I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 42



"Kalian berdua Kenapa menatap satu sama lain seperti itu?" tanya Naisa dengan menatap kedua lelaki itu secara bergantian dengan tatapan bingung. Aldi dan Rafli memutuskan tatapan mereka dan menatap ke arah Naisa yang berada di tengah tengah mereka.


"Siapa yang menatap nya?" tanya Aldi dengan menatap Naisa.


"Bapak" jawab Naisa.


"Kau dari mana?" tanya Aldi kepada Naisa.


"Saya tadi keluar sebentar pak" jawab Naisa. sedangkan Rafli dia masih menatap Aldi.


"Ikut aku" ucap Aldi dan langsung berlalu meninggalkan Naisa dan masuk ke dalam ruangan nya, Naisa ingin mengikuti Aldi tapi Rafli meraih tangan nya.


"Ada apa?" tanya Naisa kepada Rafli. Rafli melepaskan tangan Naisa.


"Kau mau kemana?" tanya Rafli kepada Naisa.


"Ke ruang pak Aldi" jawab Naisa.


"Dia bos mu?" tanya Rafli. Naisa mengangguk mengiyakan nya.


"Kau pulang bekerja kapan?" tanya Rafli.


"Jam delapan malam" jawab Naisa.


"Yasudah aku akan menunggu mu di cafe depan sampai kau pulang nanti" ucap Rafli.


"Untuk apa kau menunggu ku?" tanya Naisa yang bingung akan ucapan Rafli.


"Ada yang ingin aku tanyakan dan aku bicarakan dengan mu" jawab Rafli sambil melebarkan senyuman nya. Naisa hanya menatap heran akan Rafli dan berfikir apa yang akan di katakan Rafli kepada nya.


"Yasudah aku ke cafe depan nanti susul aku" ucap Rafli. Naisa mengangguk mengiyakan nya dan Rafli pun langsung berlalu dari toko itu dan menuju ke cafe seberang.


"Apa yang ingin dia bicarakan kepada ku?" guman Naisa bingung.


"Naisa" teriak Aldi dari dekat pintu ruangan nya karna sedari tadi menunggu Naisa tapi Naisa tidak kunjung datang makanya dia berteriak. Naisa langsung ingat akan Aldi yang menyuruh nya masuk ke dalam ruangan nya dan diapun dengan segera berlalu ke arah Aldi.


"Iya pak" jawab Naisa karna Aldi masih ada di dekat pintu ruangan nya.


"Masuk" perintah Aldi dan terlebih dahulu berlalu masuk ke dalam ruangan nya, Naisa mengiyakan nya dan ikut masuk ke dalam ruangan itu dengan menundukkan kepala nya.


"Ada apa Bapak menyuruh saya ke sini?" tanya Naisa kepada Aldi.


"Kau tadi dari mana?" tanya Aldi yang mulai mewawancarai Naisa.


"Kan saya sudah jawab tadi pak" ucap Naisa karna Aldi berulang kali menanyakan hal yang sama kepada nya.


"Memang nya kau jawab apa tadi?" tanya Aldi.


"Saya tadi ke luar sebentar" jawab Naisa lagi dengan nada malas nya karna dia tidak suka mengulangi ucapan nya.


"Ke luar kemana?" tanya Aldi.


"Ya.. ya kluar" jawab Naisa yang sedikit ragu untuk mengatakan jika dia baru pulang dari makam orang tua nya.


"Celana mu kotor kenapa?" tanya Aldi karna sedari tadi saat Naisa mengobrol dengan Rafli dia memperhatikan celana Naisa yang nampak sedikit kotor dan itu tidak terlalu nampak jika orang melihat nya sekilas tapi Aldi tadi memang memperhatikan betul celana Naisa itu.


"Ini tadi saya terjatuh" jawab Naisa jujur.


"Terjatuh di mana? memang nya kau ini dari mana?" tanya Aldi lagi karna dia belum mendapatkan jawaban akan pertanyaan nya tadi.


"Huh, Saya dari makam pak dan saya terjatuh saat berada di makam" jawab Naisa jujur karna jika dia tidak jujur asti Aldi akan terus bertanya hal yang sama dengan nya.


