
Naisa kembali meletakkan ponsel nya di dalam tas nya dan setelah itu dia meletakkan tas di atas lemari yang ada di samping ranjang Aldi, Naisa menatapa lekat wajah Aldi yang sedang tertidur itu. "Tidak terlalu buruk" ucap Naisa dengan nada yang sangat pelan dan senyum yang mengembang dan tangan yang menyibak rambut Aldi ke samping.
Aldi yang bisa mendengar ucapan Naisa pun ingin sekali tersenyum karna gembira mendengar pujian Naisa itu dan senang akan elusan Naisa. "Astaga ingin sekali aku memeluk nya" guman Aldi karna memang dia sudah sangat mencintai Naisa tapi dia tau jika Naisa bukan lah para wanita yang pernah ia temui yang ingin saja di peluk dan hal hal semacam itu asalkan di berikan uang.
Naisa masih berdiri tegak dan masih mengusap kepala Aldi, Aldi membuka matanya pelan seperti orang baru bangun, Naisa yang melihat mata Aldi terbuka pun langsung menurunkan tangan nya dan berpura pura seperti orang tidak melakukan apa pun.
"Kau masih di sini?" tanya Aldi dengan mata yang menyipit menirukan orang baru bangun tidur.
"Hem" jawab Naisa dan langsung mendudukkan tubuh nya di atas kursi di samping Aldi. Aldi bangkit dari tidur nya dan duduk di ranjang itu dan Naisa membimbing nya dan memposisikan bantal untuk membuat Aldi nyaman.
"Kenapa kau tidak pulang?" tanya Aldi kepada Naisa yang kembali duduk dari tegak nya.
"Kak Asma di rumah teman nya makanya aku masih di sini" jawab Naisa jujur.
"Kau takut sendirian di rumah?" tanya Aldi kepada Naisa.
"Tidak, Siapa yang takut?" tanya Naisa.
"Bukti nya kau tidak mau pulang karna kak Asma di rumah teman nya" jawab Aldi.
"Bukan seperti itu, Nanti jika aku pulang ke rumah tidak ada yang menjaga ku di sini makanya aku memilih tidak pulang dan menunggu di sini" jelas Naisa.
"Perhatian sekali kau dengan ku, Apa kau menyukai ku?" tanya Aldi dengan menatap lekat Naisa dan senyum yang mengembang seperti orang bergurau padahal dia menanyakan hal itu dengan sangat serius kepada Naisa.
"Tidak, Siapa yang menyukai mu, Aku hanya tidak enak saja jika meninggalkan mu sendiri" bantah Naisa.
"Benarkah? jika kau menyukai ku juga tidak masalah" ucap Aldi.
"Tapi aku tidak menyukai mu" jawab Naisa.
"Baik lah, Aku akan membuat mu suka kepada ku dan jatuh cinta dengan ku" ucap Aldi tiba tiba.
"Apa maksud mu?" tanya Naisa kepada Aldi dengan tatapan heran.
"Aku akan membuat orang yang aku sukai menyukai ku kembali" jawab Aldi dengan senyum yang melebar menatap Naisa.
"Siapa yang kau sukai?" tanya Naisa dengan menatap lekat Aldi karna dia sangat ingin mendengar jawaban dari Aldi.
"Kau" jawab Aldi jujur karna sudah sangat lama dia memendam rasa dengan Naisa tapi dia tidak berani mengungkapkan nya tapi saat ini ntah apa yang merasuki nya sampai sampai dia menyatakan perasaan nya keada Naisa.
Deg
Jantung Naisa kembali berdetak cepat saat mendengar jawaban Aldi. "Ah perasaan ini kembali" guman Naisa dengan memegang dada nya.
"Kau kenapa? apa kau sakit jantung?" tanya Aldi karna melihat Naisa yang memegang dada.
"Mm?" ucap Naisa yang langsung tersadar akan lamunan nya.
"Tidak, Aku tidak sakit jantung" jawab Naisa dengan menundukkan kepala nya karna malu akan Aldi.
"Ah, Tidak mungkin dia menyukai mu Nai, Ucapan nya tadi tidak serius dan hanya gurauan jangan terlalu di masukkan ke hati" guman Naisa dengan yang masih menundukkan kepala nya. Naisa sangat tidak yakin dan percaya akan apa yang di katakan oleh Aldi tadi karna perkataan Aldi tadi nampak seperti candaan dan tidak serius.
