
"Kau mau ini?" tanya Maya kepada Naisa. Naisa mengangguk kan kepalanya dengan air mata yang sudah menetes karna menahan sakit di kepala nya.
Maya membuang seragam Naisa masuk dalam bak yang berisi air kotor karna tidak pernah di bersihkan. Naisa hanya bisa melihat baju nya itu dengan air mata yang kembali mengalir. "Ambil" ucap Maya. Naisa mengambil bajunya itu dan Maya menenggelamkan kepala Naisa ke dalam bak itu.
"Eemmmm" ucap Naisa yang hampir kehabisan nafas di dalam bak itu akibat Maya yang menekan kepala nya.
"Lebih baik kau mati saja" ucap Maya dengan mengangkat kepala Naisa kasar dan setelah itu dia kembali menenggelamkan kepala Naisa ke dalam bak itu.
Naisa hampir kehabisan nafas dan Maya mengangkat kasar kembali kepala Naisa. "Kau masih mau mengganggu hidup ku?" tanya Maya kepada Naisa dengan menatap lekat Naisa. Naisa menggelengkan kepalanya dengan air mata yang terus mengalir akibat menahan sakit.
"Lepaskan dia" bentak Aldi. Maya dan yang lain nya menatap ke arah Aldi dan melihat jika pintu toilet itu sudah hancur mungkin di dobrak oleh Aldi.
"Jika aku tidak mau melepaskan nya bagaimana?" tanya Maya dan kembali menekan kepala Naisa masuk ke dalam bak yang berisi air itu.
"Kau mau aku adukan dengan bibi Sera?" tanya Aldi dengan nada tinggi karna dia kasihan melihat Naisa di perlakukan seperti itu.
Maya mengangkat kembali kepala Naisa dan menghempas kasar kepala wanita itu sampai terbentur ke dinding. Maya dan yang lain nya langsung berlalu meninggal kan Naisa dan Aldi di dalam sana. Aldi menghampiri Naisa yang kepala sudah berdarah itu. Kepala Naisa berdarah akibat terbentur di dinding yang rusak makanya kepala nya mengeluarkan darah.
"Ayo ikut aku" ajak Aldi. Naisa menolak nya Aldi tidak memperdulikan nya dan langsung menggendong Naisa yang sudah tidak sadar kan diri itu di gendongan belakang.
Baju kaos Aldi nampak terkena darah kepala Naisa. Semua murid terkejut melihat Aldi menggendong Naisa yang tidak sadar kan diri itu dan banyak pula murid yang menjulid kepada Naisa.
Aldi masuk ke dalam UKS dan membaring kan tubuh Naisa ke salah satu kasur di sana. "Kenapa dia?" tanya Renald yang menyusul Aldi tadi karna dia melihat Aldi menggendong Naisa. Renald nampak hawatir akan Naisa karna dia memang mencintai Naisa sejak dulu.
Dokter datang untuk memeriksa Naisa dan Aldi dan Renald mereka menunggu di luar karna Aldi mengajak nya untuk membicarakan sesuatu.
"Kau jangan dekati dia lagi" ucap Aldi yang kasihan akan Naisa yang selalu di bully oleh Maya dan kawan kawan nya. Renald menatap heran akan Aldi.
"Kenapa kau berbicara seperti itu?" tanya Renald.
"Dia jadi seperti ini karna dekat dengan mu dan Maya tidak menyukai nya makanya Maya selalu menyakiti nya" jelas Aldi menatap lekat Renald dan berharap Renald mengerti dan tidak mendekati Naisa lagi.
"Jadi ini ulah Maya?" tanya Renald. Aldi mengangguk mengiyakan nya. tangan Renald nampak menggepal saat melihat anggukan dari Aldi. Renald ingin berlalu menemui Maya tapi Aldi melarang nya.
"Jangan kau marahi atau pun membentak Maya jika kau tidak mau Naisa kenapa napa" cegah Aldi karna dia tau Maya pasti akan lebih nekat dari ini jika Renald selalu membela Naisa.
"Kau membela saudara mu itu?" tanya Renald dengan nada tinggi.
"Aku bukan membela nya, Maya itu keras kepala dan dia akan melakukan apapun untuk mendapat kan sesuatu dan untuk mengubah sikap nya kau harus menggunakan cara yang lembut dan tidak bisa di kasar kan" jelas Aldi yang sudah mengetahui watak seorang Maya. Renald tidak menjawab dan memikir kan apa yang di katakan oleh Aldi kepada nya tadi.
Renald membenar kan ucapan Aldi karna setiap dia mendekati Naisa dan mengacuhkan Maya pasti Maya akan mencelakai Naisa dan dia tidak mau Naisa kenapa kenapa. "Baik lah aku akan menggunakan cara yang lembut untuk mengubah sikap nya" jawab Renald yang sudah yakin akan keputusan nya.
"Mari kita masuk" ajak Aldi karna dia yakin pasti Naisa sudah selesai di periksa. Renald mengiyakan nya dan masuk terlebih dahulu dan Aldi mengikuti nya dari belakang.
Naisa langsung duduk dan inhin berlalu karna dia sedikit takut berada di antara dua lelaki itu. "Mau kemana kau?" tanya Renald kepada Naisa.
"Aku ingin kembali ke kelas" jawab Naisa langsung menundukkan kepala nya.
"Tidak usah kau disini saja dulu lagi pula anak anak lain masih bermain di lapangan" jawab Renald sedang kan Aldi dia hanya menatap wanita itu yang selalu menunduk kan kepala nya.
Aldi ingin berlalu tapi Renald menghentikan nya. "Mau kemana kau?" tanya Renald kepada Aldi.
"Ingin kembali ke kelas" jawab Aldi tanpa menoleh ke arah mereka.
"Aldi" panggil Naisa memberanikan diri. Aldi menghentikan langkah nya.
"Dia memanggil ku?" guman Aldi karna dia tidak pernah mendengar Naisa memanggil nama nya. Aldi membalikkan tubuhnya dan menatap ke arah Naisa.
"Ada apa?" tanya Aldi datar.
"Terima kasih sudah menolong saya" jawab Naisa dengan menunduk kan kepalanya. Aldi tidak menjawab nya dan dia langsung keluar dari ruang UKS itu.
"Kau pergi lah" ucap Naisa kepada Renald karna dia tidak mau Maya mengganggunya lagi.
"Tapi kau..." jawab Renald terpotong oleh Naisa.
"Aku tidak apa apa" jawab Naisa.dengan senyumnya berharap Renald pergi dan tidak mengganggu nya lagi.
"Tapi nai" bantah Renald.
"Aku mohon jauhi aku" ucap Naisa berharap Renald mengerti dan menjauhi nya.
"Aku akan pergi tapi aku tidak bisa meninggalkan mu" jawab Renald.
"Aku mohon" ucap Naisa memohon kepada Renald.
"Aku akan menjaga mu dari Maya" jawab Renald.
"Aku tidak perlu di jaga Re" jawab Naisa dengan menunduk kan kepala nya.
"Baik lah aku akan menjauh dari mu untuk beberapa waktu" ucap Renald karna dia harus mengerti Naisa dan tidak boleh egois. Naisa mengangkat kepala nya.
"Terima kasih" ucap Naisa dengan melebarkan senyuman nya. Renald hanya membalas senyuman Naisa dan langsung berlalu meninggal kan Naisa di dalam UKS sendirian.
"Tidak akan aku biar kan kau menderita lagi dan aku akan membuat kau dan Maya berteman" guman Renald dan menutup pintu ruangan itu dan langsung berlalu dari ruangan itu.