
"Kau di ajak menikah tidak mau, Sekarang kau bilang tidak ingin tidur bersama dengan orang yang belum menikah dnegan mu" jawab Aldi akan ucapan Naisa.
"Banyak bicara kau ini, Lepaskan" ketus Naisa dengan memukul tangan Aldi hingga terlepas dari pegangan kursi roda dan setelah itu langsung mendorong kursi roda sendiri.
"Kenapa dia marah marah lagi? apa dia datang bulan lagi?" guman Aldi yang merasa jika Naisa selalu marah marah kepada nya sejak saat masuk lift.
Aldi langsung masuk ke dalam kamar nya dan langsung mengistirahatkan tubuh nya.
Sedangkan di dalam kamar Naisa, Dia mengganti baju nya terlebih dahulu dengan meloncat loncat dan setelah merasa tubuh nya bersih baru dia mengistirahatkan tubuh nya. "Lelah sekali" guman Naisa karna untuk pertama kalinya dia meloncat loncat seperti tadi karna sebelumnya dia di bantu oleh Asma.
Keesokan pagi nya.
Naisa terbangun dan langsung masuk ke dalam kamar mandi karna hari ini dia ada kuliah pagi tapi tidak dengan Aldi yang tidak ada kuliah pagi dan dia jadwal hari ini hanya kuliah siang.
Drittt
Ponsel Naisa berbunyi saat Naisa sedang duduk di ruang ganti, Naisa mendorong kursi roda nya dan mengambil ponsel nya yang ada di dekat ranjang.
"Fany" nama yang tertera di layar ponsel nya itu. Naisa langsung mengangkat telpon itu.
"Kau berangkat dengan ku ya?" tanya Fany langsung saat Naisa sudah mengangkat telpon.
"Baik" jawab Naisa dan Fany pun langsung mematikan telpon begitupun dengan Naisa. Naisa langsung meletakkan ponsel nya itu ke dalam tas yang ia kenakan dan kembali mendorong kursi roda nya menuju keluar kamar. Saat di membuka pintu dia langsung melihat Aldi yang berada tepat di depan pintu nya dengan pakaian rapi dan tas yang ada di punggung nya.
"Astaga, Kau ini mengagetkan ku saja" ketus Naisa yang sedikit kaget akan Aldi yang tiba tiba muncul di hadapan kamar nya.
"Maaf, Tadi aku ingin mengetuk eh tau tau nya kau sudah keluar" jawab Aldi akan ucapan Naisa. Naisa menatap lekat lelaki yang sedang berdiri di hadapan nta itu dengan pakain yang sudah rapi dengan baju berwarna hitam dan celana berwarna coklat susu dan sepatu berwarna putih.
"Mau kemana kau sudah rapi sepagi ini?" tanya Naisa kepada Aldi.
"Kuliah" jawab Aldi akan pertanyaan Naisa.
"Bukannya kau hari ini jadwal kuliah mu siang?" tanya Naisa dengan menatap lekat wajah Aldi.
"Hem, Aku ingin bersama mu" jawab Aldi dengan senyum yang mengembang menatap Naisa.
"Tapi...." ucp Naisa yang terpotong oleh Aldi.
"Sudahlah, Kau ini banyak bunyi sekali, Diam saja, Aku akan menemanimu hingga kau selesai kuliah, Nanti gantian kau yang menemaniku hingga aku selesai kuliah" jelas Aldi kepada Naisa.
"Tapi Fany ingin menjemputku" jawab Naisa akan ucapan Aldi.
"Dia bersama dengan Azlan nanti" jawab Aldi lagi akan jawaban Naisa karna sebelumnya dia menghubungi Azlan untuk menemani Naisa dan Fany dan Azlan juga menyetujui itu.
"Baik" jawab Naisa agak ragu, Aldi yang sudah mendapatkan persetujuan dari Naisa pun langsung mendorong kursi roda Naisa dan masuk ke dalam lift.
"Bagaimana kau mengganti pakaian mu tadi?" tanya Aldi kepada Naisa karna dia merasa selama Naisa tidak bisa berjalan Asma selalu membantunya tapi saat ini Asma sudah menikah dan tidak mungkin untuk selalu membantu Naisa.
"Seperti biasa" jawab Naisa akan pertanyaan Aldi.
"Bagaimana kau mengambil baju mu?" tanya Aldi lagi.
"Berdiri" jawab Naisa akan pertanyaan itu.
"Bukannya kaki mu belum sembuh betul?" tanya Aldi dan menatap lekat wajah Naisa.
