
Brukk
Naisa menabrak tubuh kekar Aldi, Dia memegang kepala nya dan setelah itu baru menoleh ke arah Aldi. "Kenapa berhenti apa sudah sampai?" tanya Naisa dengan tatapan biasa saja kepada Aldi dan tidak ada tampang tampang dia kesal atau pun apa.
"Kau kenapa menundukkan kepala?" tanya Aldi kepada Naisa. Naisa mendekatkan tubuh nya kepada Aldi dan menyeimbangkan tinggi Aldi dengan diri nya dengan kedua kaki yang terangkat, Aldi sedikit membungkuk karna dia tau Naisa tidak akan sampai jika ingin berbisik tepat di telinga nya.
"Aku tidak nyaman jika di tatap oleh para pekerja di rumah mu" bisik Naisa di telinga Aldi. Aldi kembali berdiri tegak begitupun dengan Naisa yang juga kembali menurunkan kaki nya seperti semula, Aldi menatap para pelayan yang ada di sekitar nya dan benar saja mereka sedari tadi memperhatikan nya dan juga Aldi.
"Kalian memperhatikan apa?" tanya Aldi datar kepada para pelayan di rumah nya.
"Tidak tuan muda" jawab salah satu pelayan.
"Jika kalian masih ingin bekerja kembali lah bekerja, Jika tidak angkat kaki kalian dari sini" tegas Aldi. Semua pelayan Tadi menundukkan kepala nya dan kembali ke pekerjaan masing masing.
"Kenapa kau memarahi mereka?" tanya Naisa kepada Aldi.
"Aku tidak memarahi mereka, Ayo" ajak Aldi sambil menarik tangan Naisa dan mengajak nya kembali menuju ke taman belakang, Naisa mengiyakan nya dan hanya mengikuti Aldi dan dia juga tudak menolak saat Aldi memegang tangan nya.
"Kau sudah sarapan pagi?" tanya Naisa kepada Aldi saat mereka sudah sampai di belakang dan mendudukkan tubuh di tempat duduk yang ada di halaman belakang.
"Belum" jawab Aldi dengan mendudukkan tubuh nya di samping Naisa.
"Kenapa kau belum makan?" tanya Naisa.
"Ingin makan bersama mu" jawab Aldi datar.
"Aku sudah makan pagi" ucap Naisa.
"Yasudah aku juga sudah makan pagi" jawab Aldi.
"Kau harus makan" ucap Naisa.
"Kau juga harus makan" jawab Aldi, Naisa menatap datar ke arah Aldi.
"Baiklah, Kau ingin makan apa?" tanya Naisa yang pasrah karna dia tidak mau Aldi kembali sakit hanya karna diri nya yang tidak mau makan.
"Untung saja dia memiliki penyakit jika tidak aku tidak akan menuruti keinginan nya" guman Naisa dengan melebarkan senyuman nya kepada Aldi. Naisa beranjak berdiri dari sana dan meninggalkan tas milik nya di dekat Aldi dan berlalu ke dapur.
"Wanita itu" guman Aldi dengan senyum yang melebar menatap kepergian Naisa.
Naisa sudah sampai di dapur rumah Aldi dan dia nampak seperti mencari sesuatu. "Nona sedang mencari apa?" tanya salah satu pelayan di rumah itu kepada Naisa.
"Saya sedang mencari alat masak dan saya tidak tau di mana tempat nya, Apa bisa di tunjukkan di mana tempat nya?" tanya Naisa sopan kepada pelayan tadi.
"Nona ingin memasak apa? biar saya saja yang memasak nya untuk anda" jawab pelayan tadi.
"Aku sedang malas memasak, Apa aku terima saja tawaran nya?" guman Naisa karna dia malas masak saat ini.
"Boleh" jawab Naisa yang menerima tawaran dari pelayan tadi.
"Ingin makan apa nona?" tanya pelayan tadi.
"Nasi goreng saja" jawab Naisa.
"Baik nona" jawab pelayan tadi dan memulai memasak. Naisa memilih untuk melihat pelayan tadi memasak karna dia takut Aldi tidak mau makan jika bukan masakan nya dan dia tidak mau Aldi curiga jika itu bukan masakan nya.
Aldi merasa bosan duduk sendiri dan tidak ada yang ingin ia lakukan, Mata nya tertuju ke tas Naisa yang terletak di samping nya itu. "Apa isi tas wanita itu?" guman Aldi dan langsung mengambil tas Naisa yang berada tidak jauh dari nya itu. tanpa ragu Aldi langsung membuka tas Naisa itu dan melihat apa saja isi tas wanita itu.
Parfum, Bedak, Dompet dan ponsel beserta alat cas yang ada di dalam tas Naisa. "Hanya ini?" guman Aldi karna hanya sedikit sekali barang barang yang ada di dalam tas Naisa, Isi tas Naisa sangat berbeda dari isi tas wanita yang pernah ia buka yang biasa nya berisi alat make up dan lain nya sedangkan tas Naisa hanya bedak itu pun bedak bayi.
Aldi kembali memasukkan barang barang tadi ke dalam tas tapi dia meninggalkan dompet dan juga ponsel Naisa di luar.
Aldi menyalakan ponsel Naisa dan mengotak atik ponsel wanita itu. "Tidak ada apa apa di dalam ponsel nya" ucap Aldi dan kembali meletakkan ponsel Naisa ke dalam tas tapi dompet Naisa masih berada di luar. "Apa isi dompet nya?" guman Aldi yang penasaran akan isi dompet Naisa.
"Aku buka saja" ucap nya kembali dan langsung membuka dompet Naisa itu dan isi nya hanya ada uang dan kartu kartu seperti kartu pelajar, ktp dan lain nya. Aldi ingin menutup kembali dompet itu tapi niat nya itu ia urungkan saat melihat satu lembar poto lama di kantong dompet itu.
Aldi mengambil selembar poto lama itu dan menatap poto itu dengan tatapan lekat. "Bukan kah ini?" guman Aldi dan kembali menatap lekat poto itu dengan teliti dan jelas.