I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 43



"Jadi pasti Bapak dan dia juga berteman bukan?" tanya Naisa.


"Kau ini sok tau sekali" jawab Aldi dan membuang pandangan nya ke sembarang arah.


"Bukan kah iya seperti itu? jika mama Bapak dan mama nya Rafli berteman pasti anak mereka juga berteman" jelas Naisa dengan menatap Aldi.


"Aku sama sekali tidak berteman dengan nya" jawab Aldi akan pertanyaan Naisa tadi.


"Bohong sekali jika bapak mengatakan tidak berteman dengan nya" ucap Naisa dengan menatap lekat Aldi.


"Siapa yang ingin berteman dengan orang lemah seperti nya itu?" tanya Aldi kepada Naisa. Naisa bingung akan ucapan Aldi itu.


"Maksud bapak?" tanya Naisa yang bingung akan ucapan Aldi.


"Teman mu itu orang lemah, Dan dia juga bukan teman ku" jawab Aldi, dahi Naisa nampak mengerut karna dia tidak suka akan Aldi yang menghina Rafli meskipun dia tidak menyukai Rafli tapi Rafli tetap teman nya.


"Kenapa bapak berbicara seperti itu?" tanya Naisa kepada Aldi.


"Memang kenyataan nya seperti itu" jawab Aldi akan pertanyaan Naisa.


"Memang nya bapak kuat?" tanya Naisa yang seidkit kesal. Aldi menganggukkan kepala nya dengan gaya sombong nya dan Naisa sangat tidak menyukai gaya angkuh Aldi yang tidak pernah ia lihat itu.


"Sombong sekali" ucap Naisa saat melihat Aldi yang mengangguk sombong itu.


"Aku tidak sombong tapi kenyataan nya memang begitu" jawab Aldi.


"Terserah bapak saja" ucap Naisa dan langsung berdiri dari duduk nya dan berjalan ke arah pintu.


"Mau kemana kau?" tanya Aldi saat melihat Naisa berjalan ke arah pintu.


"Pulang" jawab Naisa karna jam sudah menunjuk pukul delapan malam.


"Jam berapa memang nya sekarang sampai kau mau pulang?" tanya Aldi kepada Naisa.


"Lihat saja jam sendiri" jawab Naisa dan langsung membuka pintu dan keluar dari ruangan Aldi itu. Aldi menatap jam yang ada di dinding ruangan nya itu dan benar saja jam sudah menunjuk pukul delapan kurang sepuluh menit.


"Kenapa dia terlihat seperti tidak suka saat aku mengatai Rafli?" guman Aldi yang heran akan Naisa.


"Apa jangan jangan dia menyukai Rafli?" ucap nya kembali dengan mata yang melotot karna dia takut jika Naisa memang mencintai Rafli.


"Ini tidak boleh di biarkan" ucap nya lagi dan langsung keluar dari ruangan nya, Saat dia keluar dia sudah tidak mendapati Naisa tapi dia mendapati Asma.


"Di mana Naisa kak?" tanya Aldi kepada Naisa.


"Dia bilang ingin bertemu teman nya" jawab Asma.


"Teman nya yang mana?" tanya Aldi.


"Tidak tau" jawab Asma dengan mengangkat kedua bahu nya menandakan dia tidak tau teman yang ingin di temui oleh Naisa.


Di cafe


Naisa mencari keberadaan Rafli di dalam sana dan dia mendapati nya dan terlihat Rafli sedang duduk di bangku paling sudut cafe itu, Naisa menghampiri nya. "Hey" sapa Naisa saat sudah sampai di dekat Rafli.


"Kau sudah selesai bekerja?" tanya Rafli kepada Naisa. Naisa mengangguk mengiyakan nya dengan senyum yang melebar.


"Silahkan duduk" ucap Rafli mempersilahkan Naisa untuk duduk di hadapan nya, Naisa mengangguk mengiyakan nya dan langsung mendudukkan tubuh nya di bangku yang ada di hadapan Rafli.


"Kau mau membicarakan apa dengan ku?" tanya Naisa kepada Rafli.


