
"Ada hal penting apa yang ingin kau sampai kan kepada ku?" tanya Naisa dengan wajah datar menatap Aldi.
"Kenapa wajah mu datar sekali? Santai lah dulu, Mari duduk" ajak Aldi kepada Naisa, Naisa mengiyakan nya dan duduk di atas kursi taman yang ada di halaman rumah Aldi itu begitupun dengan Aldi.
"Ada apa?" tanya Naisa saat mereka sudah duduk rapi di atas yang ada di halaman rumah Aldi yang luas itu.
"Tidak ada apa apa" jawab Aldi sambil menggelengkan kepala nya dan menghadap ke arah Naisa dengan senyum yang mengembang.
"Jadi kau menyuruh ku ke sini untuk apa?" tanya Naisa lagi dengan tatapan bingung ke arah Aldi dengan dahi yang mengerut.
"Aku tidak menyuruh mu ke sini" jawab Aldi santai tanpa merasa bersalah sedikit pun, Naisa menatap tajam ke arah lelaki itu.
"Mama yang menyuruh mu ke sini bukan aku" sambung nya lagi saat melihat Naisa menatap nya dengan tatapan tajam.
"Tapi mama mu bilang..." ucapan Naisa terpotong oleh suara Andini yang menyapa nya.
"Eh Naisa, Sudah sampai kamu nak?" tanya Andini kepada Naisa, Naisa menoleh ke arah Andini dan juga Erdin begitupun dengan Aldi.
"Ah iya tante" jawab Naisa sambil melebarkan senyuman nya meskipun dia masih kesal akan Aldi.
"Kenapa tidak masuk ke rumah? apa Aldi tidak mau mengajak mu masuk?" tanya Erdin kepada Naisa.
"Tidak pa, Dia bilang dia ingin di luar saja tidak usah di rumah" jawab Aldi akan pertanyaan Erdin yang seharus nya di jawab oleh Naisa, Naisa kembali menoleh ke arah Aldi dengan tatapan datar nya sedangkan Aldi melebarkan senyum tanpa dosa nya kepada Naisa.
"Yasudah papa dan mama akan keluar, Nanti malam kami sudah pulang" pamit Erdin karna mereka memang beberapa hari ini sangat sibuk. Aldi mengangguk mengiyakan nya begitupun dengan Naisa.
"Nai, Tante titip Al, Jika dia macam macam pukul saja dia" ucap Andini sambil melebarkan senyuman nya kepada Naisa.
"Siap tante" jawab Naisa dengan membalas senyuman Andini, Andini dan Erdin pun masuk ke dalam mobil yang sudah di siapkan dan setelah itu sopir pun langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang keluar dari area perumahan itu.
Aldi kembali menoleh ke arah Naisa begitupun dengan Naisa yang kembali menoleh ke arah Aldi. "Kenapa kau menatap ku seperti itu?" tanya Aldi kepada Naisa.
"Kau kenapa menyuruh ku ke sini tadi?" tanya Naisa ulang kepada Aldi karna dia sama sekali tidak tau apa tujuan nya menemui Aldi.
"Mama yang menyuruh mu kesini bukan aku" jawab Aldi.
"Kenapa mama mu menyuruh ku kesini?" tanya Naisa kepada Aldi.
"Untuk menemani ku" jawab Aldi santai dan menyenderkan tubuh nya di kursi halaman rumah nya itu.
"Al aku ini banyak kerja di toko" ucap Naisa dengan nada malas nya akibat kesal akan Aldi.
"Yasudah mari kita ke toko" ajak Aldi.
"Kau baru sembuh jadi tidak boleh ke mana mana" jawab Naisa.
"Yasudah kau juga tidak boleh kemana mana" jawab Aldi.
"Kau bekerja di mana?" tanya Aldi kepada Naisa
"Toko bunga" jawab Naisa.
"Toko bunga itu milik siapa?" tanya Aldi.
"Mama mu" jawab Naisa.
"Apa perlu aku memecat mu dari pekerjaan mh itu suapaya kau menemani ku?" tanya Aldi dengan menatap lekat Naisa. Naisa yang mendengar itu menatap tajam ke arah Aldi.
"Kau..." ucap Naisa yang kesal akan Aldi.
"Diam lah, Kau hanya perlu menemani ku tidak perlu melakukan hal lain" potong Aldi dengan melebarkan senyuman nya kepada Naisa. Naisa hanya diam dia sama sekali tidak menjawab ucapan Aldi itu dan memilih menatap ke depan dari pada menatap Aldi. Naisa nampak sedikit ketakutan dan gelisah akan dirinya yang bersama dengan Aldi di tambah lagi kedua orang tua Aldi tidak ada di rumah.
"Bagaimana dia macam macam kepada ku?" guman Naisa yang sangat takut karna itu pertama kali nya dia bersama dengan lelaki kecuali ayah nya. Aldi menatap wanita yang sedang duduk di samping nya itu nampak tidak nyaman dan seperti ada yang di pikirkan nya.
"Tidak usah memikirkan hal yang aneh aneh, Aku tidak akan menyakiti mu atau pun menyentuh mu" ucap Aldi karna dia sangat bisa melihat kegelisahan di wajah Naisa meskipun dari samping. Naisa menoleh ke arah Aldi dengan wajah yang nampak sekali ketakutan.
"Aku janji tidak akan macam macam dengan mu" ucap Aldi lagi dengan senyum yang mengembang menatap Naisa dan mencoba meyakinkan Naisa.
"Huh" Naisa mendengus lega saat mendengar kata kata Aldi dan senyum tulus yang di perlihatkan oleh Aldi itu. Aldi sudah bisa melihat jika wanita yang berada di dekat nya itu sudah tenang dan tidak takut lagi.
"Kita ke dalam saja" ajak Aldi tanpa menyentuh Naisa sedikit pun. Bukankah dia memang tidak pernah menyentuh Naisa selama ini kecuali hal hal yang darurat tapi dia masih saja berjanji seperti itu dan Naisa juga masih takut jika berdua dengan Aldi.
"Di dalam banyak pelayan bukan hanya kita berdua" ucap Aldi yang masih melihat Naisa yang ragu untuk menerima tawaran nya, Naisa memang lumayan sering ke rumah Aldi tapi di saat dia ke rumah Aldi ada kedua orang tua Aldi bukan hanya Aldi makanya dia sedikit takut.
"Baiklah" jawab Naisa, Aldi beranjak berdiri dari duduk nya begitupun dengan Naisa yang hanya mengikuti nya. Mereka berdua masuk ke dalam rumah itu.
"Kita ke taman belakang saja karna di sana lebih luas dan mewah dari pada di depan" ajak Aldi saat mereka sudah masuk, Naisa hanya mengikuti nya Naisa memang belum menyusuri dan melihat luas nya rumah orang tua Aldi. Naisa sedari tadi menundukkan kepala nya sambil mengikuti Aldi karna dia sangat tidak nyaman di tatap oleh para pelayan di rumah itu.
Aldi mengintip sedikit ke belakang dan melihat Naisa menundukkan kepala nya tapi dia tidak menegur atau pun apa malahan dia menghentikan langkah kaki nya dan berdiri menghadap ke arah Naisa.
Brukk
Naisa menabrak tubuh kekar Aldi, Dia memegang kepala nya dan setelah itu baru menoleh ke arah Aldi. "Kenapa berhenti apa sudah sampai?" tanya Naisa dengan tatapan biasa saja kepada Aldi dan tidak ada tampang tampang dia kesal atau pun apa.
.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian para reader. Terima kasih sudah setia dengan ceita author sampai saat ini❤