
"Aku takut sekali jika kau meninggalkan ku saat kau sudah mendapatkan keinginan mu" guman Naisa dengan menatap lekat Aldi dan setelah itu langsung mengalihkan pandangan nya ke luar jendela mobil. Aldi yang sedari tadi hanya diam menoleh ke arah Naisa yang tidak menoleh ke arah nya.
"Kenapa kau tidak yakin ingin menikah dengan ku? apa kau belum mencintai ku?" guman Aldi dengan menatap lekat Naisa yang tidak menatap nya itu.
Beberapa menit menempuh jalan akhrinya mobil yang Aldi bawa sampai di rumah Naisa. "Terima kasih" ucap Naisa dan langsung keluar dari mobil itu.
"Besok aku akan menjemputmu" ucap Aldi saat Naisa akan masuk ke dalam rumah. Naisa melebarkan senyuman nya dan langsung masuk ke dalam rumah, Aldi kembali melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang dan menuju ke rumah nya.
"Aku sangat takut jika kau meninggalkan ku" guman Naisa saat sudah tidak melihat mobil Aldi lagi di halaman rumah nya. Naisa langsung masuk ke dalam kamar nya, Dia mendudukkan tubuh nya di atas kursi di dekat meja belajar nya.
"Kenapa perkataan nya selalu terngiang di pikiran ku" ucap Naisa yang pusing akibat ucapan wanita itu kepada nya.
FLASH BACK ON
"Naisa" sapa Syeri kepada Naisa. Naisa yang sedang bersiap siap ingin ke kampus pun menoleh ke arah Syeri.
"Boleh aku duduk?" tanya Syeri sopan kepada Naisa, Asma sudah pergi ke toko sejak tadi pagi karna jam kampus Naisa jam sebelas siang.
"Silahkan" jawab Naisa mempersilahkan Syeri untuk duduk. Syeri tersenyum menatap Naisa dan mendudukkan tubuh nya di atas kursi di samping Naisa.
"Kau ingin kemana?" tanya Syeri kepada Naisa.
"Baru saja ingin ke kampus" jawab Naisa sambil melebarkan senyum kepada Syeri. Syeri menatap lekat senyum tulus Naisa itu.
"Kau dekat dengan Aldi ya?" tanya Syeri kepada Naisa.
"Hem, Kami berteman" jawab Naisa.
"Tapi kalian tidak Seperti berteman melainkan sepasang kekasih" ucap Syeri.
"Ah tidak, Aku dan Aldi hanya berteman" jawab Naisa sambil melebarkan senyuman nya kepada Syeri. Mungkin Naisa lupa siapa itu Syeri makanya dia bisa akrab seperti itu.
"Baguslah jika kau hanya berteman dengan nya karna aku tidak mau kau menjadi korban Aldi selanjutnya" ucap Syeri.
"Maksud mu?" tanya Naisa dengan dahi yang mengerut akibat tidak mengerti akan ucapan Syeri.
"Aldi banyak memiliki teman perempuan dan mungkin dia juga banyak memiliki kekasih, Tapi saat dia sudah mendapatkan keinginannya dari teman perempuan atau kekasih nya pasti dia akan meninggalkan wanita itu dan aku tidak mau kau yang polos ini menjadi korban selanjutnya" jelas Syeri kepada Naisa, Naisa sama sekali belum mengerti akan ucapan Syeri itu.
"Aku belum mengerti dengan ucapan mu" ucap Naisa.
"Aldi memang sering menyetubuhi wanita di luar sana dan menjadi kan nya sebagai kekasih terlebih dahulu, Setelah dia mendapatkan keinginan nya dan memuaskan nafsu nya dia meninggalkan wanita itu" jelas Syeri kepada Naisa.
"Ah tidak mungkin Al seperti itu" guman Naisa yang belum percaya akan ucapan Syeri.
