
"Apa yang harus aku kerjakan sekarang?" guman Aldi yang sangat bosan saat ini.
"Biasa nya ada Naisa yang aku ajak mengobrol dan berdebat dengan ku" guman Aldi yang kembali memikirkan Naisa karna sedari tadi memang dia memikirkan Naisa dan pikiran nya tidak teralih dari wanita itu.
"Aku akan menghubungi wanita itu" ucap Aldi dan langsung mengambil ponsel nya yang ada di dalam saku celana nya dan langsung mencari nomor Naisa.
"Hey, Kau sedang apa?" isi pesan yang di kirimkan oleh Aldi kepada Naisa. Aldi meletakkan ponsel nya di samping diri nya dan mengalihkan wajah nya ke sebrang ponsel nya itu.
Ting
Ponsel Naisa berbunyi dan menandakan jika ada yang mengirim pesan kepada nya. Naisa tidak membuka nya atau pun menyentuh ponsel nya karna dia sedang tertidur lelap di atas kasur itu. Naisa tertidur akibat kelelahan mungkin kelelahan menangis makanya dia langsung tertidur saat tubuh nya menempel di kasur.
"Kenapa dia tidak membalas nya?" guman Aldi karna dia belum mendapatkan balasan dari Naisa. Aldi kembali mengambil ponsel nya dan melihat jika pesan yang ia kirim lewat whatsapp kepada Naisa sudah terkirim karna ada centang dua.
"Pesan nya sudah terkirim tapi kenapa dia belum membalas nya?" guman Aldi saat melihat centang dua itu tapi tidak ada balasan.
"Bahkan dia belum membuka nya" ucap Aldi kembali dan kembali meletakkan ponsel nya di samping diri nya.
Ting
Ponsel Aldi berbunyi dan dengan segera dia mengambil ponsel nya itu dan melihat pesan dari siapa itu. "Dari mama" ucap Aldi saat melihat pesan yang masuk itu dari ibu nya bukan dari Naisa karna dia sangat berharap Naisa membalas pesan nya. Aldi membuka pesan yang di kirimkan oleh ibu nya itu.
"Nak, Kau kenapa pindah ke apartemen?" isi pesan yang di kirimkan oleh Andini kepada Aldi.
Aldi membenarkan baring nya untuk membalas pesan itu. "Aku sedang ingin sendiri" balas Aldi.
"Memang nya kau mempunyai masalah sayang?" balas Andini.
"Tidak, Al tidak memilki masalah, Al hanya ingin sendiri dan mencoba hidup sendiri saja saat ini" balas Aldi akan pesan Andini itu.
"Jangan tinggal di apartemen, Pulang saja ke rumah" balas Andini karna dia akan kesepian jika Aldi tidak ada di rumah.
"Tidak" balas Aldi singkat.
"Mama dan papa akan kesepian jika kau tidak ada di rumah" balas Andini karna dia sngat berharap anak nya itu kembali ke rumah.
"Tidak!" balas Aldi dan langsung melemparkan ponsel nya ke atas kasur sofa nya itu dan kembali menelungkup.
"Aku tidak memilki masalah apapun, Aku hanya kesepian dan membutuhkan teman" ucap Aldi dan memejamkan mata nya karna teman teman nya sekolah di luar negri dan hanya dia sendiri lah yang tinggal di indonesia. Aldi memang sangat ingin mengikuti teman teman nya sekolah di luar negri tapi dia takut jika Naisa di ambil oleh lelaki lain makanya dia memilih untuk berkuliah di dalam negri saja dari pada Naisa di ambil oleh orang.
Aldi kembali mengambil ponsel nya dan belum melihat ada pesan dari Naisa masuk ke ponsel nya. "Kemana wanita itu? kenapa dia tidak membalas pesan ku?" guman Aldi yang sangat bingung dan heran saat tidak mendapatkan balasan dari Naisa.
"Aku telpon saja" ucap Aldi lagi dan langsung memencet tombol video call ke nomor whatsapp Naisa.
Drittttt.
Ponsel Naisa berbunyi dan itu berbunyi tepat di telinga Naisa dan itu membuat Naisa langsung terbangun dan meletakkan ponsel nya ke telinga nya dan telpon itu terangkat sendiri.
