I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 133



"Memang nya kenapa Naisa sampai naik ke atas tebing? apa Airin juga yang mengajak nya?" tanya Azlan lagi dengan menatap lekat Fany yang ada di hadapan nya itu, Fany terdiam dan mengingat apa yang menyebabkan Naisa naik ke atas tebing hingga terjatuh tadi tapi dia seperti nya kurang yakin akan ingatan nya itu.


"Entahlah, Tapi tadi aku sempat mendengar Airin mengajak nya naik ke atas sana dan Airin bilang meminta tolong untuk mengambil barang nya yang ada di atas sana makanya Naisa naik ke atas tebing itu" jelas Fany lagi yang kurang yakin akan apa yang dia dengar tadi karna telinga nya berada di air makanya dia sedikit kurang mendengar dan hanya sedikit yang bisa ia dengar.


"Kenapa Airin mengajak nya ke atas tebing?" tanya Aldi yang baru saja sampai dan dia mendengar semua ucapan dan penjelasan Fany tadi yang ia yakini benar.


"Airin bilang dia takut akan ketinggian makanya dia meminta bantuan kepada Naisa" jawab Fany yang kepala nya menunduk saat menjelaskan kepala Azlan dan dia tidak sadar jika itu adalah Aldi yang bertanya kepada nya.


"Dia tidak pernah takut dengan ketinggian" ucap Aldi yang geram dengan tangan yang menggepal saat mendengar penjelasan demi penjelasan dari Fany. Fany mengangkat kepala nya dan melihat jika Aldi yang bertanya kepada nya tadi bukan Azlan.


"Bagaimana keadaan Naisa?" tanya Airin yang baru saja sampai bersama dengan dosen dosen dan Ressa dan Ryhan. Aldi menoleh ke arah Airin dan menatap tajam wanita itu, Rahang nya mengeras saat melihat Airin, Aldi langsung menarik tangan Airin dengan kasar.


"Ikut aku" ucap Aldi datar kepada Airin dan langsung membawa Airin ke toilet yang ada di rumah skit itu entah itu toilet perempuan atau toilet lelaki. Azlan yang mengetahui sifat Aldi yang tidak pernah mengampuni siapapun yang menyakiti orang terdekat nya tanpa memandang bulu pun langsung menyusul nya begitupun dengan Ryhan, Ressa dan pak dosen sedangkan Fany dan ibu ibu dosen menunggu di depan ruangan Naisa.


"Berani nya kau mendorong Naisa hingga dia tenggelam" teriak Aldi dan menghempas kasar tangan Airin yang ia pegang itu.


"Aku tidak mendorong nya Al" jawab Airin yang mencoba membela diri.


"Apa yang tidak hah? kau tau dia hampir kehilangan nyawa nya karna kau" bentak Aldi lagi kepada Airin dengan menarik rambut Airin kasar.


"Seperti ini tadi dia tenggelam" ucap Aldi yang sudah sangat emosi dan marah terhadap Airin dan menyelupkan kepala Airin dengan memegang rambut Airin ke dalam bak yang ada di toilet rumah sakit itu.


"Emmmm" ucap Airin yang hampir kehilangan nafas akibat Aldi yang menekan kepala nya dan membuat nya susah untuk berbicara dan menaikkan kepala nya ke atas.


"Kau merasakan apa yang dia rasakan hah?" bentak Aldi lagi dan menekan kepala Airin lebih dalam ke dalam bak itu. Azlan dan Ryhan yang duluan sampai pun melihat jelas Aldi yang menenggelamkan kepala Airin ke dlam bak yang ada di toilet itu.


"Al, Jangan" teriak Azlan saat melihat Aldi menyiksa Airin.


"Al dia bisa mati jika kau memperlakukan nya seperti ini" ucap Ryhan kepada Aldi.


"Biar saja dia mati, Itu memang seharus nya dia dapat karna sudah menyakiti Naisa" bentak Aldi dan kembali menekan kepala Airin. Azlan tidak menyerah untuk menarik tangan Aldi dan kepala Airin sedangkan Airin dia sudah menangis di dalam bak itu dan tidak mengeluarkan suara dan untung nya dia masih bisa bernafas di dalam sana meskipun sedikit dan hampir mampus.


