I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 27



"Tapi dia jika di toko atau bersamaku sangat beda, Dia nampak sangat ceria" ucap Asma yang bingung.


"Itu yang aku bingungkan tadi saat melihatnya tertawa dan bergurau dengan pekerja lain, Saat di sekolah dia sangat pendiam dan selalu menundukkan kepala" jelas Aldi.


"Kenapa ya dia bisa seperti itu? Apa dia selalu di ganggu oleh teman temannya?" tanya Asma kepada Aldi.


"Emmm..." ucap Aldi yang nampak sedikit ragu.


"Kak" panggil Naisa yang keluar dari kamar nya untuk menuju ke kamar mandi tadi tapi dia melihat pintu rumah terbuka makanya dia memilih untuk melihat kenapa pintu terbuka.


"Hem" jawab Asma dengan menoleh ke arah nya begitupun dengan Aldi.


"Kakak belum tidur?" tanya Naisa yang belum memperhatikan Aldi.


"Aldi belum pulang makanya kakak belum tidur" jawab Asma. Naisa menatap ke arah Aldi dan langsung menundukkan kepalanya.


"Kenapa Naisa menundukkan kepala?" guman Asma yang bingung. Aldi yang melihat Naisa menundukkan kepala pun menatap heran ke arah nya.


"Yasudah Al pulang dulu kak" pamit Aldi dan langsung berlalu berjalan kaki karna mobilnya masih berada di depan toko dan tadi dia mengikuti Naisa dengan berjalan kaki. Asma hanya melihat kepergian Aldi begitupun dengan Naisa sampai Aldi tak nampak lagi dari penglihatan mereka.


"Ayo kita masuk" ajak Asma yang sudah tidak melihat Aldi dari penglihatannya. Naisa menganggukkan kepalanya dan Asma pun menggandeng tangannya untuk masuk.


Asma terlebih dahulu masuk ke dalam dapur untuk masak makan malam karna mereka belum makan malam. "Kakak lagi apa?" tanya Naisa kepada Asma.


"Masak makan malam" jawab Asma tanpa menatap Naisa.


"Seharus nya biar Nai saja kak yang masak" ucap Naisa.


"Tidak apa apa seharusnya memang kakak yang memasak karna kakak ini kakak mu bukan?" tanya Naisa dengan senyum yang melebar.


"Terima kasih kak udah nganggap Nai sebagai adik kakak" jawab Naisa langsung memeluk Asma dengan penuh kasih sayang.


"Kakak juga berharap jika kau menganggap kakak sebagai kakak mu sendiri dan seperti keluarga" ucap Asma dengan membalas pelukan Naisa dengan penuh kasih sayang.


"Nai sejak awal sudah menganggap kakak sebagai keluarga dan kakak nya Nai" jawab Naisa dan mempererat pelukannya kepada Asma. Asma juga ikut mempererat pelukannya kepada Naisa.


"Yasudah duduk lah dulu di meja makan, Sebentar lagi makanan akan matang" ucap Asma. Naisa mengangguk mengiyakannya dan langsung berlalu ke meja makan dan tak lupa dia membawakan piring dan juga alat makan untuknya dan Asma.


"Wah sepertinya enak" ucap Naisa dengan senyum yang mengembang dengan mencium bau makanan yang di buat oleh Asma.


"Silahkan di nikmati" ucap Asma mempersilahkan Naisa menikmati makanan buatannya. Naisa mengangguk mengiyakannya dan mengambil makanan yang di buat oleh Asma itu.


"Enak juga masakan kakak" ucap Naisa saat mencoba makanan itu.


"Kau bisa saja" jawab Asma sambil melebarkan senyumannya. Naisa membalas senyuman itu dan kembali melahap makanan itu. Setelah selesai makan Naisa dn Asma kembali ke kamar masing masing dan sebelum itu mereka terlebih dahulu mencuci piring dan mangkuk mangkuk yang mereka pakai tadi.


