
"Kalian akan merasakan bahagia sama seperti aku saat ini" smbung Asma dengan tersenyum menatap mereka berdua dan setelah itu kembali menoleh ke arah televisi.
"Sudah jelas bukan?" tanya Aldi dengan menatap lekat wajah Naisa karna memang penjelasan Asma adalah isi hati nya meskipun tidak lengkap dan masih banyak lagi isi hati nya yang ingin ia katakan kepada Naisa.
Naisa menoleh ke arah Aldi dan menatap lekat wajah lelaki itu. "Kau masih belum percaya?" tanya Aldi saat melihat Naisa hanya melihatnya dan tidak menjawab ucapan nya.
"Huh" Naisa mendengus panjang dan langsung melebarkan senyuman nya kepada Aldi. "Aku percaya dan itu sudah sangat jelas" jawab Naisa dengan senyum masih mengembang menatap Aldi.
"Baguslah jika kau percaya Nai, Karna kepercayaan mu itu yang dia butuhkan" ucap Asma yang kembali masuk dalam pembicaraan mereka. Naisa menoleh ke arah Asma tapi dia tidak melihat adanya kepala atau wajah Asma di sana. Aldi sama sekali tidak menoleh ke arah Asma dan malah pokus menatap Naisa.
"Kau memang nya kapan menikah dengan lelaki mu itu?" tanya Aldi kepada Asma dan menoleh ke arah Asma.
"Minggu depan" jawab Asma tanpa menongolkan kepala nya. Aldi tidak menjawab nya lagi dan kembali menoleh ke arah Naisa.
"Aku akan keluar" ucap Aldi kepada Naisa, Naisa mengangguk mengiyakan nya dan Aldi pun memindahkan posisi Naisa dari kursi roda ke atas ranjang.
"Istirahatlah" ucap Aldi saat sudah selesai meletakkan Naisa di atas ranjang dengan tangan yang mengusap kepala Naisa. Naisa hanya menanggapinya dengan senyuman dan setelah itu Aldi pun langsung berlalu dari sana dan menuju ke kamar nya.
Satu minggu kemudia.
Tibalah dimana hari Asma dan Angga menikah, Kaki Naisa yang memar sudah sehat tapi tidak dengan kaki nya yang patah yang sama sekali belum sehat. "Kau sudah siap?" tanya Aldi kepada Naisa dan masuk ke dalam kamar pengantin karna hari ini hari terakhir untuk Naisa tidur bersama Asma dan hari seterusnya dia akan tidur sendiri di kamar sebelah kamar Aldi yang satu nya.
"Hem" jawab Naisa akan pertanyaan Aldi dan menoleh ke arah Aldi. Aldi terdiam saat melihat wanita itu menoleh ke arah nya.
"Cantik sekali" guman Aldi saat melihat cantik nya Naisa hari ini. Naisa masih menatap Aldi yang tidak ada niat untuk mengajaknya keluar atau turun dari kamar.
"Hey" ucap Naisa dan melambaikan tangan nya kepada Aldi.
"Em" ucap Aldi yang langsung tersadar akan lamunan nya dan menatap kembali Naisa.
"Ayo" ajak Naisa kepada Aldi.
"Ah, Iya" jawab Aldi dan langsung membawa Naisa berlalu keluar dari kamar itu dan menuju ke bawah, Acara nikah Asma dan juga Angga memang di adakan di rumah Aldi karna itu permintaan Asma dan tidak di adakan di hotel atau restoran mewah.
"Cantik sekali dia" guman Aldi dan menatap Naisa dari belakang saat di dalam lift. Lift terbuka Aldi kembali melanjutkan langkah kaki nya dengan mendorong kursi roda milik Naisa dan saat di luar mereka sudah melihat banyak sekali tamu yang sudah datang.
"Di mana Asma?" tanya Angga kepada Aldi dan Naisa yang baru saja sampai di bawah.
