
"Hey" sapa Aldi kepada Naisa. Naisa menoleh ke arah Aldi sedangkan Fany dia tidak memperdulikan nya dan menikmati lagu yang di nyanyikan oleh Azlan dan Beberapa teman lekaki yang ada di depan.
"Suara mu bagus juga" ucap Naisa dengan senyum yang mengembang menatap Aldi.
"Aku menunggu pujian mu sejak dulu, Kau tau itu hem?" tanya Aldi dengan menatap lekat Naisa yang ada di samping nya itu dan mendudukkan tubuh nya di atas rumput banyak di samping Naisa.
"Mana aku tau" jawab Naisa dengan mengangkat kedua bahu nya menandakan jika dia tidak tau jika Aldi selalu menunggu pujian dari nya.
"Kau tidak peka terhadap ku pantas saja kau tidak tau" ucap Aldi akan jawaban Naisa, Naisa menoleh ke arah lelaki itu tanpa mengeluarkan satu patah katapun dan setelah itu kembali menatap ke depan. Naisa meletakkan kedua tangan nya di antara kedua kaki nya karna dingin dan dia sedang mengenakan pakaian pendek dan untung nya dia mengenakan celana panjang.
Aldi menoleh ke samping ke arah wanita yang sedang membungkuk itu, "Kau tidak membawa selimut yang aku belikan kemarin?" tanya Aldi dengan menatap lekat Naisa.
"Untuk apa aku membawa nya? itu untuk anak anak" jawab Naisa tanpa menatap Aldi dan masih membungkuk karna kedinginan.
"Kau bilang kau membawa nya" ucap Aldi.
"Supaya kau tidak marah makanya aku bilang aku membawanya" jawab Naisa akan perkataan Aldi. Aldi menatap kesal ke arah wanita itu dan langsung mendekap tubuh mungil wanita itu ke tubuh nya.
"Kesinikan tangan mu" ucap Aldi dengan menengadahkan tangan supaya Naisa memberi tangan nya kepada Aldi.
"Untuk apa?" tanya Naisa dan mendonggakkan kepala nya.
"Banyak tanya sekali wanita ini" ucap Aldi dan mengambil tangan Naisa yang masih terjepit di antara kedua kaki nya itu dan menggenggam tangan wanita itu yang terasa dingin.
"Huuuh" Aldi menghembus tangan Naisa yang ada di dalam tangan nya itu dan setelah itu mengusap nya supaya Naisa tidak terlalu kedinginan lagi. Naisa mendongakkan kepala nya ke atas dan menatap lekat wajah Aldi yang sedang menghembus tangan nya itu, Senyum di wajah cantik itu mengembang saat melihat Aldi yang menghembus tangan nya, Naisa tidak menolak dan malah menerima Aldi yang menggenggam tangan nya itu dan menghembus nya.
Dingin di tubuh Naisa sedikit menghilang karna hangat nya tubuh Aldi dan hangat nya tangan Aldi yang menggenggam tangan nya. "Masih dingin?" tanya Aldi kepada Naisa dengan berusaha menatap wajah wanita yang sedang bersandar dan menunduk di lutut nya itu.
"Hem" jawab Naisa sambil menggelengkan kepala nya menandakan jika dia tidak terlalu kedinginan. Aldi melepaskan salah satu tangan nya dan kembali mendekap tubuh Naisa.
"Astaga lihatlah itu" ucap salah satu wanita saat melihat Aldi memeluk Naisa yang sedang menundukkan kepala itu.
"Romantis sekali Aldi" jawab salah satu dari mereka.
"Hem, Aku ingin sekali merasakan ada di posisi Naisa" jawab salah satu wanita lagi. Fany bisa mendengar ucapan demi ucapan yang keluar dari mulut orang yang ada di hadapan nya itu dan dia pun langsung menoleh ke belakang dan melihat Aldi dan Naisa saling berpelukan.
"Astaga, Mereka bilang ingin menyembunyikan hubungan mereka, Tapi ini apa?" guman Fany dengan menatap lekat Naisa dan Aldi yang sedang berpelukan. Azlan yang melihat Fany menoleh ke belakang pun ikut menoleh ke depan dan menatap siapa yang di lihat oleh Fany.
"Lelaki itu" guman Azlan dengan menggelengkan kepala nya saat melihat Aldi dan juga Naisa yang saling berpelukan. Aldi risih akan tatapan orang yang menatap nya sedangkan Naisa tidak tau karna dia sedang berada di perut Aldi karna dia menenggelamkan kepala nya di sana.
Semua orang mengalihkan pandang dan kembali menatap ke depan yang di mana Azlan dan beberapa lelaki sedang duduk di atas kursi. "Kenapa kau menahan kepala ku?" tanya Naisa dengan mendonggakkan kepala nya menatap Aldi, Aldi menoleh ke bawah di mana wajah wanita itu masih mendekap di perut nya.
"Tidak apa apa, Istirahatlah" jawab Aldi dan kembali menahan kepala Naisa menggunakan tangan nya. Sedangkan kedua tangan Naisa masih ada di salah satu tangan Aldi yang bisa menggepal kedua tangan Naisa yang kecil itu. Fany kembali menatap ke depan dan melihat Azlan sedang menatap nya.
Fany langsung menundukkan kepala nya karna malas di tatap oleh Azlan. Azlan tersenyum saat melihat wanita itu menundukkan kepala dan kembali memainkan gitar yang ada di tangan nya.
"Nyaman sekali tuhan" guman Naisa dan mengusap kepala nya di perut Aldi. Aldi tidak merespon dan hanya mengusap lembut kepala wanita itu dengan pandangan ke depan menatap pemandangan yang cukup indah di sana.
"Kau sudah makan malam?" tanya Aldi kepada Naisa. Naisa menggelengkan kepala nya menandakan jika dia belum makan malam.
"Kenapa belum makan?" tanya Aldi lagi kepada Naisa.
"Aku sudah kenyang karna makan tadi" jawab Naisa dengan wajah yang masih berada di perut Aldi.
"Wanita genit itu" guman Airin dengan rahang mengeras melihat Naisa yang sedang berada di pelukan Aldi.
"Sshhht, Dia selalu saja bisa berdekatan dengan Al" guman Ressa saat baru saja keluar dari dapur dengan membawa marshmellows
"Kenapa kau berhenti?" tanya Ryhan kepada Ressa yang menghentikan langkah kaki nya.
"Tidak apa apa" jawab Ressa datar dan kembali melanjutkan langkah kaki nya.
"Bagaimana jika aku membelikan makan untuk mu?" tanya Aldi kepada Naisa. Naisa mendongakkan kepala nya dan menatap Aldi.
"Tidak usah, Aku sudah kenyang" jawab Naisa dan ingin duduk seperti semula tapi dengan segera Aldi kembali menahan kepala wanita itu.
"Al lepaskan aku" ucap Naisa dengan menatap Aldi yang sedang berada di dekat nya itu.
"Mau kemana memang nya kau hem?" tanya Aldi dengan menatap lekat Naisa.
"Tidak ingin kemana mana, Aku hanya ingin duduk" jawab Naisa akan pertanyaan Aldi.
"Ini bukannya kau sudah duduk?" tanya Aldi dengan menatap lekat wanita yang ada di perut nya itu.
"Duduk seperti mu bukan duduk dengan kepala di perut mu" jawab Naisa dengan wajah kesal nya. Aldi tersenyum menatap wanita itu.
"Lepaskan" ucap Naisa lagi kepada Aldi, Aldi tidak menjawab nya dan melepaskan tangan nya dari kepala Naisa.