
"Lepaskan aku" ucap Naisa dengan air mata yang terus mengalir tapi itu tidak membuat Asanti melepaskan nya. Naisa sedari tadi mengucapkan kata kata itu berulang kali dan membuat Asanti yang mendengar nya sangat risih.
"Lem mulut nya" perintah Asanti dengan nada tinggi.
"Baik bos" jawab salah satu anak buah nya dan langsung menglem mulut Naisa menggunakan lem berwarna hitam.
Naisa memberontak supaya bisa terlepas dan membuat tangan dan kaki putih nya memerah akibat terkena gesekan tali. "Diam" bentak Asanti akan Naisa, Naisa langsung terdiam dan kembali menangis.
"Aku takut sekali" guman Naisa dengan air mata yang tiada henti menetes di wajah nya.
"Tolong aku tuhan" guman Naisa kembali karna dia sangat takut apa lagi saat melihat para preman yang ganas dan bertubuh kekar berada mengelilingi nya.
Di rumah Aldi.
Alsi baru saja sampai dan langsung masuk ke dalam rumah nya. Aldi belum melihat tanda tanda kedua orang tua nya ada di rumah saat masuk dan dia tidak memperdulikan itu dan langsung masuk ke dalam kamar nya. Aldi langsung menghempaskan tubuh nya ke atas ranjang yang ada di dalam kamar nya itu.
"Huh" Aldi mendnegus kasar dan memejamkan sebentar mata nya dan setelah itu kembali membuka nya.
"Sudah aku duga, Dia pasti akan menolak ku" ucap Aldi yang teringat akan kejadian di rumah sakit tadi.
"Aldi seharus nya kau tidak mangatakan perasaaan mu kepada nya" ketus Aldi dan langsung duduk dari rebahan nya dan mengacak acak rambut nya itu.
"Ah tapi tidak apa apa, Jika begini kan aku tau perasaan nya dan bisa lebih giat lagi untuk membuat nya jatuh cinta kepada ku" guman Aldi yang kembali bersemangat.
"Aku harus ke toko" ucap Aldi dan langsung mengambil handuk nya yang ada di dalam ruang ganti dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Saat Aldi menggosok gigi dia melihat wajah nya di kaca kamar mandi nya itu. "Kenapa dia menolakku?" guman Aldi dengan menghentikan menggosok gigi nya.
"Apa aku kurang tampan?" guman nya lagi dan memeriksa bentuk wajah nya ke samping kanan dan kiri.
"Tidak, Aku tampan" ucap Aldi yang kembali menatap lekat wajah nya yang ada di kaca itu.
"Sangat tampan malahan" sambung nya lagi dengan senyum yang mengembang menatap bayangan wajah nya di kaca itu. Aldi kembali melanjutkan mandi nya dan setelah selesai mandi dia langsung keluar dan menuju ruang ganti untuk mengenakan pakaian nya.
Aldi nampak memilih pakaian yang cocok dengan nya tapi satu pun tidak ada yang cocok dan saat ingin mencari lagi mata nya tertuju kepada kemeja berwarna biru lengan pendek dan juga celana jeans berwarna hitam. Aldi pun langsung mengambil baju dan celana itu dan mengenakan nya. setelah selesai mengenakan pakaian itu Aldi kembali ke dekat kaca yang panjang dan besar yang ada di ruang ganti itu.
"Tampan sekali aku" ucap Aldi dengan senyum yang mengembang menatap dirinya yang memang sangat tampan itu. Setelah memuji diri sendiri Aldi pun mengenakan sepatu kets berwarna putih milik nya dan kembali ke dekat kaca itu.
"Ah kenapa aku setampan ini?" guman Aldi dengan menatap bayangan nya yang nampak sangat tampan di depan kaca itu.
"Naisa aku akan membuat mu jatuh hati kepada ku" ucap Aldi dengan memberikan kisbai ke bayangan nya di kaca dan senyum yang melebar, Setelah itu dia pun langsung berlalu dari sana dan menuju ke luar rumah.
Di tempat Naisa.
Asanti dan para anak buah nya sudah sampai di sebuah rumah yang nampak tidak berpenghuni dan tidak ada perumahan di sekitar sana. Para anak buah Asanti pun langsung membawa Naisa masuk ke dalam rumah itu, "Letakkan dia di bawah" perintah Asanti. para anak buah nya yang membawa Naisa pun mengiyakan nya dan mendorong Naisa dengan sangat kasar ke lantai sampai Naisa terjatuh dan tersungkur akibat tangan dan kaki yang di ikat.
Naisa tidak mengeluarkan kata kata apapun dan dia hanya bisa menangis sedari tadi. "Kenapa kau menangis?" tanya Asanti dengan berjongkok menatap Naisa. Naisa hanya mengeluarkan air mata nya tanpa menjawab.
"Ini akibat nya jika kau berurusan dengan ku" bentak Asanti dan mendorong keras kepala Naisa sampai terbentur. Naisa kembali menangis dan air mata nya keluar sangat deras dari mata nya karna kesakitan akibat benturan dan dia juga ketakutan akan Asanti.
"Kau kesakitan?" tanya Asanti dengan menarik rambut Naisa dan menatap nya. Naisa tidak menjawab atau pun merespon dia hanya menangis dan terus menangis.
Di toko.
Aldi baru saja sampai di toko dan langsung masuk ke dalam toko, Saat masuk semua pegawai perempuan terkagum melihat ketampanan Aldi yang memang sangat tampan, Banyak sekali pegawai perempuan yang memuji nya tapi tidak satu pun dia tanggapi dan memilih untuk berjalan ke dekat Asma yang sudah sampai sejak lama di toko.
"Diaman Naisa?" tanya Aldi kepada Asma.
"Bukan nya dia bersama kau?" tanya balik Asma kepada Aldi.
"Dia tidak bersama ku, Tadi dia sudah pulang" jawab Aldi jujur dengan menatap heran ke arah Asma.
"Mungkin masih di rumah jika tidak bersama mu" ucap Asma tanpa menatap Aldi dan pokus ke pekerjaan nya.
"Lama sekali, Biasa nya dia yang duluan datang dari pada aku" guman Aldi karna tidak biasa nya Naisa datang lambat dari nya.
"Pergi lah, Kau mengganggu saja berdiri di sini, Aku ingin melayani pelanggan" ucap Asma mengusir Aldi karna ada pelanggan yang datang.
"Jika dia datang, Suruh dia ke ruangan ku" ucap Aldi.
"Hem" jawab Asma dan kembali pokus melayani pelanggan, Aldi pun langsung berlalu dari sana dan masuk ke dalam ruangan nya. Aldi mendudukkan tubuh nya di atas kursi bos nya.
"Percuma saja jika dia belum datang" guman Aldi yang merasa dandanan nya sia sia karna Naisa belum datang ke toko.
"Di mana ya dia? tidak biasa nya dia terlambat" guman Aldi yang heran akan Naisa yang belum datang.
"Apa aku hubungi dia saja?" guman Aldi kembali karna dia ingin segera menemui wanita itu.
"Ah tidak, Mungkin dia masih ada urusan di rumah atau dia masih di perjalanan ke sini" guman nya kembali dan meletakkan kembali ponsel nya yang sempat ia ambil tadi.