
Para anak buah Asanti sudah selesai menyiram minyak ke seluruh rumah itu, Asanti pun berjalan ke sana dan menghidupkan korek api dan langsung melemparkan nya ke rumah itu, Api membesar dengan sangat cepat karna minyak tadi.
"Mati lah kau Naisa" teriak Asanti, Aldi bisa mendengar suara Asanti itu dengan sangat jelas mendengar itu, Mata nya membulat saat mendengar itu, rahang nya mengeras dan tangan nya menggepal sampai sampai urat tangan nya itu sangat jelas terlihat.
Aldi langsung keluar dari banyak nya dedaunan itu dan menghampiri Asanti. "Aldi" ucap Asanti yang keget melihat Asanti.
"Apa yang kau lakukan?" bentak Aldi yang ingin menampar Asanti karna murka tapi para anak buah Asanti tidak tinggal diam dan langsung mengambil tangan Aldi. Aldi menoleh ke arah salah satu anak buah Asanti yang memegang tangan nya itu.
"Lapas" teriak Aldi yang kesal.
"Hajar dia" perintah Asanti, Para anak buah Asanti pun mulai menghajar Aldi tapi Aldi yang berbakat dalam bela diri pun langsung menepis dan melawan para anak buah Asanti.
Para anak buah Asanti nampak sudah tidak kuat melawan Aldi, Aldi dengan segera langsung berlalu dari sana ingin masuk tapi Asanti dengan segera memukul kepala Aldi menggunakan kayu besar. "Aaa" teriak Aldi yang langsung terjatuh kesakitan.
"Jika aku tidak bisa mendapatkan mu, Naisa juga tidak akan bisa" bisik Asanti kepada Aldi.
"Aldi" teriak Renald, Renald datang bersama dengan Maya, Mereka melihat mobil dan melihat asap dan mereka menemukan arah asap itu makanya mereka berhenti dan ke sana. Maya yang lebih kuat dari Asanti pun langsung mengambil kayu yang ada di tangan Asanti dan memukul balik ke kepala Asanti karna Maya sangat marah saat melihat Aldi di pukuli oleh Asanti makanya dia memukul balik.
Aldi dan Maya memang sudah di ajarkan sejak kecil oleh orang tua mereka bela diri makanya mereka bisa kuat seperti itu. Anak buah Asanti yang masih kuat ingin memukul Maya tapi dengan segera Renald menangkis nya karna dia tidak mau kekasih nya itu kenapa kenapa, Sedangkan Asanti dia sudah lemah dan tersungkur di tanah. Aldi yang masih lemah pun langsung bangkit memaksakan diri untuk masuk ke dalam rumah yang terbakar itu untuk menyelamatkan Naisa.
Aldi melewati besar nya api yang membakar rumah itu, Api sangat cepat melahap bangunan rumah itu karna sudah tua mungkin, Uhukkk, Aldi terbatuk karna menghirup asap yang sangat banyak dan nafas nya juga sedikit sesak tapi dia tidak menyerah dan terus masuk dan mencari keberadaan Naisa dan dia pun langsung menemukan Naisa yang sudah tidak sadarkan diri di lantai salah satu ruangan di rumah itu.
"Bernai sekali kau menyakiti saudara ku" teriak Maya yang kesal akan Asanti sedangkan para anak buah Asanti tadi sudah tidak sadarkan diri di atas tanah di halaman rumah itu.
"May, aku ini teman mu dan aku menginginkan Aldi dan kau juga setuju bukan jika aku dengan Al?" tanya Asanti kepada Maya.
"Hah kau bilang apa?" tanya balik Maya dengan senyum nya karna dia sangat jijik mendengar ucapan Asanti.
Aldi menghampiri Naisa yang sudah tak sadarkan diri itu, Naas lelaki itu terengah engah akibat menghirup asap, Dia berlutut di dekat Naisa dan melihat mata wanita itu tertutup dan mulut yang di salasiban oleh Asanti. Aldi melepaskan lem yang melekat di mulut Naisa dan melepaskan tali yang mengikat tubuh Naisa.
Huh, Huh
Naisa sebenarnya belum pingsan sepenuh nya, Dia masih sadar, Dia hanya kehabisan nafas akibat banyak nya asap, Alsi yang mendengar dan merasakan nafas Naisa pun menatap wanita itu. "Kau tidak apa apa?" tanya Aldi dengan menatap wajah sembab di hadapan nya itu. Naisa menggelengkan kepala nya menandakan jawaban tidak apa apa.
Huh, Huh
Dada wanita itu terasa sangat sesak, "Kita keluar" ajak Aldi dan langsung menggendong tubuh mungil Naisa. Naisa tidak menjawab nya dan bernafas seperti orang sesak nafas sampai akhirnya dia kehabisan nafas dan tidak sadarkan diri di dalam pelukan Aldi.
Aldi menahan sakit di tengkuk nya karna di pukul Asanti tadi dan berusaha sekuat tenaga ingin keluar dari sana sampai akhirnya dia dapat keluar. Dia menjauh dari sana, Jauh dari Maya dan Renald dan juga yang lain nya.
Huh, Huh
Nafas Aldi mulai tidak beraturan, Dada nya sesak dan akhirnya dia terjatuh karna tidak bisa lagi menahan sakit dan sesak di dada nya karna menghirup asap terlalu banyak. Maya dan Renald langsung menghampiri Aldi dan juga Naisa begitupun dengan salah satu polisi yang sudah ada di lokasi itu karna Maya menghubungi nya begitupun dengan Erdin dan juga Andini yang sudah datang ke sana bersama dengan Asma.
"Nak" ucap Andini saat melihat Aldi yang sudah tidak sadarkan diri dengan Naisa yang juga tidak sadarkan diri di pangkuan Aldi.
Polisi yang ada di sana pun langsung menghubungi ambulance untuk ke sana, Andini menangis histeris melihat anak nya yang tidak sadarkan diri di tambah lagi banyak darah yang mengalir dari kepala bagian belakang Aldi.
Wiuuu..Wiuuu
Ambulance yang di hubungi oleh polisi tadi sudah datang dan ada dua ambulance, Perawat pun langsung membawa Aldi dan juga Naisa naik ke troli yang berbeda dan setelah itu masuk ke dalam mobil yang berbeda pula. "Asma ikut Naisa" ucap Asma karna Andini masuk ke dalam mobil ambulance yang membawa Aldi. Erdin mengangguk mengiyakan nya dan Asma pun masuk ke dalam mobil ambulance yang membawa Naisa.
Kedua mobil ambulance itu langsung melaju dengan kecepatan tinggi dengan di kawal oleh salah satu mobil polisi dan Asanti dengan Para anak buah nya sedang di urus oleh polisi dan para polisi membawa mereka masuk ke dalam mobil, Untung nya Maya meminta membawa mobil banyak tadi kepada polisi.
Sedangakn Maya dia membawa mobil Aldi dan Renald membawa mobil nya sendiri. Andini sedari tadi menangis saat melihat anak nya yang di kenakan alat membantu pernapasan (Oksigen) di tambah lagi darah yang nampak mengalir sedikit dari kepala Aldi.
Di dalam mobil Naisa, Asma tidak kalah hawatir saat melihat dahi Naisa juga terluka Mungkin karna di siksa oleh Asanti sebelum Aldi datang tadi.
.
.
.
.
.
.
.
.Jangan lupa tinggal kan komen kalian, Karna komen klian semangat author, Terima kasih❤