"Aku berbicara jujur dan tidak mengarang, Aldi memang haus akan wanita dan aku tidak yakin jika teman wanita nya hanya kau" ucap Syeri lagi karna dia bisa melihat raut wajah Naisa yang tidak mempercayai nya dan niat nya adalah ingin meyakinkan Naisa masalah hal buruk tentang Aldi padahal Aldi tidak pernah seperti itu meskipun hanya beberapa kali meniduri wanita tapi itupun wanita yang memberikan tubuh nya kepada Aldi bukan Aldi yang meminta.
"Terserah jika kau percaya atau tidak tapi aku berbicara jujur" ucap Syeri lagi karna raut wajah Naisa nampak masih mencerna ucapan Syeri.
"Baiklah aku pamit karna aku masih memiliki kerja" ucap Syeri saat melihat Naisa hanya termenung dan tidak merespon ucapan nya.
"Dia akan meninggalkan mu jika dia sudah mendapatkan keinginan nya" bisik Syeri di telinga Naisa. Naisa langsung tersadar akan pikiran nya dan Syeri pun langsung berlalu dari sana.
FLASH BACK OFF
"Sudah lah Nai, Kau tidak usah memikirkan itu lagi" guman Naisa dan menundukkan kepala nya dan menyenderkan dahi nya di atas tangan nya yang berada di atas meja.
Di rumah Aldi.
Aldi baru saja sampai di rumah nya, Dia langsung menaiki anak tangga dan menuju ke dalam kamar nya. "Apa yang membuatnya nampak sangat ragu untuk menikah dengan ku?" guman Aldi yang bingung dan mengingat ingat ekpresi wajah Naisa tanya.
"Apa ada yang mempengaruhi nya sampai dia tidak ingin menikah dengan ku?" guman Aldi yang sangat bingung akan sikap Naisa hari ini.
"Ah besok saja aku bertanya kepada nya" ucap Aldi dan kembali berdiri dan mengambil handuk nya dan masuk ke dalam kamar mandi di dalam kamar nya. Setelah selesai mandi dia kembali naik ke atas ranjang dan langsung tertidur dengan memakai baju handuk nya.
Keesokan pagi nya.
Aldi terbangun dari tidur nya dan langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh, Setelah selesai mandi dia langsung mengganti pakaian nya menggunakan pakaian biasa karna pagi ini dia terlebih dahulu berangkat ke toko karna jam kuliah nya sama dengan Naisa, Masuk jam sebelas siang keluar jam enam sore. Sebelum berangkat ke toko Aldi mengambil makanan dan memasukkan nya ke dalam kotak makanan karna dia ingin sarapan di toko sedangkan Erdin dan Andini sudah tidak kelihatan berada di rumah karna Andini sibuk dengan toko nya di bogor begitupun dengan Erdin yang memiliki pekerjaan di bogor makanya mereka jarang berada di rumah dan hanya Aldi sendiri lah yang berada di rumah sebesar itu.
Aldi langsung keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil yang sudah di siapkan di luar, Aldi langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju ke toko bunga Andini Flowers. Sesampai di toko Aldi langsung memarkirkan mobil nya di parkiran dan setelah itu langsung masuk ke dalam toko. Saat masuk ke dalam toko Aldi hampir saja menabrak orang yang belum ia ketahui siapa itu karna tertutup oleh banyak nya bunga yang di bawa oleh orang itu.
Aldi menoleh ke bawah dan melihat sepatu orang itu seerti sangat tidak asing bagi nya, Orang itu adalah Naisa, Aldi mengambil alih beberapa bunga yang menutup wajah Naisa itu dan meletakkan kotak nasi nya di dekat meja yang ada di sana.
"Hey bunga ini untuk di letakkan di depan kenapa kau mengambil nya?" teriak Naisa di balik bunga itu. Aldi tidak menjawab nya dan mengambil beberapa bunga yang menutup wajah Naisa itu.
"Makanya jika tubuh kecil tidak usah membawa bunga sebanyak ini" ketus Aldi dan berjalan kembali ke depan. Naisa yang sudah bisa melihat sedikit pun menoleh ke depan dan melihat Aldi lah yang mengambil bunga dari nya.