Keesokan paginya


Naisa yang sudah terbiasa bangun pagi langsung menuju ke dapur dan belum menemukan Asma karna Asma memang tidak terbiasa bangun pagi dan dia bangun pasti sekitar jam tujuh atau jam delapan pagi dan malam nya dia begadang.


Naisa melakukan kegiatannya sebelum berangkat sekolah yakni memasak dan Asma yang membersihkan rumah karna itu memang kebiasaan mereka selama satu bulan tinggal bersama. Setelah memasak dan bersiap siap ingin berangkat ke sekolah baru Naisa makan sendiri dan meninggalkan makanan untuk Asma.


Setelah selesai makan Naisa langsung berangkat ke sekolah nya tanpa berpamitan karna Asma belum bangun. Seperti biasa Naisa berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki untuk menghemat biaya dan itu juga akan sehat untuk tubuh karna berjalan kaki termasuk olahraga.


Sesampai di rumah sekolah Naisa melakukan aktivitasnya seperti biasa tanpa gangguan siapapun dan dia masih duduk bersebelahan dengan Aldi. Maya sudah tidak mengganggunya karna Renald jika di sekolah tidak pernah mendekatinya lagi tapi Aldi lah yang selalu mendekati Naisa.


Saat pulang bel pulang berbunyi Naisa kembali berjalan kaki menuju ke rumah nya tanpa gangguan apapun dan sepertinya hidupnya sudah muali sedikit tenang dengan menjauhi Renald meskipun dia tidak mempunyai teman tapi dia merasa tenang jika sendiri di sekolah. Saat sampai di rumah Naisa langsung masuk ke dalam kamar untuk meng ganti pakaian nya dan setelah itu dia kembali keluar dan berangkat ke toko yang tidak terlalu jauh dari rumah nya itu.


Sesampai di toko terlihat banyak sekali pelanggan yang berdatangan ke toko hari ini dan membuat Naisa sedikit kesusahan ingin ke belakang untuk mengenakan celemk nya supaya baju nya tidak kotor jika terkena tanah. Naisa menyelip nyelip antara banyaknya kerumunan pelanggan.


Aldi yang baru saja sampai melihat Naisa sedikit kesusahan berjalan pun langsung menarik tangan Naisa dan membawa Naisa berlalu dari kerumunan itu. "Terima kasih pak" ucap Naisa sopan dengan menundukkan sedikit tubuh nya. Aldi tidak menjawab nya dan langsung berlalu masuk ke dalam ruangannya terlebih dahulu karna dia juga baru sampai di toko.


Naisa yang melihat Aldi sudah berlalu ikut berlalu dan menuju ke ruangan denah loker dan meletakkan tas nya dan mengenakan celemek. Selesai semuanya dia langsung menuju keluar untuk membantu yang lain melayani pelanggan.


"Nai, Bunga nya ada sedikit jadi kau bantu orang di belakang saja" ucap Ari yang melayani pelanggan bersama dengan Asma.


"Baiklah" jawab Naisa dan langsung berlalu ke belakang dan memulai merangkai bunga untuk pelanggan. Aldi keluar dari ruangannya dan dia melihat stok bunga ada sedikit dan diapun memilih untuk ke belakang dan langsung melihat Naisa yanh nampak berkeringat akibat kepanasa.


Aldi mengambil salah dua topi untuk nya dan juga Naisa dan dia terlebih dahulu mengenakan topi itu dan setelah itu baru dia berjalan ke arah Naisa yang nampak kepanasan dan sangat nampak sekali wajah nya memerah akibat kepanasan karna kulit nya yang putih makanya dia jika terkena sinar matahari langsung memerah kulitnya.


"Pakai ini" ucap Aldi sambil menyodorkan topi yang ia bawa tadi kepada Naisa tanpa menatap Naisa dan memandang ke sembarang arah dengan wajah datar nya itu. Aldi memang selalu datar jika berbicara kepada Naisa tapi dia sangat perhatian dengan Naisa buktinya saja dia memberikan topi kepada Naisa supaya Naisa tidak kepanasan.