I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 120



Aldi tidak melarang dan membiarkan Naisa melakukan apapun kepada nya. Setelah membersihkan wajah Aldi mengguanakan sabun dia kembali membasuh wajah Aldi dengan air sungai itu sampai bersih. "Coba buka matamu" perintah Naisa kepada Aldi. Aldi membuka mata nay dan sudah tidak terlalu terasa perih Seperti tadi meskipun perih sedikit.


"Bagaimana? apa masih perih?" tanya Naisa dnegan menatap lekat wajah Aldi yang memerah akibat perih itu.


Aldi mencoba membuka mata nya dan mata nya nampak sedikit memerah, "Merah sekali matamu" ucap Naisa dan menghembus mata Aldi yang nampak merah itu.


"Ah perih sekali" ucap Aldi dan ingin mengucek mata nya menggunakan tangan nya yang masih belum di bersihkan itu tapi dengan segera Naisa menurunkan tangan lelaki itu.


"Jangan di kucek" ucap Naisa dan menggenggam tangan Aldi supaya dia tidak mengusap tangan yang masih kotor itu ke wajah.


"Tutup saja matamu jika masih perih dan nanti coba buka pelan pelan" ucap Naisa dan menyelupkan tangan Aldi ke air dan membersihkan nya satu satu. Naisa mencuci tangan lelaki itu dengan pijatan lembut dengan sabun yang ia tuangkan tadi, Aldi mencoba membuka matanya untuk melihat Naisa yang ada di badan nya dan membuka matanya itu dengan pelan pelan, Saat mata nya terbuka sempurna dia langsung melihat Naisa di hadapan nya yang sedang membersihkan tangan nya itu.


Senyum di wajah lelaki itu mengembang saat melihat Naisa yang tengah pokus membersihkan tangan nya. "Cantik sekali tuhan ciptaan mu ini'' guman Aldi dengan menatap lekat Naisa yang sedang membersihkan tangan nya itu dengan senyum yang mengembang.


Naisa sudah selesai membersihkan tangan kiri Aldi dan mengambil tangan kanan Aldi dan mulai membersihkan nya lagi tanpa menatap Aldi sekilas pun. "Jika aku tau akan seperti ini lebih baik sejak tadi aku memotong bawang" guman Aldi dengang senyum yang mengembang bahagia melihat Naisa mengusap tangan nya dengan lembut.


Aldi sedari tadi menatap Naisa dengan senyum yang mengembang bahagia, "Sudah" ucap Naisa dengan senyuman yang mengembang, Naisa tidak mendapatkan jawaban dari Aldi hingga akhirnya dia mendonggakkan kepala nya menatap Aldi. Dahi Naisa mengerut saat melihat Aldi tersenyum menatap nya dan melambai lambaikan tangan nya di hadapan wajah Aldi. Aldi tidak sadar akan Naisa yang menatap nya dan melambaikan tangan di hadapan wajah nya itu dan masih tersenyum lebar menatap Naisa.


"Hey" teriak Naisa yang geram akan Aldi yang sedari tadi tersenyum dan tidak memperdulikan nya, Aldi langsung tersadar akan Naisa yang berteriak itu.


"Ada apa?'' tanya Aldi dengan menatap lekat Naisa dan senyum nya tadi sudah menghilang.


"Kau kenapa menatapku seperti tadi hem?" tanya Naisa kepada Aldi dan beranjak berdiri. Aldi melihat ke tangan nya yang sudah bersih dan mencium nya dan bau nya pun sudah harum, Aldi menoleh ke arah Naisa yang sedang berdiri di hadapan nya itu dan langsung menggapai tangan Naisa dan menarik nya hingga Naisa terduduk di antara kedua paha nya di atas batu.


"Ah" ucap Naisa yang kesakitan bokong nya akibat terbentur di batu.