"Siapa yang menyuruh mu membawa bunga sebanyak ini?" tanya Aldi kepada Naisa sambil menyusun beberapa bunga yang ia ambil dari Naisa tadi.
"Tidak ada yang menyuruhku, Aku sendiri yang mau" jawab Naisa akan pertanyaan Aldi.
"Sini biar aku yang membawakan nya" ucap Aldi dan mengambil alih bunga yang tersisa di tangan Naisa. Naisa tidak menjawab nya dan hanya menatap lelaki itu, Aldi kembali menyusun bunga yang baru saja ia ambil dari Naisa tadi.
"Kau sudah lama datang?" tanya Aldi di sela sela menyusun bunga bersama dengan Naisa.
"Hem" jawab Naisa datar tanpa menoleh ke arah Aldi.
"Jam berapa kau datang ke sini?" tanya Aldi lagi.
"Jam tujuh" jawab Naisa tanpa menatap Aldi dan pokus menyusun bunga.
"Kau sudah sarapan pagi?" tanya Aldi dengan menatap lekat Naisa yang tidak menatap nya itu.
"Belum" jawab Naisa datar.
"Ikuti aku" ucap Aldi dan meletakkan bunga yang tertinggal tadi dan menarik tangan Naisa masuk ke dalam toko.
"Kau mau membawa ku kemana?" tanya Naisa.
"Diam lah" jawab Aldi dan menggapai kotak makanan yang ia bawa tadi menggunakan tangan satu nya dan setelah itu kembali melanjutkan perjalanan nya dengan menarik tangan Naisa. Naisa hanya bisa pasrah dan mengikuti nya saja karna jikapun dia menolak dan berbicara percuma karna Aldi kepala batu atau keras kepala.
Aldi membawa Naisa masuk ke dalam ruangan nya dan tidak lupa menutup pintu ruangan nya itu. Aldi mendudukkan tubuh Naisa di atas kursi sofa dan setelah itu mengambil air yang memang ada dan di hususkan di dalam ruangan nya itu dan setelah itu kembali ke dekat Naisa.
"Kau membawa apa?" tanya Naisa saat melihat Aldi membawa bekal ke toko dan yang pasti dia baru sadar akan itu. Aldi tidak menjawab nya dan membuka kotak bekal tadi.
"Ini makan lah" ucap Aldi sambil menyodorkan sanwich kepada Naisa. dia membawa dua sanwich karna memang sengaja membawa dua. Aldi melahap makanan nya dan Naisa menatap Aldi yang melahap makanan dengan sangat lahap itu.
"Kau seperti nya lapar sekali" ucap Naisa saat melihat Aldi makan dengan lahap dan dia belum memulai makan nya.
"Aku memang kelaparan karna Aku belum sarapan pagi makanya aku kelaparan" jelas Aldi dengan mulut yang penuh akan makanan.
"Kau kenapa tidak makan?" tanya Aldi dengan menghentikan makan nya dan menatap Naisa.
"Kau nampak sangat lapar, Jadi kau saja yang makan" jawab Naisa dengan melebarkan senyuman nya kepada Aldi dan mengembalikan makanan tadi kepada Aldi.
"Aku cukup memakan satu sanwich, Jadi makan lah" ucap Aldi dan kembali memberikan makanan tadi keada Naisa.
"Tapi kau nampak sangat lapar dan tidak mungkin kau cukup memakan satu" jawab Naisa.
"Aku cukup kenyang memakan satu sanwich dan ini aku membawa nya memang untuk mu, Jadi makanlah" ucap Aldi lagi dan kembali melahap makanan nya.
"Yakin?" tanya Naisa karna dia juga sedikit lapar.
"Hem" jawab Aldi sambil mengangguk mengiyakan nya dan mulut yang mengunyah. Naisa langsung memakan makanan yang di berikan oleh Aldi kepada nya dengan sangat lahap. Aldi tersenyum melihat wanita itu sedang makan entah apa yang ia senyumkan yang jelas menurutnya jika Naisa sedang makan nampak sangat cantik dan menggemaskan di tambah lagi jika mulut yang penuh dan dia menyukai itu.
