I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 132



"Fan" panggil Azlan dari luar.


"Iya" jawab Fany dari dalam dan langsung menongol kan kepala nya keluar.


"Di mana barang barang mu dan Al?" tanya Fany yang tidak menemukan Azlan membawa barang barang nya dan juga Aldi.


"Aku sudah mengirim pesan kepada sopir rumahku untuk menjemput barang kita" jawab Azlan akan pertanyaan Fany.


"Ayo" ajak Azlan yang masih melihat Fany yang belum keluar dari tenda, Fany mengiyakan nya dan langsung beranjak berdiri dan keluar dari tenda nya itu. Azlan menarik tangan Fany dan menunggu di tepi jalan.


"Aku sudah memesan taxi online tadi" ucap Fany kepada Azlan saat Azlan ingin menghentikan orang yang membawa motor. Azlan menoleh ke arah Fany.


"Baiklah" jawab Azlan dan menurunkan tangan nya untuk tidak menghentikan ojek tadi.


"Dengan mbak Fany?" tanya sopir taxi itu saat sudah sampai di hadapan Azlan dan Fany dengan mengendarai mobil.


"Iya" jawab Fany mengangguk mengiyakan nya, Azlan dan Fany beranjak masuk ke dalam taxi itu dan duduk bersampingan.


"Ke rumah sakit terdekat pak" perintah Azlan kepada sopir taxi itu.


"Baik" jawab sopir taxi itu dan langsung melajukan mobil nya menuju ke rumah sakit terdekat di sana.


"Kepala mu tidak terasa pusing? badan mu tidak terasa dingin?" tanya Fany kepada Azlan karna takut Azlan kenapa kenapa karna baru selesai berenang mencari Naisa. Azlan menoleh ke arah Fany dan tersenyum melihat kekasih nya itu hawatir akan nya.


"Aku tidak apa apa" jawab Azlan dengan senyum yang melebar menatap Fany, Fany tidak menjawab nya dan menempelkan tangan nya di dahi Azlan, setelah itu dia menatap dahi nya untuk memeriksa apa suhu tubuh nya dan Azlan sama atau tidak.


"Sama" ucap Fany yang merasa suhu tubuh nya dan Azlan sama.


"Sudah aku bilang, Aku tidak apa apa" jawab Azlan dengaan senyum yang melebar menatap Fany. Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah sakit terdekat di sana dan mereka langsung turun tanpa membayar cas karna sudah di bayar melalui aplikasi oleh Fany. Azlan dan Fany bergegas menuju masuk ke dalam rumah sakit itu dan mencari keberadaan Aldi hingga mereka menemukan nya.


"Itu Al" ucap Fany yang melihat Aldi tengah duduk di atas kursi yang ada di depan salah satu ruangan. Azlan dan Fany pun bergegas menuju ke dekat Aldi.


"Kenapa Naisa bisa sampai tenggelam? siapa yang mengajak nya ke sungai?" tanya Aldi dengan menatap lekat Fany. Fany diam dan belum menjawab karna dia kurang yakin juga akan apa yang ia pikirkan tentang Airin yang mendorong Naisa hingga jatuh ke sungai. Azlan bisa melihat kebingungan di wajah Fany dan mengalihkan percakapan Aldi itu.


"Nanti saja bertanya masalah itu, Sekarang ganti baju mu" ucap Azlan yang mencoba mengalihkan perhatian Aldi karna dia juga sedikit jika Aldi sakit jika masih menggunakan baju basah itu.


"Jawab dulu pertanyaan ku" ucap Aldi datar.


"Iya dia akan menjawab nya tapi Setelah kau mengganti pakaian mu" jawab Azlan akan ucapan Aldi itu. Aldi tidak menjawab nya dan berlalu dari sana.


"Tidak usah takut dan ragu untuk menjawab pertanyaan Aldi, Tunggu di sini sebentar aku akan menemani Al mencari baju" ucap Azlan kepada Fany dengan mengusap lembut bahu wanita itu. Fany mengangguk mengiyakan nya dan mengingat ingat apa yang sebenar nya terjadi kepada Naisa dan juga Airin.


Azlan berlalu dan menyusul Aldi, "Mana baju untukku ganti?" tanya Aldi kepada Azlan dengan menatap Azlan datar.


"Sebentar" jawab Azlan dan langsung berlalu keluat dari toilet itu dan menuju keluar rumah sakit dan untung ny ada penjual baju di depan rumah sakit itu. Azlan membeli baju untuk Aldi di mulai dari baju dalam hingga luar, Setelah selesai membeli nya Azlan bergegas kembali masuk ke dalam rumah sakit dan menuju ke dekat Aldi yang sedang berada di toilet.


"Ini" ucap Azlan dan menyodorkan baju yang ia beli tadi kepada Aldi, Aldi menerima nya dan langsung masuk ke dalam toilet dan mengganti pakaian nya. Azlan yang sudah melihat Aldi masuk ke dalam toilet pun kembali berlalu dan menuju ke dekat Fany yang ada di depan ruangan Naisa.


"Sudah selesai?" tanya Fany kepada Azlan yang baru saja sampai.


"Dia masih mengganti pakaian nya" jawab Azlan akan pertanyaan Fany. Fany mengangguk mengerti dan setelah itu dia menoleh ke dalam ruangan untuk melihat apa Naisa sudah baik baik saja atau tidak.


"Apa yang terjadi tadi? kenapa Naisa bisa tenggelam?" tanya Azlan kepada Fany dengan menatap lekat wajah wanita itu.


"Aku juga tidak tau, Setau aku tadi Naisa mengajakku untuk berendam di sungai tapi aku menolak dia terus memaksa sampai aku mau, Waktu kami berendam tadi Airin dan kak Ressa datang menghampiri kami, Aku dan kak Ressa tidak sadar akan Naisa dan Airin yang sudah berada di atas tebing saat aku sadar Naisa tenggelam pun waktu aku mendengar suara percikan air dan teriakan Naisa makanya aku sadar jika Naisa tidak berteriak tadi mungkin aku tidak akan sadar" jelas Fany seditle ditle nya kepada Azlan dan sejujur jujur nya.


"Jadi Airin yang mendorong Naisa hingga terjatuh?" tanya Azlan dengan menatap lekat Fany yang berada di hadapan nya itu.


"Entah lah aku tidak terlalu yakin akan itu karna aku tidak melihat nya dengan jelas" jawaab Fany yang belum yakin akan Airin yang mencelakai Naisa.


"Memang nya kenapa Naisa sampai naik ke atas tebing? apa Airin juga yang mengajak nya?" tanya Azlan lagi dengan menatap lekat Fany yang ada di hadapan nya itu, Fany terdiam dan mengingat apa yang menyebabkan Naisa naik ke atas tebing hingga terjatuh tadi tapi dia seperti nya kurang yakin akan ingatan nya itu.