"Hem, Tapi kaki kanan ku ini sudah baik dan bisa di bawa untuk meloncat" jawab Naisa lagi akan pertanyaan Aldi. Aldi tidak menjawab nya lagi dan langsung menuju keluar rumah dan masuk ke dalam mobil nya dengan membantu Naisa seperti biasa.
Aldi langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang keluar pekarangan rumah dan menuju ke kampus mereka. "Al" panggil Naisa kepada Aldi, Aldi menoleh sekilas ke arah wanita itu karna dia sedang mengemudi.
"Kau tidak merasa aneh akan Fany dan Azlan?" tanya Naisa dengan menatap lekat Aldi.
"Tidak" jawab Aldi akan pertanyaan Naisa.
"Kau tidak curiga akan mereka berdua yang izin dari kuliah bersamaan?" tanya Naisa lagi dengan menatap lekat wajah Aldi. Aldi menggelengkan kepala nya karna dia sama sekali tidak memperdulikan itu.
"Percuma saja berbicara dengan mu" katus Naisa dan duduk seperti semula dan kembalui menatap jalanan dengan pikiran yang memikirkan Fany dan Azlan. Beberapa menit mereka menempuh jalanan akhirnya mereka pun sampai di kampus, Aldi melakukan hal seperti biasa yakni menggendong Naisa dan meletakkan Naisa ke atas kursi roda, Banyak sekali wanita yang iri akan Naisa yang selalu di perhatikan oleh Aldi tapi di antara mereka tidak ada yang berani dan berbunyi dan hanya bisa mengumpat dan berbicara dalam hati karna mereka takut akan mengalami nasib yang sama dengan Airin yang langsung di keluarkan dari sekolah akibat menyakiti Naisa.
Aldi mendorong kursi roda yang di duduki Naisa hingga masuk ke dalam ruangan nya dan setelah itu dia keluar, Saat dia masuk tadi dia belum menemukan Fany di dalam kelas dan dia memilih untuk mendudukkan tubuh nya di atas kursi yang ada di depan kelas Naisa dan memainkan ponsel nya.
"Wanita itu dekat sekali dengan Al, Siapa dia? kenapa dia sangat dekat dengan Al?" ucap salah satu wanita saat melihat Naisa yang sangat dekat dengan Aldi. Naisa tidak menjawab nya dan memilih diam dan membuka buku dan membaca nya.
"Apa dia hanya Jadi mainan Al? mana mungkin Al mau dengan nya, Sudah miskin orang tua nya juga tidak jelas" ucap wanita lain lagi.
"Mungkin dia memanfaatkan Al dan mendekati Al hanya untuk menguasai harta Al" jawab wanita lain.
''Apa jangan jngan dia menjual dirinya kepada Aldi dengan menggoda Aldi" ucap salah satu murid yang menebak dan menatap jijik ke arah Naisa.
"Jaga ucapan mu, Berani nya kau berbicara seperti itu" ucap Aldi yng tiba tiba masuk ke dalam kelas Naisa karna dia belum melihat Fany datang, Semua orang yang ada di dalam sana pun menoleh ke arah Aldi begitupun dengan Naisa.
"Kau mungkin yang murahan menjual tubuh mu dengan lelaki kaya, Bukan Naisa" bentak Aldi dan berjalan ke arah Naisa dan berdiri di hadapan Naisa.
"Apa apaan kau, Enak sekali kau berbicara seperti itu, Jelas saja Naisa yang menjual diri, Jika tidak tidak akan kau mau dengan nya bukan?" ketus wanita tadi sedangkan banyak nya orang yang ada di dalam kelas itu menyaksikan apa yang terjadi.
Aldi berjalan mendekat ke arah wanita tadi dan menatap tajam wanita itu. "Berani nya kau" bentak Aldi dan langsung menampar wanita itu. Kekasih wanita tadi tidak terima dan langsung menghampiri wanita tadi.
"Apa apaan kau ini" bentak lelaki tadi saat melihat sudut bibir kekasih nya terluka dan mengeluarkan darah.
"Kau yang apa?" bentak Aldi kembali dan langsung menarik rambut wanita tadi.
"Sekali lagi kau berbicara kotor tentang Naisa kau akan menerima akibat nya" bisik Aldi dengan penuh ancaman dan setelah itu langsung menghempas kepala wanita tadi. Aldi berlalu dan mendorong kembali kursi roda tadi tapi sebelum dia keluar kekasih lelaki tadi ingin memukul mya dari belakang.
Plaakk
Aldi dapat menangkis lelaki itu dan memukul kembali wajah lelaki itu. "Berani nya dari belakang" ucap Aldi dengan senyum sinis nya menatap lelaki tadi, Lelaki tadi yang awal nya terduduk pun kembali bangkit dan langsung memukul dagu Aldi dan itu terkena.
