, Nanti jika Azlan tau dia bakal melihat bagai mana bentuk nya" guman Aldi yang sangat takut jika Azlan melihat leher putih Naisa.
"Tidak jadi" jawab Aldi akan pertanyaan Azlan, Azlan menatap heran ke arah lelaki itu karna tidak biasanya dia berhenti bercerita.
"Terserah kau saja" jawab Azlan dan kembali memainkan ponsel nya.
"Aku harus bisa mengontrol diri" guman Aldi karna dia takut karna hasrat nya Naisa akan menjauh dari nya nanti.
"Naisa bukan seperti wanita lain yang ingin memberikan tubuh nya kepadamu bodoh" guman Aldi lagi dan memukul kepala nya, Azlan bisa melihat itu, Dahi nya mengerut saat melihat Aldi yang memukul mukul kepala.
"Ada apa dengan mu Al?" tanya Azlan kepada Aldi.
"Tidak apa apa" jawab Aldi dengan melebarkan senyuman nya menatap Azlan dan setelah itu ikut berbaring di samping Azlan.
"Jika kau melihat leher wanita yang sedang meneguk sesuatu apa hasrat mu tidak bangkit?" tanya Aldi kepada Azlan tanpa menatap Azlan. Azlan menoleh ke arah lelaki itu.
"Hem" jawab Azlan mengangguk mengiyakan nya.
"Apa yang kau lakukan jika hasratmu itu bangkit?" tanya Aldi lagi kepada Azlan.
"Aku akan melakukan apa yang harus di lakukan bersama wanita itu" jawab Azlan akan pertanyaan Aldi.
"Tapi jika wanita itu tidak sama seperti wanita lain atau pendiam bagaimana?" tanya Aldi lagi kepada Azlan.
"Diamkan saja dan tahan" jawab Azlan akan pertnyaan Aldi karna sifat mereka berdua tidak jauh beda sama sama sering memainkan perempuan tapi sekarang kemungkinan besar kedua nya sudah bertaubat.
"Hem" jawab Aldi mengangguk mengerti akan jawaban Azlan.
"Kenapa memang nya kau bertanya seperti itu? apa kau tadi melihat leher wanita?" tanya Azlan kepada Aldi.
"Tidak" jawab Aldi cepat dan langsung mengambil ponsel nya yang ada di dalam saku celana nya.
"Ini sudah sore, Aku akan keluar mencari tempat mandi" ucap Azlan karna jam sudah menunjuk pukul lima sore.
"Baiklah" jawab Aldi yang belum ingin mandi dan masih bermain ponsel. Azlan mengambil alat mandi nya yang ada di sudut tenda setelah itu langsung beranjak keluar.
"Astaga" ucap Azlan saat melihat Airin yang berdiri di depan tenda nya dan juga Aldi saat dia keluar.
"Kenapa Azlan?" tanya Aldi dari dalam kepada Azlan.
"Dimana al?" tanya Airin kepada Azlan.
"Al ada yang mencari mu" ucap Azlan kepada Aldi dan beranjak keluar dari tenda itu.
"Siapa?" tanya Aldi datar dan mengeluarkan kepala nya dari tenda.
"Hey" sapa Arin saat melihat kepala Aldi menongol keluar.
"Dia yang mencari mu" jawab Azlan dan langsung berlalu dari sana.
"Ada apa?" tanya Aldi datar kepada Airin.
"Kau sudah selesai mandi?" tanya Airin kepada Aldi.
"Bukan urusanmu" jawab Aldi datar akan pertanyaan Airin.
"Jika sudah aku ingin mengajakmu jalan jalan keliling sini, Udara nya sejuk dan pemandangan nya juga cantik" ucap Airin kepada Aldi.
"Tidak tertarik" jawab Aldi dan kembali memasukkan kepala nya ke dalam tenda.
"Shht, Susah sekali mengajak nya keluar" umpat Airin yang kesal dan langsung berlalu dari sana. Sedangkan Aldi dia kembali membaringkan tubuh nya di dalam tenda.
"Naisa sudah mandi atau belum ya?" guman Aldi dan langsung membuka pesan dan langsung mengirimkan pesan kepada Naisa.
"Kau sudah selesai mandi?". isi pesan yang di kirimkan oleh Aldi kepada Naisa.