I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 130



"Naisa" ucap Fany dengan nafas masih tidak beraturan dengan menunjuk ke arah sungai. Dahi Aldi mengerut saat mendengar nama Naisa sang pujaan hati itu.


"Ada apa dengan Naisa?" tanya Aldi dengan dahi yang masih mengerut menatap Fany dan dia masih bingung dan belum mengerti.


"Naisa" ucap Fany yang kembali terpotong di karna kan sedikit kehabisan nafas.


"Aiss" ucap Aldi yang tidak mau menunggu lama karna takut Naisa kenapa kenapa, Aldi langsung berlalu dari sana dan berlari menuju ke dekat sungai.


"HAHAHA" terdengar jelas tawa Airin di telinga Aldi dan itu membuat perasaan Aldi tidak enak saat mendengar tawa itu. Aldi kembali melanjutkan lari nya dan berpapasan dengan Ressa.


"Naisa tenggelam di sungai" ucap Ressa kepada Aldi. Aldi yang mendengar itupun langsung berlalu dari sana dan tidak menghentikan langkah kaki nya, Sesampai dia di tebing Aldi langsung meloncat ke dalam sungai yang sangat dalam itu.


Aldi yang lupa melepaskan sepatu dan sedikit kesusahan berenang pun langsung melepaskan sepatu nya di dalam sungai itu dan membiarkan sepatu nya tenggelam, Aldi kembali mencari cari keberadaan Naisa di dalam itu tanpa memperdulikan sepatu seharga jutaan itu tenggelam.


Ressa kembali bergegas untuk meminta pertolongan lain kepada orang. "Siapkan oksigen" perintah Ressa kepada Ryhan.


"Untuk apa?" tanya Ryhan kepada Ressa dengan menatap lekat Ressa yang ada di hadapan nya itu.


"Siapkan saja oksigen supaya bisa di bawa ke dalam air" jawab Ressa yang kesal akan Ryhan yang banyak bertanya itu. Ryhan tidak bertanya lagi dan langsung mencari di mana tempat oksigen tapi dia tidak menemukan nya tapi dia menemukan kaca mata untuk menyelam.


"Aku tidak menemukan oksigen tapi aku menemukan ini" ucap Ryhan dengan menyodorkan kaca mata tadi kepada Ressa, Ressa tidak menjawab nya dan langsung berlalu dari sana begitupun dengan Ryhan yang penasaran akan apa yang terjadi dan langsung menghampiri dan mengikuti Ressa. Azlan yang baru saja keluar dari tenda nya melihat Ressa dan Ryhan berlari ke arah sungai dan dia langsung melihat Fany yang sedang terduduk akibat kelelahan berlari dan menaiki bukit tadi tidak jauh dari sungai.


Azlan langsung menghampiri Fany yang ada di sana. "Hey kau kenapa?" tanya Azlan yang baru sampai di dekat Fany. Fany yang masih ngos ngosan pun mendongakkan kepala nya dan melihat Azlan berada di hadapan nya.


Azlan mendudukkan tubuh nya di samping Fany dan langsung mengenakan jaket yang ia kenakan ke tubuh Fany yang sedikit menerawang dan menampakkan dalaman nya. "Tenang lah, Tarik nafas mu dan buang pelan pelan" ucap Azlan kepada Fany, Fany mengikuti ucapan lelaki itu dan menarik panjang nafas nya dan mencoba untuk tenang.


"Apa yang terjadi? katakan kepada ku" ucap Azlan kepada Fany dengan mengusap dahi wanita itu yang berkeringat dingin.


"Naisa tenggelam di sungai" jawab Fany akan pertanyaan dari Azlan.


"Apa? Naisa tenggelam?" tanya Azlan yang tidak percaya dan kaget akan itu. Fany mengangguk mengiyakan pertanyaan dari Azlan itu.


"Bantu Naisa" ucap Fany dengan memegang tangan Azlan yang ada di depan nya itu. Azlan menatap lekat wajah wanita itu dan sangat nampak jika Fany sedih dan hawatir akan Naisa.


"Iya aku akan membantu nya tapi aku antar kau dulu ke tenda, Ganti baju mu nanti kau masuk angin" jawab Azlan karna dia tidak mau hal buruk juga terjadi kepada calon tunangan nya.


"Kau tidak bisa berenang, Jangan macam macam, Aku akan mencari nya dan kau tunggu saja di tenda" jawab Azlan yang mencegah Fany yang juga ingin mencari Naisa.


"Tapi kau harus menemukan nya dalam keadaan baik baik saja" ucap Fany kepada Azlan.


"Iya, Ayo" ajak Azlan kepada Fany dan membantu Fany untuk berdiri, Fany mengiyakan nya dan berdiri dan menuju ke dekat tenda.


"Cari Naisa" ucap Fany saat sudah sampai di hadapan tenda nya.


"Iya, Aku akan mencari nya Sekarang" jawab Azlan dan langsung berlalu dari sana, Fany sangat hawatir akan Naisa tapi dia juga harus mengganti pakaian nya dan masuk ke dalam tenda.


"Aldi tidak naik dari tadi" ucap Airin yang menjadi panik akibat Aldi yang tidak naik dari atas.


"Pasti kau mencelakai Naisa" ucap Ryhan yang nampak geram akan Airin yang tidak pernah berubah dari dulu hingga sekarang dan selalu suka mencelakai orang yang menghalangi nya untuk mendapatkan sesuatu sama seperti nya dulu dia memfitnah mantan kekasih Ryhan hingga Ryhan dan kekasihnya dan dia memutuskan hubungan mereka makanya Ryhan sangat hafal dengan sifat buruk Airin dan langsung memutuskan Airin saat tau apa yang di lakukan Airin.


"Ji..." ucap Airin yang ingin menjawab ucapan Ryhan tapi Azlan sampai di sana.


"Di mana Naisa? apa sudah naik?" tanya Azlan kepada Ryhan.


"Belum, Naisa dan juga Aldi mencari nya belum muncul dan masih di dalam" jawab Ryhan yang hawatir. Azlan tidak menjawab nya dan melepaskan sepatu nya dan ingin meloncat tapi di hentikan oleh Ressa.


"Ini, Berikan kepada Aldi" ucap Ressa yang menghentikan Azlan dan memberikan kacamata renang tadi kepada Azlan. Azlan menerima nya dan langsung mengenakan nya dan membawa kacamata untuk Aldi dan setelah itu dia langsung meloncat masuk ke dalam sungai yang sangat dalam itu.


"Di mana kau Nai?" guman Aldi yang tidak menemukan Naisa, nafas Aldi hampir habis dan membuat nya naik ke peremukaan.


"Huh, Huh" Aldi ngos ngosan akibat hampir kehabisan nafas di dalam air itu. Azlan yang belum terlalu dalam menyelam pun langsung mengahmpiri Aldi dan memberikan kacamata renang kepada Aldi.


"Pakailah" ucap Azlan menyodorkan kacamata tadi kepada Aldi, Aldi menerima nya dan mengenakan nya setelah itu dia kembali menyelam masuk ke dalam air dan mencari cari keberadaan Naisa di dalam itu.


Fany yang sudah selesai mengganti baju pun kembali keluar dan mencari guru yang ikut menemani mereka ke tempat camping hingga dia menemukan nya. "Pak" ucap Fany kepada salah satu dosen lelaki tadi.


"Ada apa Fany?" tanya pak dosen itu kepada