
"Bawa dia ke ruangan nya, Dia pasti kurang istirahat" ucap Hilma. Aldi mengiyakan nya.
"Ayo" ajak Aldi kepada Naisa, Naisa tidak menolak nya dan berjalan keluar dari ruangan itu dengan di bimbing oleh Aldi.
"Sakit sekali" guman Naisa dengan memegang kepala nya yang terasa sangat skit itu.
Aldi bisa melihat dari raut wajah Naisa yang nampak menahan sakit dan dia pun mempercepat jalan nya dan Naisa sampai akhirnya mereka sampai di ruangan Naisa, "Istirahat lah" ucap Aldi sambil membimbing Naisa berbaring di atas ranjang rumah sakit itu. Naisa tidak menjawab kata kata apapun dia hanya mengikuti apa yang di bimbing oleh Aldi.
Setelah Naisa berbaring Aldi menyelimuti tubuh wanita itu sampai di perut nya, "Istirahat lah" ucap Aldi dengan menatap Naisa dan senyum yang mengembang, Naisa bisa melihat senyum di wajah tampan Aldi itu setiap hari sekarang karna Aldi selalu tersenyum kepada nya.
"Tapi kau tidak akan meninggalkan ku kan?" tanya Naisa kepada Aldi karna dia takut di tinggal sendirian di ruangan rumah sakit itu.
Senyum di wajah Aldi mengembang saat mendengar ucapan Naisa, "Aku tetap di sini menemani mu" jawab Aldi sambil melebarkan senyuman nya. Naisa mantap ke arah nya dan Aldi mengerti akan tatapan Naisa yang menyuruh nya untuk duduk itu dan akhirnya dia pun duduk di kursi di samping Naisa.
"Tidur lah, Aku akan menemani mu" ucap Aldi dengan memegang tangan Naisa, Naisa tidak menanggapi genggaman tangan Aldi itu dan langsung memejam kan matanya sampai dia tertidur. Senyum di wajah Aldi mengembang saat melihat Naisa tertidur di hadapan nya dan diapun membungkukkan tubuh nya, Menyenderkan kepala nya di dekat tangan Naisa dan ikut tertidur lelap dengan tangan yang masih memegang tangan Naisa.
Di ruangan Rafli.
"Ma, Asma ke ruangan Naisa dahulu" ucap Asma yang ingin melihat keadaan Naisa.
"Mama ikut" ucap Andini. Asma mengangguk mengiyakan nya dan langsung keluar dari ruangan Rafli diikuti oleh Andini dan Erdin dia juga ingin melihat keadaan Naisa dan dia pun ikut bersama dengan istri dan anak angkat nta itu. Sedangkan kedua orang tua Rafli mereka masih di ruangan Rafli untuk menemani Rafli.
Cklekk
Asma membuka pelan Pintu ruangan Naisa itu dan langsung masuk ke dalam ruangan itu begitupun dengan Andini dan Erdin, Saat masuk Asma langsung melihat Aldi dan Naisa yang tertidur dengan menggenggam tangan satu sama lain, Senyum di wajah nya seketika mengembang melihat itu karna memang keinginan nya untuk menyatukan Naisa dan Aldi.
Andini dan Erdin juga melihat itu dan senyum mereka juga tidak kalah merekah melihat itu karna memang keinginan mereka untuk menyatukan anak nya dan juga anak teman nya itu. "Nak ayo kita pulang saja, Mereka sudah istirahat" ajak Andini kepada Asma.
"Tapi Asma ingin menjaga Naisa ma" jawab Asma.
"Nak mari lah pulang, Mereka sudah istirahat dan kau juga membutuh kan istirahat" ucap Erdin.
"Yasudah, Asma akan pulang ke rumah Naisa" jawab Asma.
"Pulang bersama dengan kami, Malam ini saja kau harus tinggal di rumah mama dan papa" ucap Andini.
"Tapi ma.." ucap Asma terpotong oleh Erdin.
"Malam ini saja nak" ucap Erdin.
"Baik lah" jawab Asma pasrah, Mereka pun kembali keluar dari ruangan itu dan keluar dari rumah sakit itu dan setelah itu masuk ke dalam mobil dan sopir pun langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju ke rumah Erdin dan Andini.