"Pesan lah makan dulu, Setelah makan baru aku akan mulai berbicara" jawab Rafli. Naisa mengangguk mengiyakan nya dan memesan makanan begitupun dengan Rafli karna dia juga belum makan dan duduk di cafe itu hanya meminum kopi karna menunggu Naisa.


Beberapa menit mereka menunggu akhir nya makanan yang mereka pesan pun datang, "Makan lah" ucap Rafli mempersilahkan Naisa untuk makan.


"Tidak usah kau suruh aku juga kan makan" jawab Naisa dan langsung melahap makanan nya, Rafli hanya menanggapi nya dengan senyum dan dia pun juga ikut melahap makanan yang ia pesan.


"Sebelum kita berbicara bolehkah aku meminta nomor ponsel mu?" tanya Rafli.


"Oh tentu saja, Memang nya nomor lama mu sudah tidak aktif?" tanya Naisa kepada Rafli.


"Masih aktif tapi nomor ponsel mu tidak ada di ponsel ku" jawab Rafli. Naisa mengangguk mengerti dan mengambil ponsel nya di dalam tas nya dan memberikan nya kepada Rafli, Rafli mengetik nomor Naisa dan setelah itu mencoba menelpon nya dan aktif.


"Sejak kapan kau bekerja di toko bunga itu?" tanya Rafli kepada Naisa.


"Semenjak ayah meninggal" jawab Naisa.


"Sekarang kau tinggal bersama dengan siapa?" tanya Rafli.


"Aku tinggal bersama dengan kak Asma" jawab Rafli.


"Siapa dia?" tanya Rafli.


"Kakak angkat nya pak Aldi" jawab Naisa.


"Kenapa dia bisa tinggal bersama mu?" tanya Rafli.


"Aku yang mengajak nya" jawab Naisa padahal Asma yang menawarkan diri dan itu di bujuk oleh Aldi. Rafli mengangguk mengerti.


"Kau kenal dengan bos mu itu sejak kapan?" tanya Rafli yang malas menyebut nama Aldi.


"Siapa?" tanya Naisa karna bos nya ada dua.


"Lelaki tadi" jawab Rafli.


"Oh pak Aldi" ucap Naisa.


"Iya" jawab Rafli.


"Dia satu sekolah dengan ku, Dia juga baik dengan ku sama seperti mu dan hanya dia dulu yang ingin berteman dengan ku" jelas Naisa akan pertanyaan Rafli.


"Benarkah? setau ku dia itu anak nakal dan sombong" ucap Rafli.


"Kenapa kau mengatakan seperti itu? bukan kah kalian berteman?" tanya Naisa karna dia mendengar ucapan tak baik dari mulut Aldi atau pun Rafli hari ini dan itu sungguh tidak Rafli dan Aldi yang biasa nya.


"Siapa yang ingin berteman dengan orang sombong seperti nya" ucap Rafli.


"Memang nya kalian ada masalah apa sampai kalian saling tidak menyukai satu sama lain seperti ini?" tanya Naisa kepada Rafli.


"Tidak mempunyai masalah apa apa" jawab Rafli.


"Naisa" panggil Aldi yang sudah menemukan Naisa. Naisa dan Rafli menoleh ke arah Aldi.


"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Aldi kepada Naisa.


"Kenapa kau bersama dengan orang lemah ini?" tanya Aldi dengan menatap Rafli.


"Apa yang kau katakan tadi?" tanya Rafli yang tidak terima akan ucapan Aldi.


"Lemah" jawab Aldi dengan menatap ke sembarang arah.


"Sombong sekali kau" ucap Rafli dengan senyum nya.


"Kau memang lemah" jawab Aldi. sedangkan Naisa dia hanya melihat terlebih dahulu dengan menghirup air minum nya.


"Kau pikir aku Rafli yang dulu?" tanya Rafli kepada Aldi.


"Kau memang lemah" ucap Aldi.


"Dasar lelaki sombong pantas saja kau selalu di hianati oleh wanita mu, kau selalu sombong sama seperti dulu" ucap Rafli dengan senyum yang mengembang karna memang Rafli lah lelaki yang merebut Asanti dari nya dan sebab itu Aldi sangat tidak menyukai Rafli dan mengatai Rafli lemah karna jika berkelahi dengan nya selalu kalah.