"Ada apa?" tanya Naisa dengan suara khas orang baru bangun tidur dengan nata yang masih tertutup. Aldi kaget saat melihat gelap dan tidak melihat wajah Naisa.
"Kau di mana? kenapa gelap?" tanya Aldi kepada Naisa. Naisa langsung membuka mata nya dengan sempurna saat mendengar suara Aldi yang mengatakan hal itu dan menurunkan ponsel nya dan menatap ke layar ponsel dan ternyata itu video call.
"Astaga dia mengajak ku video call?" guman Naisa yang seidkit malu karna dia meletakkan ponsel ke telinga.
"Kau sedang apa? di mana kau sekarang?" tanya Aldi kepada Naisa denga menatap lekat Naisa. Naisa tidak menjawab nya dan memilih untuk mengalihkan camera ke camera belakang dan kembali meletakkan wajah nya di atas bantal nya.
"Kau di rumah?" tanya Aldi kepada Naisa.
"Sudah tau masih saja bertanya" jawab Naisa malas dengan camera yang masih ke belakang.
"Alihkan camera nya ke depan" ucap Aldi dengan nada sedikit meninggi karna Naisa menjawab ucapan nya tapi dia tidak menemukan wajah wanita itu. Naisa menuruti kemauan lelaki itu dan mengalihkan camera ke depan tapi dia tidak mengubah posisi nya biarpun itu buruk dan menampakkan Wajah nya sedikit jelek biarpun tidak terlalu jelek.
"Ada apa?" teriak Naisa yang kesal akan Aldi. Aldi menatap bingung dan dahi nya pun mengerut menatap Naisa.
"Kenapa kau berteriak?" tanya Aldi kepada Naisa.
"Aku mengantuk" jawab Naisa dengan menatap malas ke arah Aldi. Aldi melihat jam yang melingkar di tangan nya dan jam baru menunjukkan pukul delapan belas.
"Ini masih jam enam sore" ucap Aldi kepada Naisa.
"Kenapa memang nya?" tanya Naisa dengan menatap kesal dan malas ke arah Aldi yang ada di layar ponsel nya itu.
"Ini masih sangat sore, Jangan tidur dahulu" jawab Aldi.
"Tapi aku sangat mengantuk" ucap Naisa dengn wajah malas dan mengantuk nya menatap Aldi di layar ponsel nya itu. Aldi tersenyum melihat wajah menggemaskan itu yang ingin sekali ia lihat selalu.
"Kenapa kau malah tersenyum?" tanya Naisa dengan wajah kembali cemberut kepada Aldi.
"Kau nampak sangat menggemaskan seperti itu" jawab Aldi dengan senyum yang kembali melebar menatap Naisa.
"Jadi?" tanya Naisa dengan menatap lekat lelaki itu.
"Tidak ada makanan di sini, Aku juga sedang malas memasak" jawab Naisa karna dia hari ini sangat merasa malas
"Biar aku yang membawa kan mu makan jika malas memasak" ucap Aldi dengan senyum yang melebar menatap Naisa.
"Baiklah aku akan menunggu mu" jawab Naisa.
"Tunggu aku di sana" ucap Aldi.
"Hem" jawab Naisa datar dan mereka pun langsung mematikan telpon itu bersamaan.
"Palingan dia hanya bergurau" ucap Naisa dan langsung membuang ponsel nya ke atas tempat tidur nya dan kembali tertidur.
Tok..tok..tok
"Nai" panggil Aldi dari luar, Naisa belum membuka mata nya.
"Ah tidak mungkin dia" guman Naisa yang belum membuka mata nya.
"Naisa" panggil Aldi lagi. Naisa langsung membuka mata nya.
"Tapi itu nyata sekali" ucap Naisa mendengar jelas suara Aldi.
"Nai, Ini aku Aldi" ucap Aldi lagi dengan mengetuk pintu Naisa. Naisa langsung beranjak berdiri tanpa memperdulikan penampilan dan langsung keluar dari kamar nya dan membuka pintu rumah nya itu.
"Hey" sapa Aldi dengan senyum yang mengembang menatap Naisa.
