I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 59



Jantung Naisa berdetak lebih cepat dari sebelum nya saat Aldi memegang kedua tangan nya. Sedangkan Aldi dia biasa saja mungkin karna dia belum menyadari nya. Renald yang baru sampai pun melihat tangan Aldi yang menggenggam kedua tangan Naisa dan Naisa melihat Renald yang menatap nya, Naisa pun langsung melepaskan tangan nya dari tangan Aldi dan itu membuat Aldi langsung tersadar akan tangan nya yang memegang tangan Naisa.


"Maaf" ucap Aldi kepada Naisa, Naisa menundukkan kepala nya karna sedikit grogi jika menatap Aldi. Renald membuang pandangan nya dan mendudukkan tubuh nya di atas kursi tempat nya.


"Huh" Renald mendengus kasar karna hati nya sakit saat melihat Naisa dan Aldi berpegangan tangan. Bel masuk pun berbunyi dan semua murid masuk ke dalam kelas masing masing, Setelah itu guru pun masuk ke dalam kelas Naisa dan mengajar.


Setelah melewati waktu belajar selama beberapa jam akhir nya jam istirahat pun berbunyi, Naisa membereskan alat tulis nya dan setelah itu keluar dari kelas, Aldi yang sedari tadi menunggu nya pun mengageti nya.


"Astaga kau ini" ketus Naisa yang kaget akan Aldi yang mengageti nya. Aldi jika di sekolah sekarang sangat jarang bersama dengan kedua sahabat nya itu tapi hubungan mereka tetap baik seperti biasa hanya saja waktu yang mereka habis kan di sekolah sangat sedikit dan lebih banyak menghabiskan waktu saat malam hari saat berkumpul bersama dan di antara mereka pasti ada Maya.


"Kau sih terlalu lama di kelas" jawab Aldi karna dia menunggu Naisa di luar bukan di dalam.


"Memang nya kenapa jika aku lama?" tanya Naisa kepada Aldi dengan melanjutkan niat nya yang ingin menuju kantin begitupun dengan Aldi.


"Karna aku menunggu mu" jawab Aldi akan pertanyaan Naisa itu.


"Aku kan tidak menyuruh mu menunggu ku" ucap Naisa kepada Aldi.


"Aku ingin menunggu mu" jawab Aldi. Naisa tidak menjawab nya lagi karna dia dan Aldi sudah sampai di kantin dan mereka pun memesan makanan untuk masing masing masing.


Setelah selesai memesan makanan mereka membawa nampan yang berisi makanan masing masing dan berjalan menuju ke meja yang kosong bersama, "Aku memang harus melupakan nya, Dia juga nampak bahagia bersama dengan Aldi" guman Renald yang melihat Naisa dan Aldi yang nampak sangat akrab.


"Hey" sapa Maya yang baru sampai di kantin bersama dengan Hana.


"Hey" sapa balik Renald dengan senyum yang mengembang.


"Kau belum memesan makanan?" tanya Maya kepada Renald.


"Belum" jawab Renald dengan melebarkan senyuman nya.


"Kenapa belum?" tanya Maya lagi.


"Aku menunggu mu" jawab Renald sambil melebarkan senyuman nya. Jelas saja hati Maya terasa sangat senang saat melihat senyuman yang tulus terlukis di wajah Renald dan perkataan Renald tadi.


"Baik lah aku akan memesankan makanan untuk kita" ucap Maya yang ingin berlalu tapi dengan segera Renald menarik tangan nya.


"Kau tunggu di sini saja, Biar aku yang memesankan makanan untuk mu" jawab Renald.


"Kau tidak keberatan?" tanya Maya kepada Renald, Renald menggelengkan kepala nya dengan senyum yang melebar. Maya pun mendudukkan tubuh nya di samping Hana dan Renald pun berlalu dari sana memesan kan makanan untuk nya dan juga Maya.


"Seperti nya Renald sudah menyukai mu" bisik Hana kepada Maya.


"Semoga saja" jawab Maya karna memang dia sangat mencintai Renald dan dia akan merestui Naisa dan Aldi jika itu bisa membuat Renald jatuh hati kepada nya. Maya yang bisa melihat Aldi dan Naisa pun tersenyum.


"Jika memang dengan kalian berdua berdekatan aku akan mendukung kalian" guman Maya dengan senyum yang mengembang menatap Aldi dan Naisa yang makan bersama. Maya akan melakukan apapun supaya Renald bisa mencintai nya termasuk berteman dengan Naisa dan merestui Aldi dekat Naisa.


"Kenapa kau melihat ku seperti itu?" tanya Naisa kepada Aldi karna dia tidak nyaman di tatap seperti itu oleh Aldi..


"Tidak, Kau sangat mirip sekali dengan teman ku" jawab Aldi dengan melebarkan senyuman nya menatap Naisa.


"Siapa nama nya?" tanya Naisa dengan melahap makanan nya, Naisa sejujur nya malas mendengar curhatan saat ini tapi dia juga penasaran akan teman yang di katakan oleh Aldi.


"Eca" jawab Aldi yang belum selesai.


Uhuk..uhukkkk


Naisa terbatuk karna mendengar jawaban Aldi karna itu nama masa kecil nya. ucapan Aldi pun terpotong oleh batuk Naisa. "Apa apaan ini? itukan nama masa kecil ku" guman Naisa dengan menatap lekat Aldi yang sedang makan.


"Minum ini" ucap Aldi dengan menyodorkan air di dalam gelas kepada Naisa. Naisa menerima nya dan meminum air itu.


"Dia teman perempuan ku sewaktu kecil, Tapi aku sudah tidak tau kabar nya dan bagaimana bentuk nya sekarang" jelas Aldi kepada Naisa, Sedangkan Naisa pikiran nya memikirkan nama Eca itu adalah diri nya.


"Orang yang bernama Eca kan banyak dan tidak mungkin aku" guman Naisa yang sudah yakin jika Eca yang di maksud oleh Aldi bukan diri nya. Naisa kembali melahap makanan milik nya yang ada di hadapan nya itu begitupun dengan Aldi yang juga kembali melahap makanan nya.


"Kau mempunyai teman masa kecil?' tanya Aldi dengan menatap lekat Naisa yang sedang makan di hadapan nya itu.


"Ntah lah, Aku juga tidak ingat" jawab Naisa karna dia melupakan apa yang pernah terjadi di masa lalu bukan karna sengaja tapi karna memang dia pelupa.


"Tapi aku memiliki poto ku dengan seorang lelaki sewaktu bayi" sambung nya lagi karna dia menemukan selembar poto yang terselip di antara poto poto kedua orang tua nya di dalam album.


"Mana poto itu?" tanya Aldi kepada Naisa yang sedang melahap makanan milik nya.


.


.


.


.


.


.


.


Makasih reader setia author yang selalu ngebaca cerita author, Pantengin terus ya novel author dan jangan lupa mampir ke novel author yang lain, Terima kasih❤