"Ah" ucap Naisa yang kaget melihat itu.
"Kau pikir aku takut dengan mu hah?" ucap lelaki tadi dengan senyum yang tak kalah sinis menatap Aldi. Aldi tersenyum dan memegang sudut bibir nya yang mengeluarkan darah itu sedangkan lelaki tadi jauh lebih terluka dari nya. Aldi tidak terima akan lelaki tadi yang dapat memukul nya dan langsung menghajar lelaki tadi tanpa ampun.
"Al sudahlah" teriak Naisa tapi percuma karna mereka berdua sibuk dengan perkelahian mereka. Sedangkan kekasih lelaki tadi hanya melihat dan tidak ada niat untuk mencegah mereka dan malah menatap Naisa. Wanita tadi langsung mendorong kursi roda Naisa hingga Naisa terjatuh. Aldi yang melihat Naisa yang terjatuh pun langsung menghentikan perkelahian nya dan langsung menghampiri Naisa.
"Kau tidak apa?" tanya Aldi dan menatap lekat wajah Naisa yang nampak menahan sakit. Naisa menoleh ke arah Aldi dan menatap lekat wajah lelaki yang sudah penuh dengan memar dan darah itu sedangkan lelaki tadi yang berkelahi dengan Aldi sudah lemah dan tak sadarkan diri dan mengalami patah tangan kemungkinan akibat Aldi yang mematahkan nya.
"Aku tidak apa apa" jawab Naisa dan berusaha bangkit dari duduk nya, Aldi membantu nya untuk berdiri dan naik kembali ke atas kursi roda.
Wanita tadi panik dan langsung memanggil dosen untuk membantu kekasih nya itu. Dosen sampai dan saat ssampai dia melihat Aldi yang ingin keluar dengan mendorong kursi roda Naisa dengan wajah yang penuh memar. "Ada apa dengan mu Al?" tanya dosen tadi kepada Aldi.
"Minggir" ucap Aldi dengan wajah datar nya, Dosen tadi langsung meminggirkan tubuh nya sedangkan wanita tadi hawatir akan kekasih nya yang sudah tak sadarkan diri itu.
"Keluarkan wanita ini dan kekasih nya dari kampus ini" ucap Aldi datar dan langsung keluar dari kelas itu dan menuju ke UKS. Naisa dan teman yang lainnya yang mendengar ucapan Aldi pun heran karna mereka tidak ada yang mengethui siapa Aldi.
Aldi masuk ke dalam ruang UKS, dan langsung mendudukkan Naisa ke atas ranjang yang ada di UKS padahal yang sakit dia. Aldi membuka perban yang masih melekat di kaki Naisa untuk melihat apa ada cidera atau tidak dan untung nya kaki Naisa tidak apa apa. Aldi mencari perban di dalam UKS itu hingga dia menemukan nya, Setelah menemukan nya Aldi langsung mengenakan perban itu ke kaki Naisa dan tidak lupa dia mengoleskan obat yang di berikan dokter yang selalu ia bawa itu ke kaki Naisa.
"Kenapa kau malah mengobatiku?'' tanya Naisa dengan menatap lekat wajah Aldi karna yang harus di obat itu adalah Aldi bukan dia.
"Apa yang terjadi?" tanya pak dosen kepada semua murid yang ada di dalam kelas.
"Aldi dan Wahyu berkelahi pak" jawab salah satu murid yyang memberanikan diri.
"Kenapa kau berkelahi dengan nya?" tanya dosen tadi dan menatap lekat Wahyu yang sudah sadar tapi masih lemah.
"Dia menyakiti kekasihku" jawab Wahyu dengan nada rendah.
"Apa benar itu Yuyun?" tanya pak dosen tadi kepada mmurid yang paling jujur di kelas itu.
"Iya pak" jawab Yuyun jujur karna memang Aldi menyakiti wanita tadi.
"Kenapa Aldi menyakitinya?" tanya pak dosen itu lagi.
"Dita mengatai Naisa wanita murahan dan menjual diri kepada Aldi dan Aldi mendengar itu makanya Aldi marah dan menyakiti Dita tapi Wahyu malah membela nya dan ingin memukul Aldi dari belakang tapi Aldi bisa mengelak dan memukul balik Wahyu" jelas Yuyun panjang lebar kepada pak dosen.
Pak dosen tadi menatap lekat wajah Dita dan juga Wahyu karna dia tau betul Aldi tidak akan menyakiti orang lain jika orang itu baik dan tidak mengusik hidup nya.
Silahkan mampir ke novel terbaru author, Author bakal tunggu kalian selalu buat mampir🙂😊