"Jadi kenapa kau memegang dada seperti ini tadi?" guman Aldi dengan meniru Naisa yang memegang dada, Naisa mendonggakkan kepala nya dan melihat Aldi yang memeraktik nya.
"Tapi jika kau penyakit jantung pasti kau seperti ini, Hah, Hah" ucap Aldi lagi dengan meniru orang yng terkena sesak nafas dengan tangan yang masih terletak di dada dan menarik nafas terengah engah. Naisa yang melihat itu awal nya ingin marah pun langsung tertawa melihat Aldi yang mempraktikkan orang yang terkena asma (penyakit).
"Itu orang terkena penyakit parau paru seperti itu, Buka jantung" ucap Naisa dengan tawa nya kepada Aldi.
"Hah? benarkah?" tanya Aldi menghentikan praktik nya dan menurunkan tangan nya dengan mata yang menatap lekat Naisa yang tertawa.
"Iya bodoh" jawab Naisa dan kembali melanjutkan tawa nya, Aldi menatap lekat wanita yang sedang menertawakan kebodohan nya itu dan salah satu sudut bibir nya pun terangkat karna dia sama sekali tidak pernah melihat Naisa tertawa lepas seperti itu. Naisa belum menyadari jika Aldi menatap nya dengan senyum yang mengembang.
"Kau ternyata lucu juga" ucap Naisa menghentikan tawa nya, Aldi tidak merespon ucapan nya dan itu membuat Naisa heran dan menoleh ke arah Aldi, Aldi masih tersenyum menatap Naisa dan itu membuat Naisa bingung dan malu.
"Kenapa dia menatap ku seperti itu?" guman Naisa.
"Kenapa kau menatap ku seperti itu?" tanya Naisa dengan memukul bahu Aldi.
"Aku tidak pernah melihat mu tertawa segirang tadi dan ternyata kau sangat cantik" jawab Aldi yang masih menatap Naisa dan senyum yang melebar. Wajah Naisa memerah akan ucapan Aldi yadi dan dia pun kembali menundukkan kepala nya.
"Kenapa kau menundukkan kepala? angkat kepala mu lagi dan tertawa lah" ucap Aldi dengan menatap Naisa yang menundukkan kepala itu.
"Aku ingin tidur, Kau istirahat lah" ucap Naisa tanpa menatap Aldi karna dia takut jika Aldi melihat wajah nya yang memerah itu.
"Baik lah" jawab Aldi yang pasrah karna hari juga sudah larut, Aldi pun membenarkan posisi nya berbaring dan langsung memejam kan mata nya dan tertidur lelap. Naisa yang sudah tidak mendengar suara Aldi dan gerakan dari kasur ranjang pun memposisikan kepala nya dan meletakkan kepala di atas ranjang Aldi dan langsung tertidur di sana dengan tubuh yanng ada di atas kursi.
Aldi belum benar benar tidur karna dia tau jika Naisa juga belum tidur, Aldi kembali duduk dan memanatap lekat wajah wanita yang sedang tertidur di dekat nya itu, Sngat cantik jika dia tertidur seperti itu, Bulu mata yang lentik dan bibir tipis menghiasi wajah wanita itu, Senyum di wajah Aldi mengembang saat melihat itu dan setelah itu dia kembali membaringkan tubuh nya.
Aldi meletakkan tangan nya di atas kepala Naisa dan mengelus sangat lembut kepala wanita itu dan kelembuat itu membuat Naisa mengalihkan wajah nya menghadap ke arah Aldi, Aldi mengangkat tangan nya karna pikirnya Naisa terbangun tapi tidak, Naisa hanya beralih posisi kepala, Senyum di wajah lelaki itu kembali mengembang menatap Naisa dan dia kembali meletakkan tangan nya di atas kepada Naisa dan mengusap nya setelah itu dia pun ikut tertidur dengan tangan yang masih berada di kepala Naisa.
.
.
.
.
.
.
Halo reader setia author, jika kalian mau kasih saran sama author boleh DM ke instagram author @suci.lestari44 insya allah author akan balas dan mencoba menjalankan saran kalian, Terima kasih❤