"Kenapa kau bisa terjatuh? kau syuting adegan tersungkur di sana?" tanya Aldi.


"Mungkin saja" jawab Aldi.


"Saya bukan artis pak" ucap Naisa.


"Mungkin saja kau artis" jawab Aldi yang tidak mau mengalah.


"Iya saya memang artis" ucap Naisa.


"Sudah ku duga kau memang artis bukti nya kau pandai berbohong dan menyembunyikan sesuatu dari ku" ucap Aldi.


"Dih mana pernah saya berbohong dengan Bapak" jawab Naisa yang tidak terima di katai pandai berbohong oleh Aldi.


"Kau merindukan ayah dan ibu mu bukan?" tanya Aldi dengan menatap lekat Naisa, Naisa menganggukkan kepala nya.


"Kau tidak konsentrasi bekerja karna memikirkan ayah dan ibu bukan?" tanya Aldi lagi. Naisa kembali mengangguk mengiyakan nya tanpa sengaja karna jika dia sudah di tanya dan di tatap lekat seperti itu pasti dia akan jujur tentang Semua nya dan Aldi mengetahui itu makanya Aldi mengajak Naisa mengobrol berdua di dalam ruangan nya.


"Jika kau jujur seperti ini kan bagus, Tadi kau berbohong kepada ku" ucap Aldi, Naisa langsung tersadar akan diri nya yang mengangguk jujur saat Aldi bertanya segala hal sekarang.


"Ssshhtt" umpat Naisa sedikit kesal dan terdengar oleh Aldi.


"Kau kesal dengan ku?" tanya Aldi dengan menatap lekat Naisa, Naisa langsung menundukkan kepala nya.


"Tidak pak" jawab Naisa dengan kepala yang masih menunduk dan hati yang tak henti henti mengatai Aldi.


"Duduk lah, pasti kau lelah berdiri" ucap Aldi mempersilahkan Naisa untuk duduk. Naisa pun duduk di kursi yang ada di hadapan Aldi dan Aldi juga duduk di kursi bos nya itu.


"Siapa lelaki tadi? apa dia pacar mu?" tanya Aldi yang penasaran dan juga sedikit tak suka akan Rafli yang dekat dengan Naisa.


"Bukan, Dia bukan pacar saya" jawab Naisa dengan melambaikan tangan nya terhadap Aldi menandakan tidak.


"Jadi dia Siapa kau?" tanya Aldi lagi.


"Dia teman saya" jawab Naisa.


"Sejak kapan kalian berteman?" tanya Aldi lagi.


"Sejak SMP dan sekarang dia sekolah di china dan kalau tidak salah dia mengambil mata pelajaran WO, Bapak tau tidak dia bersekolah di sana juga karna mendapatkan biaya siswa padahal dia orang kaya, Tapi dia memang pintar sih pak" jawab Naisa akan satu pertanyaan yang tidak di tanyai oleh Aldi.


"Aku tidak menanyakan dia sekolah di mana dan mengambil jurusan apa" ucap Aldi.


"Saya yang ingin mengatakan nya" ucap Naisa. Aldi tidak menjawab nya lagi karna dia sangat tidak suka jika Naisa memuji Rafli lelaki yang sangat tidak ia sukai itu.


"Bapak seperti nya mengenali Rafli ya?" tanya Naisa kepada Aldi saat melihat Aldi hanya diam.


"Tidak, Aku tidak mengenali nya" jawab Aldi.


"Tapi tadi dia bilang mama nya dan mama Bapak berteman" ucap Naisa lagi.


"Jadi?" tanya Aldi dengan kembali menatap wanita yang sedang duduk di hadapan nya.


"Jadi pasti Bapak dan dia juga berteman bukan?" tanya Naisa.


"Kau ini sok tau sekali" jawab Aldi dan membuang pandangan nya ke sembarang arah.


"Bukan kah iya seperti itu? jika mama Bapak dan mama nya Rafli berteman pasti anak mereka juga berteman" jelas Naisa dengan menatap Aldi.


.


.


.