I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 89



Aldi mengambil selembar poto lama itu dan menatap poto itu dengan tatapan lekat. "Bukan kah ini?" guman Aldi dan kembali menatap lekat poto itu dengan teliti dan jelas.


"Kau melihat apa?" tanya Naisa kepada Aldi dengan membawa nampan berisi makanan dan minuman. Aldi yang tadi menatap poto pun langsung menoleh ke arah Naisa.


"Poto siapa ini?" tanya Aldi kepada Naisa sambil menyodorkan poto tadi. Naisa meletakkan nampak tadi di antara nya dan juga Aldi dan mengambil alih poto yang di tunjukkan oleh Aldi kepada nya tadi.


"Oh, Ini poto ku" jawab Naisa.


"Dengan siapa?" tanya Aldi lagi.


"Dengan teman lelaki ku sewaktu kecil, Ini aku membawa nya memang untuk menunjukkan nya kepada mu" jelas Naisa.


"Kenapa kau ingin menunjukkan nya kepada ku?" tanya Aldi dengan tatapan bingung kepada Naisa.


"Bukan kah kau ingin melihat nya waktu itu?" tanya Naisa kepada Aldi, Aldi mengingat ingat kapan diri nya mengatakan ingin melihat itu dan akhirnya dia teringat saat di kantin dia menanyakan masalah teman lelaki dan ingin melihat poto Naisa bersama teman lelaki itu. Aldi terdiam dan menatap lekat wanita yang selama ini ia cari ternyata orang yang selalu berada di dekat nya.


"Ingat?" tanya Naisa kepada Aldi yang termenung menatap nya. Aldi langsung memeluk Naisa karna dia sangat merindukan teman semasa kecil nya itu, Mata Naisa membulat saat Aldi memeluk nya karna dia sama sekali tidak pernah di peluk oleh teman nya mau itu perempuan atau pun lelaki dan saat ini dia merasa sangat tidak nyaman akan itu.


"Al lepaskan" ucap Naisa yang mencoba melepaskan pelukan Aldi dari nya, Aldi tidak memperdulikan nya dan terus memeluk erat tubuh Naisa.


"Aku merindukan mu" ucap Aldi. Naisa di buat heran akan ucapan Aldi tapi dia tidak memperdulikan nya dan terus berusaha ingin lepas dari Aldi.


"Al lepaskan aku, Kau sudah berjanji tadi tidak akan menyentuh ku" ucap Naisa yang takut akan Aldi. Aldi masih tidak memperdulikan nya dia masih memeluk erat tubuh Naisa. Naisa sangat takut akan pelukan Aldi di tambah lagi di sana tidak ada siapa siapa dan itu membuat nya tambah takut.


"Aku mohon lepaskan aku" ucap Naisa yang sudah terisak di pelukan Aldi, Aldi langsung tersadar saat mendengar isakan wanita itu dan langsung melepaskan pelukan nya.


"Kenapa kau menangis?" tanya Aldi kepada Naisa dengan mengangkat wajah Naisa yang tertunduk itu menatap nya. Naisa tidak menjawab nya dan terus terusan menangis di sana tanpa menatap Aldi. Kesal, Marah, Takut itulah perasaan nya saat ini meskipun sudah mengenal Aldi lama tapi dia sangat benci di peluk seperti tadi.


"Hey kenapa kau malah menangis? seharus nya kau senang" ucap Aldi yang mencoba membuat Naisa tidak menangis lagi. Naisa mendongakkan kepala nya menatap Aldi.


"Aku membenci mu" ketus Naisa dan kembali menundukkan kepala nya dan kembali terisak. Aldi belum mengerti akan ucapan Naisa dan menatap heran ke arah Naisa.


"Kenapa kau membenci ku? apa ada yang salah?" tanya Aldi kepada Naisa. Naisa tidak menjawab nya dan langsung berlalu dari sana tanpa membawa tas milik nya. Dia sangat ketakutan saat Aldi tiba tiba memeluk nya karna dia mempunyai trauma akan hal hal seperti itu makanya dia sangat takut akan itu.