Keesokan pagi nya
Naisa terbangun terlebih dahulu dari pada Aldi, Naisa merasa jika tangan nya sedikit berat dia pun menoleh ke arah tangan nya dan melihat Aldi yang sedang terlelap dengan memegang tangan nya. Jantung Naisa berdetak tidak karuan saat melihat Aldi yang tertidur dengan menggenggam tangan nya.
"Astaga kenapa detakan jantungku mulai tidak karuan seperti ini?" guman Naisa dengan memegang dada nya.
"Pak" ucap Naisa yang mencoba membangun kan Aldi dengan mengguncang sedikit tubuh nya. Aldi yang merasa jika ada yang mengguncang tubuh nya pun langsung membuka mata nya pelan dan menyesuaikan cahaya ruangan itu.
"Ada apa kau membangunkan ku?" tanya Aldi yang mata sedikit menyipit akibat silau lampu ruangan itu.
"Emmm, Saya ingin pulang" jawab Naisa.
"Kau masih sakit dan belum sembuh total" ucap Aldi.
"Tapi pak..." ucap Naisa yang terpotong oleh Aldi.
"Bukan pak, Saya tidak enak meninggalkan kak Asma sendiri di rumah nanti jika dia di apa apakan bagaimana?" tanya Naisa yang memikirkan hal aneh aneg akan Asma.
Ting
Ponsel Aldi berbunyi dan dia pun langsung membuka ponsel nya itu.
"Kakak sekarang di rumah mu, Jangan kau biarkan Naisa pulang ke rumah sebelum dia sembuh, Jika dia beralasan ingin menemani kakak, Katakan kepada nya kakak sekarang di rumah mu" isi pesan yang di kirimkan eh Asma pagi ini.
"Lihat ini" ucap Aldi sambil memperlihatkan pesan yang di kirimkan oleh Asma kepada nya. Naisa melihat pesan itu dan membaca nya.
"Sekarang kau tidak mempunyai alasan lagi ingin pulang" ucap Aldi.
"Tapi pak..." ucap Naisa yang terpotong lagi oleh Aldi.
"Jangan membantah" potong Aldi.
"Huh" Naisa mendengus kasar dan menyenderkan tubuh nya ke ranjang itu. Aldi tidak ingin berbicara lagi dan mata nya tak henti henti nya menatap Naisa yang sedang melamun itu.
"Lapar sekali" ucap Naisa dengan nada pelan dengan memegang perut nya yang terasa perih karna belum makan.
"Kau lapar?" tanya Aldi yang tidak mendengar ucapan Naisa tapi dia bisa melihat jika Naisa memegang perut.
"Sudah tau masih saja bertanya" guman Naisa yang mengira Aldi mendengar ucapan nya.
"Hey jawab" ucap Aldi karna tidak mendapatkan jawaban dari Naisa.
"Iya pak, Saya lapar" jawab Naisa jujur karna belum makan selama berada di rumah sakit itu.
"Tunggu di sini sebentar, Aku akan membeli makanan untuk mu" ucap Aldi dengan berdiri, mata Naisa langsung mebelalak kemana mana karna dia takut di tinggal sendiri.
"Saya ikut" ucap Naisa dengan memegang tangan kekar Aldi saat Aldi ingin berlalu. Aldi menoleh ke arah Naisa dan menatap tangan Naisa yang memegang tangan nya.
"Astaga Naisa jangan memegang ku" guman Aldi yang jantung nya selalu berdetak lebih cepat saat Naisa menyentuh nya.
"Tunggu lah di sini, Aku hanya sebentar" ucap Aldi.
"Tapi pak, Saya ingin ikut" ucap Naisa dengan wajah memelas nya berharap Aldi mengizin kan nya untuk ikut bersama dengan nya.
.
.
.
.
.
.
.
Halo reader setia author, Terima kasih bagi yang sudah meninggalkan jejak dan bagi yang belum meninggalkan jejak ,Author sangat menyarankan untuk kalian meninggalkan jejak karna jejak kalian sangat penting bagi author jika author ingin memberikan sesuatu kepada reader setia author, Maka dari itu jika membaca novel² author tinggal kan jejak ya, Terima kasih❤