"Kenapa kau menatap ku seperti itu?" tanya Naisa dengan mulut yang penuh kepada Aldi.
"Kau cantik sekali" jawab Aldi akan pertanyaan Naisa dengan senyum yang mengembang.
Uhukk
Naisa terbatuk atau tersedak saat mendengar jawaban Aldi, Aldi dengan segera memberikan air yang ia ambil tadi kepada Naisa dan membimbing Naisa untuk meminum air itu. "Hati hati lah jika makan" ucap Aldi dengan nada sedikit meninggi saat Naisa sudah selesai minum. Naisa menatap kesal ke arah Aldi karna Aldi menyalahkan nya yang tidak hati hati saat makan.
"Kau membuatku tersedak" ketus Naisa karna dia tidak mau di salahkan oleh Aldi biarpun itu hal kecil.
"Kenapa jadi aku? memang nya aku melawak saat kau makan sampai kau tersedak?" tanya Aldi dengan menatap bingung ke arah Naisa.
"Ka..." ucap Naisa yang terpotong karna tersadar akan apa yang ingin ia katakan.
"Jangan mengatakan nya, Nanti kau di bilang mudah di puji oleh lelaki" guman Naisa yang menahan mulut nya untuk tidak mengatakan Kenapa dia bisa tersedak. Naisa tersedak akibat pujian Aldi tadi dan Aldi tidak peka akan itu dan Naisa juga gengsi untuk mengatakan nya.
"Ka apa?" tanya Aldi yang penasaran akan apa yang ingin Naisa katakan.
"Ka..." Naisa berpikir.
"Kak Asma nanti malam akan makan malam dengan teman lelaki teman nya" jawab Naisa yang mengalihkan ucapan nya dan dia ingat akan tadi ucapan Elka dan Asma.
"Hah? maksud nya?" tanya Aldi yang tidak mengerti ucapan Naisa.
"Kak Asma nanti malam akan makan malam bersama teman lelaki teman nya" jawab Naisa yang mengulangi ucapan yang tidak di mengerti oleh Aldi.
"Teman lelaki teman nya?" tanya Aldi yang sama sekali tidak mengerti, maklum Naisa mencoba mengalihkan pembicaraan makanya tidak nyambung ucapan nya dan susah di mengerti.
"He'em" jawab Naisa mengangguk mengiyakan nya.
"Maksud dari teman lelaki teman nya apa?" tanya Aldi yang sangat bingung dan belum mengerti.
"Kak Asma mempunyai teman, Nah teman nya itu mempunyai teman lelaki, Jadi nanti malam teman kak Asma akan mengajak kak Asma untuk makan malam bersama teman lelaki teman kak Asma" jelas Naisa. Aldi di tambah bingung akan penjelasan Naisa itu dan menganga karna dia sama sekali belum mengerti (author juga gak ngerti nai, Wkwkw).
"Mengerti?" tanya Naisa kepada Aldi. Aldi menggelengkan kepala nya menandakan jika dia tidak mengerti.
"Bagaimana ya aku menjelaskan nya?" ucap Naisa yang mencoba menjelaskan dengan sejelas jelas nya kepada Aldi supaya Aldi mengerti.
"Nama teman kak Asma itu kak Elka, Nah kak Elka memiliki teman lelaki yang aku tidak tau siapa nama nya, Nah jadi kak Elka ngajak kak Asma buat makan malam sama teman lelaki nya itu" jelas Naisa lagi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Halo para reader, Kemungkinan author akan up satu ep perhari tapi tenang satu ep itu isi nya 2000 kata lebih, kalau author sempat up dua ep author bakal up, Jika tidak author minta maaf karna cuma up satu ep, Semoga kalian mengerti ya para reader kesayangan author❤. Terima kasih sudah mengerti❤