
Aldi berdiri dan berjalan menghampiri Naisa yang ada di dapur sedang minum. "Hey" sapa Aldi yang mengagetkan Naisa yang sedang minum itu.
Uhukkk
Naisa tersedak akan Aldi yang mengagetkan nya itu. "Eh kenapa?" tanya Aldi dan mengusap punggung Naisa. Naisa tidak menjawab nya dan kembali minum dengan cepat.
"Kau mengagetkan ku" ketus Naisa kepada Aldi yang masih bertanya dia kenapa.
"Maaf, Aku tidak tau jika kau akan kaget" jawab Aldi akan ucapan Naisa tadi. Naisa tidak menjawab nya dan menatap kesal ke arah Aldi setelah itu ingin berlalu dari sana tapi dengan segera Aldi menarik tangan Naisa.
"Mau kemana kau?" tanya Aldi kepada Naisa dengan menatap lekat Naisa.
"Mencari tempat mandi" jawab Naisa dan langsung melepaskan tangan Aldi dari tangan nya hingga terlepas, Aldi tidak menjawab nya dan melepaskan tangan wanita itu dan membiarkan nya berlalu dari sana. Aldi ikut berlalu dari sana dan kembali ke tempat nya yakni ke tenda nya.
"Aku ingin sekali berendam sekarang" guman Naisa yang ingin berendam pagi pagi ini.
"Fan" panggil Naisa saat sampai di tenda nya.
"Hem" jawab Fany dan menyembunyikan ponsel nya yang ia mainkan tadi.
"Kita berendam di sungai ayok" ajak Naisa kepada Fany yang sedang berada di dalam tenda itu.
"Sungai mana?" tanya Fany yang tidak tau dimana tempat sungai yang di maksud oleh Naisa.
"Di sana, Tidak jauh dari sini" jawab Naisa akan pertanyaan Fany dan masuk ke dalam tenda.
"Tapi aku tidak bisa berenang" jawab Fany akan ajakan Naisa itu.
"Kita berendam di tempat yang tidak terlalu dalam, Aku juga tidak bisa berenang" ucap Naisa.
"Ayo" ajak Naisa lagi yang sudah siap untuk berenang dengan menggunakan pakaian tadi malam. Fany terpaksa mengiyakan nya dan mengikuti Naisa keluar dan menuju ke sungai tadi.
Sesampai mereka di sungai Naisa meletakkan handuk nya di atas batu yang cukup besar yang ada di sana. "Segar sekali" ucap Naisa dengan menghirup udara pagi itu di tepi sungai yang sangat segar pagi itu. Fany juga ikut meletakkan handuk nya di tempat Naisa dan Naisa pun langsung masuk ke dalam air yang tidak terlalu dalam itu dan berendam di dalam sana.
"Ah nikmat nya" ucap Naisa dengan mata yang terpejam menikmati dingin nya air di pagi hari itu. Fany juga ikut masuk ke dalam air itu dan ikut merendahkan diri di dalam sungai itu.
Airin dan Ressa baru saja sampai di sungai yang sama dengan Naisa dan Fany. "Si culun dan si gemuk" guman Airin saat melihat Naisa dan Fany yang sedang berendam di dalam sungai itu.
"Aldi selalu memerhatikan nya dan seperti nya ini kesempatan ku untuk menghabisi nya" guman Airin yang memiliki niat jahat untuk Naisa.
"Nai" panggil Airin kepada Naisa. Naisa yang sedang memejamkan mata nya pun membuka nya dan menoleh ke arah Airin.
"Ada apa?" tanya Naisa kepada Airin.
"Kau bisa membantu ku?" tanya Airin kepada Naisa dengan wajah yang polos nya itu.
"Membantu apa?" tanya Naisa kepada Airin dengan menatap lekat wajah Airin.
"Ke sinilah, Barang ku ada yang tinggal di atas sana" jawab Airin dengan wajah memelas nya menatap Naisa. Naisa yang mudah percaya dan memang baikpun mengikuti Airin dari belakang dan naik ke atas tebing tinggi yang di bawah nya terdapat air yang sangat dalam hingga mencapai tujuh meter.
"Itu, Tolong ambilkan itu, Itu milikku" ucap Airin kepada Naisa dengan nada sangat rendah dan seperti memang benar. Naisa mengikuti ucapan nya dan berjalan menaiki tebing itu.
"Mana?" tanya Naisa yang tidak menemukan apa apa di atas tebing itu.
"Itu, Tepat di tepi tebing" jawab Airin akan pertanyaan Naisa. Naisa mencari nya hingga berada tepat di tepi tebing, Naisa mencari cari keberadaan benda di sana tapi dia tidak menemukan apa apa di sana. Airin yang sudah melihat Naisa tepat berada di tepi tebing pun mendekat ke arah Naisa. Naisa membalikkan tubuh nya untuk bertanya kepada Airin, Saat dia membalikkan tubuh nya dia langsung melihat Airin yang sudah berancang ancang ingin mendorong nya. Mata Naisa membulat saat melihat itu dan Airin pun langsung mendorong tubuh Naisa dengan kasar.
Prakkkkk
Terdengar jelas orang ayng terjatuh masuk ke dalam air, Fany dan Ressa pun langsung menoleh ke arah tebing dan juga sungai di bawah nya itu. "Tolong" teriak Naisa yang masih bisa menimbulkan kepala nya ke darat.
"Naisa?" ucap Fany dan Ressa secara bersamaan dengan mata yang membulat melihat Naisa yang tenggelam di sungai itu. Fany dan Ressa langsung menghentikan rendaman mereka dan menuju ke dekat tebing, Saat di dekat tebing mereka melihat Airin yang tersenyum bahagia.
"Apa yang kau lakukan dengan nya?" ketus Ressa kepada Airin. Ressa memang memiliki rasa dengan Aldi tapi dia tidak pernah berpikir untuk menghabisi Orang yang dekat dengan Aldi ataupun orang yang dekat dengan Ryhan tidak seperti Airin yang saat ini mencelakai Naisa.
"Tolong" ucap Naisa dengan nada sangat rendah karna kaki nya sudah tidak kuat untuk bergerak hingga akhirnya dia tenggelam di sungai yang dalam itu.
Fany tidak memperdulikan Airin dan juga Ressa dan langsung berlalu dari sana untuk meminta bantuan dengan berlari, Ressa juga ikut berlalu dari sana untuk meminta bantuan karna itu tanggung jawab nya untuk menjaga seluruh siswa siswi semester enam. "Kenapa kau berlari? kau olahraga?" tanya Aldi dengan menatap lekat Fany yang sedang berlari terengah engah dan wajah merah itu.
"Naisa" ucap Fany dengan nafas masih tidak beraturan dengan menunjuk ke arah sungai. Dahi Aldi mengerut saat mendengar nama Naisa sang pujaan hati itu.
"Ada apa dengan Naisa?" tanya Aldi dengan dahi yang masih mengerut menatap Fany dan dia masih bingung dan belum mengerti.