"Dia masih di rias di atas" jawab Naisa akan pertanyaan Angga. Aldi kembali melanjutkan langkah kaki nya karna dia tidak suka akan lelaki yang menatap Naisa.
"Mau kemana kita?" tanya Naisa kepada Aldi.
"Menghampiri mama dan papa" jawab Aldi akan pertanyaan Naisa.
"Untuk apa kit ke dekat mereka?" tanya Naisa lagi, Aldi menghentikan langkah kaki nya karna memang dia tidak mempunyai alasan untuk menuju ke dekat orang tua nya.
"Iya juga ya, Aku juga tidak tau apa yang akan kita lakukan di sana" jawab Aldi yang baru sadar akan pertanyan Naisa itu.
"Hey Naisa, Aldi" sapa seseorang dari depan, Naisa menoleh ke depan begitupun dengan Aldi yang juga menoleh ke depan.
"Fany, Azlan" sapa Naisa kepada Fany dan Azlan yang datang bersama.
"Kalian mau kemana?" tanya Azlan kepada mereka berdua.
"Tidak ingin kemana mana" jawab Aldi akan pertanyaan Azlan Sedangkan Naisa memerhatikan pakaian Azlan dan juga Fany yang agak sama menurut nya.
"Ohiya, Kalian berdua kenapa bisa kesini bersamaan?" tanya Naisa kepada Azlan dan juga Fany.
"Aku bertemu dengan nya di depan tadi" jawab Fany dengan melebarkan senyuman nya menatap Naisa, Naisa menatap lekat wajah Fany dan setelah itu beralih menatap Azlan.
"Kau kenapa seminggu ini tidak masuk kuliah hem?" tanya Aldi yang baru ingat akan Azlan yang tidak masuk kuliah, Naisa menoleh ke arah Aldi dan menatap heran akan lelaki itu karna Fany juga tidak masuk kuliah beberapa hari lalu.
"Kau Fany juga tidak masuk sekolah beberapa hari ini, Kemana saja kau?" tanya Naisa dengan menatap lekat Fany.
"Aku kan sakit beberapa hari Nai" jawab Fany akan pertanyaan Naisa, Naisa tidak menjawab nya dan menatap lekat Fany dan Azlan secara bergantian sedangkan Fany dan Azlan hanya tersenyum.
"Ada yang...." ucap Naisa yang terpotong oleh Azlan.
"Cantik sekali kak Asma" potong Azlan yang mencoba mengalihkan pembicaraan Naisa dan Aldi yang sibuk bertanya kemana perginya dirinya dan juga Fany seminggu ini. Naisa dan Aldi menoleh ke belakang dan benar saja kak Asma memang nampak sangat cantik dengan mengenakan gaun berwarna coklat susu yang tidak memiliki lengan dan dada yang sedikit terbuka.
"Cantik sekali kak Asma" puji Naisa akan Asma yang memang nampak cantik, Semua orang di sana kagum akam kecantikan Asma apalagi calon suami nya yakni Angga.
"Ah biasa saja" ucap Aldi dan mengalihkan pandangan nya karna bagi nya hanya Naisa yang cantik selama nya.
Naisa mendongakkan kepala nya saat mendengar ucapan dari Aldi dan menatap aneh ke arah Aldi. "Kau buta?" tanya Naisa yang merasa jawaban Aldi itu aneh dan berbeda.
"Tidak aku tidak buta" jawab Aldi akan pertanyaan Naisa dan itu membuat Fany dan Azlan menoleh ke arah mereka berdua.
"Kenapa kau mengatakn kak Asma biasa saja? jelas jelas secantik itu" ucap Naisa.
"Biasa saja, Lebih cantik dirimu dari ada dia" jawab Aldi akan pertanyaan Naisa, Naisa sedikit malu akan jawaban Aldi itu tapi dia berusaha baik baik saja. Fany dan Azlan tersenyum melihat wajah Naisa yang nampak sedikit memerah mendengar ucapan Aldi.
"Kenapa kau hanya diam?" tanya Aldi kepada Naisa dengan menatap lekat wajah Naisa.