Ryhan membantu Azlan untuk menarik tangan Aldi hingga Aldi pun menyerah karna dia juga masih memiliki hati nurani dan tidak mungkin dia membunuh orang. Aldi melepaskan tangan nya itu dan Airin pun langsung mengeluarkan kepala nya dari dalam sana. "Huh, Huh" Airin bernafas ngos ngosan akibat hempir kehilangan nafas karna Aldi sedangkan para dosen tadi baru sampai di dekat Aldi.


"Lepaskan" bentak Aldi kepada Azlan dan juga Ryhan. Ryhan dan Azlan melepaskan tangan Aldi dan Aldi pun langsung memegang dagu Airin dan mencengkram nya dengan sangat kuat hingga membuat Airin kesakitan.


"Al sakit" ucap Airin dengan air mata yang mengalir akibat kesakitan di bagu yang di cengkram oleh Aldi dengan sangat kuat.


"Aldi apa yang kau lakukan?" tanya pak dosen yang baru saja sampai di sana dan melihat Aldi mencengkram erat dagu Airin dan Airin bagian kepala nya juga basah dan air mata terus mengalir di wajah nya. Aldi tidak memperdulikan siapapun yang memanggil nya itu meskipun dosen nya tapi dia tidak perduli sama sekali.


"Sekali lagi kau berani menyakiti Naisa nyawa mu akan membayar nya" ucap Aldi dengan nada rendah tapi penuh dengan ancaman, Azlan tidak bisa mencegah nya lagi dan memilih untuk diam karna itu memang salah Airin begitupun dengan Ryhan yang juga memilih mendiamkan dan membiarkan apa yang di perbuat Aldi kepada Airin karna Airin Memang pantas mendapatkan itu.


"Kau dengar apa yang aku katakan hah?" teriak Aldi dan menambah eratkan cengkraman di dagu Airin. Airin kembali menangis akibat kesakitan dan setelah itu mengangguk menandakan jika dia mengerti akan apa yang Aldi ucapkan.


"Awas saja jika kau berani mengganggu nya atau pun menyakiti nya lagi" bentak Aldi lagi dan langsung menghempas kasar dagu Airin itu hingga Airin terjatuh ke atas lantai, Aldi tidk memperdulikan dosen yang menyaksikan kelakuan nya dan langsung keluar dari toilet itu begitupun dengan Azlan dan juga Ryhan yang juga ikut keluar dari sana.


Beberapa dosen yang ada di sana pun langsung menghampiri Airin dan membantu Airin untuk berdiri. Dagu wanita itu nampak mengeluarkan darah akibat cengkraman tangan Aldi yang cukup kuat di tambah lagi kuku tangan Aldi yang lumayan panjang dan itu yang membuat dagu Airin itu mengeluarkan darah dan terluka. Para dosen yang ada di sana belum ingin bertanya dan menolong Airin dan membimbing Airin, Mereka membawa Airin keluar dari toilet itu dan menuju ke salah satu ruangan yang dekat dengan toilet dan jauh dari ruangan Naisa karna takut Aldi akan kembali murka saat melihat Airin.


Aldi sudah sampai di depan ruangan Naisa dan mendudukkan tubuh nya di atas kursi tunggu yang ada di seberang Fany dan yang lain nya. "Coba saja tadi aku menjaga nya, Tidak akan terjadi seperti ini" guman Aldi dan menyenderkan tubuh nya di sandaran kursi di sana.


Azlan mendudukkan tubuh nya di samping Aldi begitupun dengan Ryhan yang mendudukkan tubuh nya di samping Azlan. "Bu tolong urus Airin di sana" ucap salah satu dosen lelaki yang menghampiri bu dosen yang ada di depan ruangan Naisa. Aldi yang mendengar nama Airin langsung menoleh ke arah siapa yang menyebut nama Airin dan melihat salah satu dosen lelaki yang menyebut nama Airin.