"Maaf" ucap Aldi dengan senyum yang melebar menatap Naisa yang ada di hadapan nya, Naisa langsung tersadar akan dirinya yang duduk di dekat Aldi dan ingin berdiri tapi Aldi yang tidak mau wanita itu pergi pun kembali menarik wanita itu dan mengunci wanita itu menggunakan kaki nya hingga sekarang Naisa duduk dengan sangat dekat dengan Aldi dan malah berdempet dan kepala nya berada di dada bidang Aldi yang belum pernah ia lihat itu.


Naisa terdiam saat kepala nya berada di dada bidang Aldi, Aldi menatap wanita yang sedang berada di hadapan nya itu yang tengah terdiam, Dia tersenyum melihat ekspresi wajah Naisa yang sedikit gugup itu. "Lepaskan aku" ucap Naisa yang berusaha memberontak lepas dari Aldi.


"Sebentar saja" ucap Aldi dan kembali meletakkan kepala Naisa yang menjauh dari dada nya itu kembali ke dada nya. Naisa tidak menjawab dan dia juga tidak bisa lepas dari sana karna tubuh yang di kunci oleh Aldi menggunakan kaki dan kepala yang di tahan oleh Aldi menggunakan tangan kekar nya itu.


"Dengar detak jantung ku" ucap Aldi kepada Naisa dengan menatap Naisa yang sedang berada di bawah kepala nya itu. Naisa tidak menjawab dan hanya memilih untuk diam dan mendengarkan detak jantung Aldi.


"Itu karna aku bersama mu makanya jantung ku berdetak cepat" jawab Aldi dengan melebarkan senyuman nya menatap Naisa. Naisa tidak menjawab nya dan memegang jantung nya yang juga berdetak cepat sama seperti jantung Aldi.


"Jantung ku juga berdetak lebih cepat sama seperti jantungmu" ucap Naisa dengan menetap lekat wajah Aldi.


"Jika hanya di dekat ku saja jantung mu berdetak?" tanya Aldi kepada Naisa, Naisa mengangguk mengiyakan nya karna memang setiap bersama Aldi jantung nya berdetak jauh lebih cepat dari biasa nya.


"Itu tanda nya kau mencintaiku" ucap Aldi kepada Naisa dengan menatap lekat wanita itu dengan senyum yang mengembang.


"Jadi jantung mu berdetak karna kau?" tanya Naisa yang malas mengatakan secara langsung tidak seperti Aldi yang langsung blak blakan ketika berbicara.


"Karna aku mencintaimu" jawab Aldi dengan melebarkan senyuman nya menatap Naisa.


"Kau tulus mencintaiku?" tanya Naisa dengan menatap lekat wajah Aldi.


"Hem, Jika aku tidak tulus aku tidak akan menunggu sampai saat ini dan aku pasti sudah memacari wanita lain" jelas Aldi dengan senyum yang melebar menatap Naisa dan dia berbicara saat ini jujur sejujur jujur nya tidak ada dusta ucapan nya itu.


"Aku juga mencintai mu" ucap Naisa yang sedikit ragu karna dia tidak pernah menyatakan perasaan nya kepada siapapun.


"Benarkah?" tanya Aldi dengan senyum senang mendengar pernyataan dari Naisa.


"Jika bukan aku tidak akan mau di perlakukan seperti ini dan aku sudah yakin akan perasaan mu" jawab Naisa dengan senyum yang melebar menatap Aldi.


"Yasudah ayo kita menikah sekarang" ajak Aldi yang sangat senang akan Naisa yang sudah menerima nya dan yakin kepada nya.


"Kau bodoh? aku tidak menikah sekarang" jawab Naisa dengan menatap kesal ke arah Aldi.


"Kenapa memang nya?" tanya Aldi dengan menatap lekat Naisa yang ada di hadapan nya itu.


"Kita setahun lagi akan wisuda dan tidak mungkin aku menikah sebelum aku menjadi sarjana" jawab Naisa dengan wajah kesal nya.


"Jadi kita pacaran sekarang?" tanya Aldi dengan menatap lekat wajah Naisa yang ada di hadapan nya itu.