I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 128



"Kenapa aku jadi lapar ini?" guman Naisa yang perut nya berbunyi menandakan jika dia kelaparan, Naisa mengambil makanan yang ada dan sudah tersedia di dapur dan setelah itu dia langsung berlalu dari sana dan menuju ke dekat pohon yang besar yang ada di sana.


Naisa mendudukkan tubuh nya di bawah pohon itu dan setelah itu langsung melahap makanan nya. "Tumben sekali dia sendiri" guman Ryhan saat melihat Naisa duduk sendiri di bawah pohon besar yang ada di dekat sana. Ryhan tersenyum melihat Naisa sedang sendiri karna biasa nya dia selalu bersama dengan Aldi, Ryhan berjalan menghampiri Naisa dengan membawa makanan milik nya.


"Hey" sapa Ryhan kepada Naisa. Naisa yang sedang makan dengan mulut penuh pun mendongakkan kepala nya menatap siapa yang menyapa.


"Kak Ryhan" sapa balik Naisa dan mengunyah cepat makanan yang ada di dalam mulut nya itu.


"Boleh aku Duduk di sini?" tanya Ryhan kepada Naisa dengan nada sopan nya.


"Oh, Silahkan" jawab Naisa dengan senyum yang mengembang menatap Ryhan. Ryhan tersenyum dan setelah itu langsung mendudukkan tubuh nya tepat di samping Naisa. Naisa tidak memperdulikan nya dan kembali melahap makanan nya.


"Kau lapar sekali ya sampai makan selahap itu?" tanya Ryhan dengan menatap lekat Naisa yang sedang makan itu.


"Hem" jawab Naisa dengan mengangguk mengiyakan dan mulut penuh nya.


"Kau tidak makan tadi malam?" tanya Ryhan kepada Naisa. Naisa langsung menggelengkan kepala nya menandakan jika dia tidak makan tadi malam.


"Kenapa sampai tidak makan?" tanya Ryhan kepada Naisa dengan menatap lekat Naisa, Naisa meneguk makanan nya itu untuk menjawab pertanyaan Ryhan.


"Tadi malam aku tidak lapar makanya tidak makan, Ada pertanyaan lagi?" tanya Naisa karna sedari tadi Ryhan bertanya tanpa henti kepada nya berbeda sekali dengan Aldi yang kadang membuatnya kesal dan kadang membuat nya tertawa tidak seperti Ryhan yang saat bertemu dengan nya selalu saja melontarkan pertanyaan seperti wartawan.


Aldi keluar dari tenda nya. "Emm" ucap Aldi dan membentang tangan nya untuk menyempurnakan otot otot tangan nya kaku itu, Aldi menghirup udara segar di sana dengan mata yang memejam dan tangan masih bergerak kemana mana. Aldi membuka mata nya dan melihat ke tempat Naisa terlebih dahulu tapi dia tidak menemukan Naisa di depan tenda nya.


"Di mana wankta itu?" guman Aldi dan mencari cari keberadaan Naisa di sekitar sana.


"Apah?" teriak Aldi saat melihat Ryhan yang ingin menyentuh Naisa, Aldi langsung berlari kencang dan menuju ke dekat Naisa dan juga Ryhan, Aldi mendudukkan tubuh nya di antara Ryhan dan juga Naisa dan itu menggeserkan sedikit tubuh Naisa ke samping.


"Kenapa kau ini?" tanya Naisa dengan mulut penuh nya kepada Aldi. Aldi tidak menjawab nya dan bernafas sedikit ngos ngosan akibat baru bangun dari tidur langsung berlari.


"Kau baru sudah berlari?" tanya Naisa kepada Aldi yang mengira jika Aldi baru selesai berlari pagi. Aldi tidak menjawab pertanyaan Naisa dan menoleh ke arah Ryhan yang ada di samping nya.


"Kenapa?" tanya balik Ryhan kepada Aldi dengan ikut menatap datar ke arah Aldi. Aldi tidak menjawab pertanyaan dari Ryhan dan menatap lekat Ryhan dengan wajah datar nya begitupun dengan Ryhan yang juga menatap lekat wajah Aldi dengan tatapan datar. Naisa yang tidak mendengar suara Aldi maupun Ryhan lagi pun menoleh ke arah kedua lelaki itu dan dia melihat kedua lelaki itu saling menatap tajam satu sama lain.


"Apa apaan ini" guman Naisa saat melihat Aldi dan Ryhan yang saling menatap satu sama lain.


"Kalian kenapa saling menatap sepert itu? memiliki dendam satu sama lain hem?" tanya Naisa dengan menatap Aldi dan juga Ryhan secara bergantian. Ryhan menghentikan tatapan nya dan menoleh ke arah Naisa, Aldi yang melihat Ryhan tidak melihat nya lagi pun ikut menoleh ke arah Naisa.


"Dia yang mulai" jawab Aldi akan pertanyaan Naisa sedangkan Ryhan hanya diam dan tidak menjawab.


"Diam kau, Jelas kau yang duluan menatap nya tadi, Apa jangan jangan kalian menyukai sesama jenis ya, Ih" ucap Naisa dengan wajah jijik nya menatap Aldi dan juga Ryhan dan setelah itu beranjak berdiri dari sana dan langsung berlalu dari sana.


"Enak saja kau, Aku lelaki normal" teriak Aldi yang tak terima akan ucapan Naisa yang mengatakan jika dia menyukai sesama jenis. Naisa tidak menjawab nya atau pun menoleh dia meneruskan jalan kaki nya hingga sampai di dapur.


Aldi memoleh ke arah Ryhan yang masih ada di samping nya dan menatap lekat lelaki itu. "Apa kau melihat ku?" ketus Aldi kepada Ryhan.


"Siapa juga yang melihat mu" ketus Ryhan yang tak mau kalah dari Aldi. Aldi tidak menjawab nya dan beranjak berdiri begitupun dengan Ryhan.


"Hey" ketus Aldi saat Ryhan hampir saja tertabrak dengan nya. Ryhan tidak menjawab nya dan langsung berdiri dan berlalu dari sana menuju ke tempat nya kembali.


"Susah selai aku untuk mendekati Naisa" guman Ryhan kesal karna saat dia mendekat ke arah Naisa pasti Aldi selalu timbul dan datang tiba tiba.


"Kenapa kau?" tanya Airin kepada Ryhan saat berjalan berpapasan. Ryhan mengangkat kepala nya dan melihat jika yang berbunyi itu adalah mantan kekasih nya.


"Bukan urusan mu" jawab Ryhan dan kembali melanjutkan perjalanan nya. Airin menatap kesal ke arah Ryhan tapi dia tidak terlalu marah karna Ryhan memang datar dan sedikit kaku, Airin kembali melanjutkan langkah kaki nya menuju ke tujuan awal nya.


Aldi berdiri dan berjalan menghampiri Naisa yang ada di dapur sedang minum. "Hey" sapa Aldi yang mengagetkan Naisa yang sedang minum itu.


Uhukkk


Naisa tersedak akan Aldi yang mengagetkan nya itu. "Eh kenapa?" tanya Aldi dan mengusap punggung Naisa. Naisa tidak menjawab nya dan kembali minum dengan cepat.