I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 10



"Kau pulang saja terlebih dahulu dan besok usahakan berangkat lebih awal ya karna banyak pesanan" jelas Asma.


"Baik kak" jawab Naisa dengan melebarkan senyumannya dan itu nampak sangat cantik dengan gigi gingsul yang keluar dan mata yang hilang akibat tersenyum.


Naisa langsung masuk ke dalam loker dan mengambil tas miliknya dan meletakkan celemek yang ia kenakan tadi dan langsung keluar. "Naisa pulang dulu" pamit Naisa kepada semua pegawai. semua pekerja itu hanya menanggapinya dengan senyuman dan Naisa pun langsung berlalu dari toko itu dan berjalan keluar dan menuju ke rumah nya.


Beberapa menit dia melewati jalanan menuju ke rumah nya akhirnya dia pun sampai di rumah. Naisa langsung masuk ke dalam rumah dan terlebih dahulu dia membersihkan tubuhnya.


Setelah selesai membersihkan tubuh dan mengenakan baju Naisa kembali masuk ke dalam kamar nya. Naisa mengambil beberapa buku pelajaran untuk besok dan belajar seperti biasa.


Naisa membuka lembaran demi lembaran buku bukunya itu dan di dalam salah satu buku terdapat sebuah foto. Naisa mengambil foto itu dan melihat nya dan ternyata itu adalah fotonya dan juga kedua orang tua nya waktu kecil dahulu.


"Naisa merindukan kalian" ucap Naisa dan langsung mencium foto itu dengan air mata yang kembali menetes. Naisa berdiri dari belajar nya tadi dan menuju ke dekat ranjangnya dia memilih untuk mengistirahatkan tubuh nya karna merasa kelelahan dan dia juga sudah selesai belajar dan sebelum itu dia sudah memasuk kan buku buku tadi ke dalam tas sekolah nya.


Naisa merebah kan tubuh nya dengan air mata yang sudah berhenti mengalir sambil memeluk foto diri nya waktu kecil bersama kedua orang tua nya. Hanya butuh beberapa menit akhir nya Naisa tertidur pulas dengan memeluk foto tadi.


Keesokan pagi nya


Aldi terbangun dari tidur nya tadi malam dan langsung masuk ke dalam ruang ganti untuk mengambil handuk dan setelah itu masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan tubuh.


Di dalam kamar mandi dia merendam kan tubuhnya di dalam bath up dengan kepala yang bersender di sudut bath up itu dan mata yang terpejam. Aldi masih teringat apa yang terjadi tadi malam.


"Ahhh kenapa hati ku sakit saat mengingat nya?" teriak Aldi dengan mengacak acak rambutnya. Aldi segera menyelesai kan mandi nya dan masuk ke dalam ruang ganti dan mengganti kan pakaian nya dengan pakaian sekolah.


Setelah selesai bersiap Aldi langsung keluar dari kamar nya. "Kamu gak makan nak?" tanya Andini saat melihat Aldi keluar dari kamar nya dan menuruni anak tangga. Aldi tidak menjawab nya dan langsung berlalu keluar dari rumah itu.


"Hey kau ini bisa sopan atau tidak dengan orang tua mu hah?" teriak Erdin saat melihat anak nya tidak menjawab perkataan istrinya. tetap saja. Aldi tidak mengubris atau pun menghentikan jalannya dan langsung masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Aldi langsung melajukan mobilnya ke sekolah sepagi itu karna jam baru menunjuk pukul 06:15 dan dia orang yang pertama kali sampai. Aldi langsung memarkir kan mobilnya dan terlihat sangat lengang sekolah itu. Aldi tidab memperdulikannya dan langsung berjalan menuju ke kelas nya.


Naisa sudah sampai di sekolah dan langsung melihat ada mobil yang terparkir di parkiran karna biasa nya dia lah orang yang pertama datang ke sekolah. Naisa tidak memperdulikan nya dan langsung masuk ke dalam kelas nya.


Naisa berjalan masuk ke dalam kelas nya dengan girang dan saat dia ingin masuk dia melihat ada bos nya di dalam kelas itu. "Pak" sapa Naisa saat Aldi melihat nya dan dia langsung menundukkan kepalanya.


"Apa aku harus masuk?" guman Naisa dengan mengigit bibir bawah nya karna ragu masuk atau tidak.


"Kenapa kau berdiri di sana?" tanya Aldi melihat Naisa yang masih mematung di dekat pintu.


"Tidak apa apa pak" jawab Naisa dengan kepala yang masih menunduk.


Aldi mendekat ke arah Naisa dan Naisa dengan segera memundurkan langkah nya. "Jangan panggil aku pak jika di sekolah" ucap Aldi tegas.


"Panggil saja nama ku" jawab Aldi.


"Siapa nama mu?" tanya Naisa. Aldi menatap lekat wanita itu karna ini untuk pertama kali nya ada seorang wanita yang tidak mengetahui nama nya.


"Kau betul betul tidak mengetahui nama ku?" tanya Aldi. Naisa menggelengkan kepala nya dan kembali menunduk.


"Kanal kan aku Aldi" ucap Aldi sambil menyodorkan tangan nya. Naisa menerima jabatan tangan Aldi dan hanya tersenyum dan mengangguk mengerti.


Aldi menatap lekat senyuman wanita itu yang seperti tidak asing itu. dia menatap lekat wajah wanita itu. Naisa yang sadar akan Aldi yang mantap langsung menunduk dan melepas kan tangan nya dari tangan Aldi.


"Saya permisi" ucap Naisa dan langsung masuk ke dalam kelas dan meninggal kan Aldi yang masih menatap nya.


"Siapa dia? kenapa aku tidak terlalu asing dengan senyum nya?" guman Aldi dan kembali menatap Naisa.


Orang orang banyak yang sudah datang dan masuk ke dalam kelas masing masing. Naisa dan semua teman kelas nya hari ini adalah pelajaran olah raga dan mereka pun langsung masuk ke dalam ruang ganti untuk mengganti kan pakaian mereka masing masing.


"Mana baju olah raga ku?" guman Naisa yang mencari cari baju olah raga nya tapi tidak menemukan nya.


"Kau mencari ini?" tanya Maya sambil menunjukkan baju olah raga milik Naisa yang ia ambil tadi. Naisa berjalan menuju ke dekat Maya.


Naisa menengadahkan tangannya meminta baju miliknya itu. "Kau meminta uang?" ejek Naya yang membuat semua orang di dalam ruang itu tertawa.


"Aku meminta baju ku" jawab Naisa memberanikan diri.


Maya memberi kode kepada Asanti dan Hama supaya menyeret Naisa ke tempat yang lebih sepi. "Ayo" bentak Asanti sambil menarik tangan Naisa.


"Lepaskan" ucap Naisa yang mencoba melepaskan tangan nya dari Asanti.


"Ikut" bentak Maya. Naisa terpaksa menerima tarikan yang kasar dari Asanti dan Hana.


Aldi yang baru saja keluar dari dalam ruang ganti pria langsung melihat Asanti dan Hana menyeret Naisa dan lebih tepat nya menyeret rambut Naisa. "Lepaskan" teriak Naisa kesakitan yang terdengar oleh Aldi.


"Diam lah" bentak Asanti dan menarik lebih keras rambut Naisa.


"Auu" rengek Naisa kesakitan dan memegang rambutnya. Maya dan yang lainnya membawa Naisa masuk ke dalam WC yang sudah tidak berpenghuni lagi.


"Kau mau ini?" tanya Maya kepada Naisa. Naisa mengangguk kan kepalanya dengan air mata yang sudah menetes karna menahan sakit di kepala nya.