"Ini memang Al?" guman Naisa yang merasa jika dia sedang bermimpi. Naisa mendekat ke arah Aldi dan langsung mencubit pipi lelaki itu.
"Auu, Kenapa kau mencubitku?'' tanya Aldi saat Naisa mencubit pipi nya.
"Nyata" ucap Naisa dan memundurkan langkah kaki nya dari Aldi.
"Ini memang nyata" jawab Aldi karna dia mendengar ucapan Naisa. Naisa langsung tersadar akan tindakan nya.
"Ada apa kau ke sini?" tanya Naisa kepada Aldi.
"Aku membawakan mu makanan" jawab Aldi dan menyodorkan rantang yang ia bawa kepada Naisa. Naisa menoleh ke bawah dan melihat rantang yang di bawa oleh Aldi.
"Untuk apa?" tanya Naisa dengan tatapan bingung kepada Aldi.
"Kau kan tadi bilang jika malas memasak jadi aku menjawab akan mengantarkan makan kepada mu, Makanya aku membawa ini" jelas Aldi dengan menyodorkan rantang tadi kepada Naisa. Naisa mengingat ingat kapan dia mengatakan itu sampai akhirnya dia teringat.
"Kau benar mengantarkan nya untukku?" tanya Naisa yang tidak percaya akan Aldi yang benar benar menepati ucapan nya.
"Hem, Makan lah, Aku akan menemani mu makan" ucap Aldi dan mendudukkan tubuh nya di atas kursi yang ada di depan rumah Naisa itu dan membuka rantang makanan yang ia bawa untuk Naisa. Naisa tidak mendudukkan tubuh nya tau pun merespon ucapan Aldi dn dia hanya menatap lekat Aldi.
"Hey, Kenapa kau masih berdiri?" tanya Aldi kepada Naisa yang masih berdiri itu.
"Hem?" jawab Naisa yang bingung akan Aldi karna dia tidak terlalu memperhatikan Aldi.
"Duduk lah" ucap Aldi kepada Naisa.
"Ah, Iya" jawab Naisa dan mendudukkan tubuh nya di atas kursi yang ada di samping Aldi.
"Makan lah ini" ucap Aldi lagi dengan menyodorkan makanan yang sudah ia siapkan untuk Naisa itu kepada Naisa.
"Kau sudah makan?" tanya Naisa kepada Aldi saat melihat Aldi menyodorkan makanan kepada nya.
"Kau makan saja dulu, Jika kau sudah nanti baru aku akan makan" jawab Aldi dengan melebarkan senyuman nya kepada Aldi.
"Makan saja kau jika kau belum makan" ucap Naisa dan memundurkan rantang yang di sodorkan Aldi kepada nya.
"Aku membawa nya untuk mu, Aku bisa makan kapan pun nanti" jawab Aldi dan kembali menyodorkan makanan itu kepada Naisa.
"Tidak kau saja" jawab Naisa.
"Yasudah kita makan berdua saja" ucap Aldi yang pasrah dari pada Naisa tidak makan. Naisa menoleh ke arah Aldi dengan tatapan bingung dan tidak setuju.
"Tidak" jawab Naisa.
"Yasudah aku tidak akan makan" jawab Aldi. Naisa kembali menatap ke arah Aldi dengan tatapan datar. Naisa beranjak dari sana dan menuju ke dapur untuk mengambil sendok dan juga air. Setelah selesai dia kembali keluar dan kembali mendudukkan tubuh nya di samping Aldi.
Naisa makan terlebih dahulu dari Aldi, Aldi tersenyum menatap itu dan ikut makan bersama dengan Naisa. "Enak sekali, Siapa yang masak?" tanya Naisa karna memang makanan itu sangat enak.
"Ferisa" jawab Aldi dengan mulut penuh akan makanan yang baru ia suap masuk ke dalam mulut nya. Dahi Naisa mengerut saat mendengar Aldi menyebut nama perempuan.
"Siapa Ferisa?" tanya Naisa dengan tatapan tak suka akan Aldi yang menyebut nama perempuan itu tapi dia menutup tatapan tak suka nya itu dengan menyuapi makanan ke dalam mulut nya.