
"Duduk lah" ucap Aldi mempersilahkan Naisa duduk di atas kursi di samping nya, Naisa mendudukkan tubuh nya di atas kursi yang di persilahkan Aldi.
"Kau terburu buru ingin kemana tadi? menemui kekasih mu? tapi kau tidak boleh meninggalkan makan" omel Naisa yang sudah duduk di samping Aldi. senyum di wajah Aldi kembali mengembang saat melihat Naisa yang mengomel kepada nya karna Naisa sangat jarang mengomel.
"Kenapa kau malah tersenyum?" ketus Naisa yang melihat Aldi malah tersenyum dan tidak menjawab pertanyaan nya.
"Aku terburu buru ingin ke toko" jawab Aldi menatap lekat Naisa.
"Untuk apa kau cepat cepat ke toko sampai melupakan makan?" tanya Naisa kepada Aldi.
"Untuk menemui kau" jawab Aldi,
"Ha, Untuk menemui ku?" tanya Naisa yang belum mengerti akan ucapan Aldi.
"Hem" jawab Alsi sambil mengangguk mengiyakan nya dengan senyum yang melebar.
"Untuk apa kau menemui ku? apa ada hal penting?" tanya Naisa dengan menatap lekat wajah Aldi.
"Hem, Sangat penting malahan" jawab Aldi sambil menganggukkan kepala nya menatap Naisa.
"Apa kepentingan nya itu?" tanya Naisa kepada Aldi dengan menatap lekat Aldi.
"Kau benar benar ingin tau?" tanya Aldi kepada Naisa. Naisa mengangguk mengiyakan nya dengan menatap lekat Aldi.
"Baiklah aku akan memberitahukan nya" ucap Aldi, Naisa sedari tadi menunggu apa hal penting yang akan di sampaikan oleh Aldi kepada nya sampai sampai Aldi tidak sarapan pagi.
"Melepas rindu" ucap Aldi lagi dengan senyum yang melebar menatap Naisa. Naisa yang awal nya serius langsung mengerutkan dahi karna tidak mengerti akan jawaban Aldi.
"Maksud mu?" tanya Naisa kepada Aldi.
"Aku merindukan mu makanya aku terburu buru ke toko tadi" jawab Aldi akan pertanyaan Naisa.
"Atas dasar apa kau rindu dengan ku?" tanya Naisa lagi karna dia sama sekali tidak mengerti dan tidak peka akan ucapan Aldi maklum dia belum pernah berpacaran dan tidak pernah mendengar kata kata seperti yang di lontarkan oleh Aldi tadi.
"Atas.." ucap Aldi terpotong karna pintu ruangan itu terbuka. Mereka berdua menoleh ke arah pintu dan terlihat Asma yang membuka pintu itu dengan membawa nasi kotak. Asma berjalan ke arah mereka berdua,
"Ini makan lah" ucap Asma dengan membongkar kresek yang berisi nasi kotak yang di belikan nya tadi dan menyodorkan nya kepada Aldi. Aldi menerima nya.
"Suapkan aku" ucap Aldi dengan menyodorkan makanan tadi kepada Naisa.
"Makan sendiri kan kau mempunyai tangan" jawab Naisa karna dia malas menyuapi Aldi.
"Aku ini pasien jika makan harus di suapi" ucap Aldi lagi.
"Aku tidak mau, Suruh saja kak Asma atau suster" jawab Naisa.
"Halo Ari" ucap Asma dengan meletakkan telepon nya di telinga seperti orang menelpon padahal tidak.
"Kakak harus ke toko sekarang" ucap Asma kepada Naisa.
"Tapi kak..." ucap Naisa terpotong oleh Asma yang sudah berlalu, Naisa menatap kepergian Asma sampai Asma keluar dari ruangan itu.
"Kak Asma ke toko dan kau harus menyuapi ku" ucap Aldi kembali menyodorkan makanan tadi kepada Naisa. Naisa terpaksa mengiyakan nya dan langsung mengambil alih makanan milik Aldi.
"Buka mulut mu" ucap Naisa, Aldi menuruti nya dan Naisa pun mulai menyuapi Aldi makan.