Dulu sewaktu Naisa berumur lima tahun dia hampir saja di lecehkan oleh lelaki yang tidak di kenal saat dia bermain di rumah teman nya, Waktu itu Naisa juga di peluk sama seperti Aldi yang memeluk nya tadi tapi saat itu lelaki itu sedang mabuk dan hampir saja melukai dan meleceh kan nya dia menangis sekencang kencang mungkin karna ketakutan akan lelaki yang hampir saja melecehkan nya itu dan untung nya ada orang tua teman nya yang mengetahui nya dan dengan segera mengambil dirinya dari lelaki itu, Naisa terus terusan menangis sampai tidak beberapa hari tidak keluar dari rumah dan tidak ingin bermain kemana mau itu bermain dengan teman perempuan atau pun lelaki dia sama sekali tidak pernah lagi saat itu sampai lah saat ini dia hanya berteman dengan Aldi dan juga Renald. Naisa dulu sangat lah ceria saat bersama dengan siapapun tapi setelah kejadian itu keceriaan nya memudar dan dia menjadi pendiam dan tidak pernah bergaul dengan siapapun.


Naisa berlalu dari rumah itu tanpa isakan tapi tangan nya bergetar karna ketakutan begitupun dengan tubuh nya, Sungguh dia sangat takut akan hal tadi. "Ada apa dengan nya?" guman Aldi dan langsung menyusul Naisa tanpa membawa tas Naisa.


Naisa sudah tidak kuat lagi untuk berjalan karna tubuh nya lemah, Air mata nya kembali mengalir mengingat kejadian di masa lampau. "Ayah" ucap Naisa sambil terisak, Tubuh nya bergetar akibat ketakutan.


"Nona sudah pergi tuan" jawab satpam itu. Aldi langsung berlalu dengan berlari karna dia yakin Naisa akak berjalan kaki pergi dari rumah nya itu.


"Naisa takut yah" ucap Naisa dengan suara sangat pelan dan tubuh yang bergetar. Aldi mencari cari di mana Naisa tapi dia belum menemukan wanita itu.


"Nai?" panggil Asma. Asma memang ingin ke rumah Aldi karna ada urusan tapi dia melihat wanita yang seperti Naisa tapi dia ragu dan kurang yakin itu Naisa atau bukan dan akhirnya diapun menghampiri nya. Naisa mendonggakkan kepala nya menatap ke arah Asma.


"Kak" panggil Naisa lagi dan langsung memeluk Asma yang berjongkok di hadapan nya itu.


"Hey kau kenapa?" tanya Asma kepada Naisa yang menangis dan langsung memeluk nya itu.


"Nai takut" ucap Naisa dengan nada yang sangat rendah di pelukan Asma.


"Kau takut dengan apa? apa ada orang yang menyakiti mu?" tanya Asma kepada Naisa. Naisa menggelengkan kepala nya menandakan tidak ada yang ingin menyakiti nya.


"Lalu?" tanya Asma kepada Naisa.


"Aku ingin pulang" jawab Naisa karna dia malas bercerita di tengah jalan.


"Oh, Yasudah ayo" ajak Asma karna memang dia menuju ke sana dengan menaiki taxi. Naisa mengiyakan nya dan mengikuti Asma masuk ke dalam taxi itu.


Di dalam mobil Naisa hanya diam dan sedikit terisak, Tubuh nya juga masih bergetar akibat ketakutan, Asma menggenggam tangan Naisa dan merasakan getaran tangan wanita itu. "Ada apa dengan nya?" guman Asma yang bisa sangat jelas merasakan getaran tangan Naisa dan isakan Naisa.


.


.


.


.


.


.


Maaf kalo cerita nya kurang bagus karna pikiran author bukan cuma di sini karna author sebentar lagi mau ujian makanya kurang memikirkan masalh novel ini dan author haru banyak belajar, Jadi author mohon maaf jika pembaca kurang puas. Terima kasih yang selalu suport author❤