"Memang nya aku harus berbicara apa?" tanya balik Naisa kepada Aldi dan menatap lekat wajah Aldi.
"Wajah mu memerah" ucap Aldi dan memegang wajah wanita itu yang nampak memerah, Naisa menepis tangan lelaki itu hingga terlepas dari wajah nya.
"Apa apaan kau ini, Mana ada wajah ku merah" jawab Naisa dan menegang kedua belah pipinya.
"Sudahlah kalian ini, Ayo kita duduk di sana" ajak Fany yang menghentikan Aldi yang ingin menjawab ucapan Naisa. Fany mengambil alih kursi roda Naisa dan mendorongnya menuju ke tempat tamu dan mereka duduk di kursi depan. Acara pernikahan itu di mulai dengan Erdin yang menjadi wali Asma.
Banyak orang yang menghadiri acara itu baik dari keluarga mempelai wanita maupun mempelai pria begitupun dengan teman teman Erdin dan Andra yang juga hadir di sana menyaksikan pernikahan anak mereka. Beberapa menit acara berlangsung akhirnya selesailah sudah acara menikah nya itu tapi pesta belum selesai. Para tamu memakan hidangan yang sudah di sajikan begitupun dengan Naisa dan yang lainnya.
"Makanlah dengan banyak supaya kau gemuk sama seperti Fany" ucap Aldi dan menyodorkan makanan yang banyak kepada Naisa.
"Ini terlalu banyak" jawab Naisa akan Aldi yang menyodorkan makanan kepada nya.
"Makan saja, Tidak apa supaya kau bisa gemuk seperti Fany" ucap Aldi kepada Naisa sedangkan Fany sama sekali tidak tersinggung akan itu karna dia tau jika Aldi itu hanya bergurau dan untung nya dia tidak mengambil hati ucapan Aldi itu.
"Tapi ini terlalu banyak" jawab Naisa lagi akan ucapan Aldi. Aldi tidak menjawab nya dan langsung menukarkan makanan yang baru saja ia ambil yang tidak terlalu banyak dan langsung menukarkan nya dengan makanan milik Naisa.
"Jika seperti ini baru bagus" ucap Naisa dengan senyum yang melebar menatap Aldi dan langsung melahap makanan nya. Aldi tidak menjawab nya ikut melahap makanan begitupun dengan Azlan dan juga Fany yang ikut melahap makanan. beberapa jam acara berjalan dan berlangsung dengan lancar hingga sore hari dimana semua tamu sudah berlalu dari sana dan kembali kerumah mereka masing masing.
"Kau tidur bersama ku saja mau?" tanya Aldi dengan menatap lekat wajah Naisa sat mereka berada di dalam lift.
"Enak saja bicaramu itu, Memang nya kau pikir tidak berdosa hah?" ketus Naisa saat mendengar ajakan Aldi itu.
"Jika saja kau mau tidur bersamaku, Aku juga dengan senang hati menerima kau yang ingin tidur bersamaku itu" jawab Aldi dengan tersenyum melebar menatap Naisa.
"Kau pikir aku wanita murahan yang mau saja di ajak tidur bersama tanpa ikatan pernikahan hem?" ketus Naisa akan ucapan Aldi tadi.
"Kau di ajak menikah tidak mau, Sekarang kau bilang tidak ingin tidur bersama dengan orang yang belum menikah dnegan mu" jawab Aldi akan ucapan Naisa.
"Banyak bicara kau ini, Lepaskan" ketus Naisa dengan memukul tangan Aldi hingga terlepas dari pegangan kursi roda dan setelah itu langsung mendorong kursi roda sendiri.
"Kenapa dia marah marah lagi? apa dia datang bulan lagi?" guman Aldi yang merasa jika Naisa selalu marah marah kepada nya sejak saat masuk lift.
Silahkan mampir ke novel terbaru author, Author tunggu ya jangan lupa tinggalkan jejak ya😊