Tangan kiri Aldi turun dan membentuk seperti orang mengisaratkan oke (👌) ke bawah tanpa di ketahui oleh Naisa, Asma yang sedari tadi masih berada di dekat pintu dan belum menutup pintu pun membalas isyarat itu dan baru dia menutup pintu ruangan itu dan setelah itu dia langsung berlalu.
"Duduk lah di atas, Pinggang ku sakit jika harus membungkuk" ucap Aldi berbohong padahal tidak.
"Huh" Naisa mendengus kasar dan berdiri dan langsung mendudukkan tubuh nya tepat di hadapan Aldi. Senyum di wajah tampan Aldi mengembang lebar saat melihat Naisa menuruti perkataan nya. Naisa pun kembali menyuapi Aldi makan dan Aldi menerima nya.
"Kenapa kau tidak menerima biaya siswa ke luar negri? apa kau tidak bisa jauh dari ku?" tanya Aldi di sela sela makan nya kepada Naisa. dahi Naisa mengerut saat mendengar ucapan Aldi.
"Percaya diri sekali kau" jawab Naisa dan kembali menyuapi Aldi.
"Jadi?" tanya Aldi lagi.
"Aku tidak mau jauh dari ayah dan ibu makanya aku memilih kuliah di sekitar sini" jawab Naisa tanpa menatap Aldi karna tangan dan pandangan nya sibuk ke makanan Aldi.
"Bukan nya ayah dan ibu sudah tidak ada?" tanya Aldi sedikit ragu kepada Naisa.
"Justru mereka tidak ada aku tidak mau meninggalkan mereka dan aku ingin selalu bisa bertemu dengan mereka meskipun itu makam mereka" jelas Naisa dengan tangan yang tidak berhenti menyuapi Aldi dan senyum yang mengembang.
"Maaf, Aku tidak bermaksud membuat mu bersedih" ucap Aldi karna kesedihan di wajah Naisa sangat nampak di matanya yang sedari tadi memperhatikan Naisa.
"Siapa yang sedih, Makan lah lagi" ucap Naisa dengan senyum yang mengembang dan kembali menyuapi Aldi, Aldi menerima suapan dari Naisa itu dan melahap makanan itu.
"Seperti aku akan kuliah di tempat yang sama dengan mu" ucap Aldi yang masih mengunyah.
"Kenapa tidak di luar kota atau di luar negri?" tanya Naisa kepada Aldi.
"Karna aku tidak mau meninggalkan mu" jawab Aldi akan pertanyaan Naisa karna memang sudah beberapa tahun ini saat dia dekat dengan Naisa dia sangat jarang keluar kota atau pun keluar negri dan dia banyak menghabiskan waktu di rumah atau di toko bunga.
"Kenapa kau tidak mau meninggalkan ku?" tanya Naisa dengan menatap Aldi dengan tatapan heran dan kembali menyuapi Aldi makan.
"Aku tidak mau kau di ambil oleh lelaki lain" jawab Aldi akan pertanyaan Naisa. Naisa sedikit kaget mendengar jawaban Aldi dan untung nya kepala nya menunduk.
"Kau jangan mudah percaya nai, Jika memang dia bersungguh sungguh pasti dia akan menyatakan perasaan nya kepada mu" guman Naisa yang mendengarkan diri supaya tidak terlalu termakan akan ucapan Aldi. Naisa berguman seperti itu karna Renald pernah menyatakan perasaan nya kepada Naisa tapi Naisa tolak begitupun dengan Rafli yang sudah lima kali menyatakan perasaan dengan Naisa tapi hasil nya tetap sama Naisa tidak mencintai mereka dan sekarang mungkin dia sudah mencintai Aldi yang tidak mencintai nya pikir Naisa.
"Kenapa kau menundukkan kepala?" tanya Aldi kepada Naisa dengan berusaha menatap wajah Naisa.
"Tidak" jawab Naisa dan kembali menyodorkan sendok yang berisikan makanan kepada Aldi, Aldi menerima nya dengan senang hati sampai akhirnya makanan itu pun habis.