
"Kau ke rumah mama?" tanya Aldi. Renald mengangguk mengiyakannya tanpa menatap Aldi karna dia masih menatap Naisa.
"Biasakan jika orang berbicara dengan mu tatap orang nya" ketus Aldi dengan alis yang menaup karna dia tidak suka akan Renald yang selalu menatap Naisa seperti itu.
"Ini aku menatap mu" jawab Renald dengan menatap Aldi.
"Kenapa kau mencari ku?" tanya Aldi kepada Renald.
"Ingin mengajak mu main, Tapi tidak jadi" jawab Renald dengan senyum yang mengembang menatap ke arah Aldi.
"Saya permisi ke dalam" pamit Naisa kepada mereka. Renald menggapai tangan Naisa dengan cepat.
"Kau mau kemana?" tanya Renald kepada Naisa.
"Aku ingin kembali bekerja, Tolong lepaskan aku" jawab Naisa dengan menundukkan kepala nya. Renald melepaskan tangan Naisa dengan lembut dan membiarkan Naisa berlalu.
"Sejak kapan dia bekerja disini?" tanya Renald kepada Aldi.
"Siapa?" tanya balik Aldi.
"Naisa" jawab Renald. Aldi mengangkat kedua bahunya dan kembali ke dalam ruangannya sedangkan Renald dia juga ikut masuk ke dalam ruangan Aldi.
"Siapa yang mengizinkan mu masuk?" tanya Aldi kepada Renald.
"Kau ini kenapa terlalu galak kepada ku hah? tidak pernah berubah" ketus Renald karna memang Aldi sangat lah dingin terhadap siapapun dan hanya mau berbicara dan tertawa kepada orang orang tertentu.
"Berisik sekali kau ini" ketus Aldi. Renald pun memilih diam dan berlalu keluar untuk mencari Naisa. Renald menemukan Naisa di belakang yang sedang membereskan bunga. Renald menghampiri wanita itu dan berdiri di samping nya.
"Hey" sapa Renald saat sudah berdiri di samping Naisa. Naisa menoleh sekilas ke arah nya dan setelah itu kembali melanjutkan pekerjaannya.
"Hey aku sedang menyapa mu" ucap Renald dengan memegang tangan Naisa.
"Maaf pak saya sedang bekerja" jawab Naisa dengan menepis tangan Renald.
"Kau ini kenapa?" tanya Renald tapi Naisa tidak menjawab nya.
"Naisa" bentak Renald yang kesal akan Naisa. Naisa menoleh ke arah nya dengan menundukkan kepala nya.
"Huh, maaf karna membentak mu" ucap Renald.
"Kak, Aku pulang terlebih dahulu" ucap Naisa.
"Tunggu aku sebentar" jawab Asma yang sebentar lagi selesai pekerjaannya.
"Nai dulu saja, nanti kakak menyusul ya" ucap Naisa sambil melebarkan senyumannya dan langsung berlalu meninggalkan toko itu.
"Nai" teriak Renald kepada Naisa tapi itu tidak menghentikan jalan Naisa. Naisa berjalan menuju ke rumah nya dan dia merasa jika ada yang mengikutinya dari belakang. Naisa menoleh ke belakang tapi tidak melihat siapa siapa dan diapun mempercepat jalannya.
Seseorang yang mengikuti Naisa tadi hendak memukul Naisa menggunakan kayu balok tapi Aldi yang mengikutinya dengan jalan kaki pun langsung menendang kayu tangan orang itu. "Aaa" teriak Naisa yang takut dan langsung berjongkok.
Orang yang mengikuti Naisa tadi langsung berlalu dan tidak melawan Aldi padahal Aldi sudah siap jika orang itu mengajaknya bertarung. Aldi yang melihat orang tadi sudah berlalu pun langsung menghampiri Naisa. Aldi memegang pundak Naisa yang ketakutan itu tanpa mengeluarkan suara dan itu membuat Naisa tambah takut lagi.
"Hah" ucap Naisa yang takut dan tidak mau melihat siapa yang memegang bahu nya itu.
"Hey ini aku, Orang tadi sudah lari" ucap Aldi. Naisa mencoba mengangkat kepala nya untuk memastikan apa itu Aldi atau bukan. wajah Naisa nampak berkeringat dingin akibat ketakutan. Naisa langsung menangis dengan menunduk tanpa memeluk Aldi dia menangis sejadi jadi nya sambil menyebut ayah.
"Hey kau kenapa menangis?" tanya Aldi.
"Saya takut" jawab Naisa akan pertanyaan Aldi.
"Sudah lah tidak ada yang perlu kau takutkan, Ada aku disini" jawab Aldi. Naisa menatap lekat ke arah nya dengan tubuh sedikit bergetar akibat ketakutan. Sedangkan Renald dia yang juga mengikuti Naisa heran melihat Aldi yang nampak perhatian dengan Naisa.
"Nai" panggil Asma yang langsung turun dari ojek dan menghampir Naisa yang masih berjongkok.
"Kak" panggil Naisa dan langsung memeluk Asma.
"Kau kenapa?" tanya Asma.
"Tadi ada orang yang hampir mencelakainya" jawab Aldi dan langsung berdiri dari jongkok nya.
"Benarkah?" tanya Asma yang terkejut mendengar ucapan Aldi. Aldi mengangguk mengiyakannya dengan kedua tangan yang masuk ke dalam saku celana.
"Yasudah mari kita pulang" ajak Asma kepada Naisa. Naisa mengangguk mengiyakannya dan berusaha berdiri tapi tubuh nya terasa lemah.
Brukkk
Naisa pun tak sadarkan diri. Asma nampak panik begitupun dengan Aldi. Renald yang melihat Naisa pingsan pun langsung menghampirinya. "Kenapa Naisa?" tanya Renald. Tidak ada yang menjawab perkataan Renald dan akhirnya Renald pun langsung menggendong Naisa dan berlari menuju ke rumah Naisa yang tidak terlalu jauh dari tempat Naisa pingsan.