I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 93



"Ah terserah yang penting sekarang aku sudah bisa bertemu dengan mu" ucap Aldi dan kembali memeluk Naisa dengan penuh kasih sayang, Naisa membalas pelukan hangat dari Aldi itu dengan senyum yang mengembang.


"Kau tidak ingin mempersilahkan aku untuk duduk?" tanya Naisa kepada Aldi.


"Silahkan nona" ucap Aldi mempersilahkan Naisa untuk duduk di kursi yang ada di sana. Naisa tersenyum dan mengiyakan ucapan Aldi dan setelah itu dia duduk di atas kursi itu begitupun dengan Aldi yang mengikuti nya.


"Kak Asma bilang kau sudah satu minggu tidak keluar keluar rumah, Apakah itu benar?" tanya Naisa kepada Aldi.


"Hem, Benar sekali" jawab Aldi mengangguk mengiyakan nya.


"Kenapa tidak keluar rumah?" tanya Naisa.


"Karna aku tidak bisa bertemu dengan mu" jawab Aldi akan pertanyaan Naisa.


"Jadi?" tanya Naisa.


"Ya jadi aku tidak keluar rumah jika tidak bisa bertemu dengan mu" jawab Aldi datar tanpa menoleh ke arah Naisa, Naisa menatap lekat wajah datar Aldi itu dengan tatapan lekat.


"Kenapa wajah mu datar?" tanya Naisa kepada Aldi.


"Memang nya wajah ku aspal datar" jawab Aldi dan kembali memalingkan wajah nya dari Naisa. Dahi Naisa mengerut akan sifat Aldi yang sangat membingungkan itu.


"Kenapa wajah mu datar seperti itu? kau tidak senang aku datang?" tanya Naisa dengan memegang kedua pipi Aldi dan menghadapkan nya tepat di hadapan wajah nya. Aldi menatap wanita yang sedang berada di hadapan nya itu dengan jantung yang kembali berdetak tak karuan.


"Sudah lama detakan ini tidak muncul" guman Aldi memegang dada nya karna jantung nya berdetak lebih kencang.


"Tapi kenapa aku masih gugup saat dia menatap ku seperti ini?" guman Aldi yang mencoba mengatur detak jantung nya tapi tidak bisa.


"Hey jawab aku" ucap Naisa dan melepaskan tangan nya dari wajah Aldi karna sedari tadi Aldi hanya menatap nya tanpa berkedip dan tidak menjawab ucapan nya.


"Kembali normal" ucap Aldi dengan nada sangat pelan sambil memegang dada nya.


"Kau sudah mulai kuliah?" tanya Aldi kepada Naisa. Naisa tidak menjawab nya ataupun menatap Aldi.


"Hey jawab" ucap Aldi karna tidak mendapat jawaban akan pertanyaan nya tadi.


"Hem" jawab Naisa dan mengangkat kedua bahu nya.


"Aku bertanya serius Naisa, Kau sudah mulai kuliah?" tanya Aldi dengan menatap lekat Naisa yang tidak menatap nya itu.


"Ya jelas sudah mulai kuliah lah" ketus Naisa.


"Sudah berapa lama?" tanya Aldi.


"Baru beberapa hari" jawab Naisa.


"Sudah mempunyai teman di sana?" tanya Aldi lagi.


"Hem" jawab Naisa sambil melebarkan senyuman nya menatap Aldi.


"Kenapa kau nampak nya senang sekali?" tanya Aldi kepada Naisa dengan dahi yang mengerut.


"Jelas saja aku senang karna di kampus banyak orang yang ingin berteman dengan ku dari pada di SMA dulu" jelas Naisa dengan senyum yang melebar menatap Aldi.


"Itu karna kau terlalu pendiam makanya kau tidak memiliki teman" ucap Aldi karna dia yakin Naisa itu menyindir nya.


"Aku tidak marah hanya saja itu memang kenyataan nya" jawab Aldi.


"Jika bukan marah apa itu hah?" ketus Naisa dengan melototkan matanya kepada Aldi.


"Aku tidak marah hanya saja kau tadi yang menyindirku bukan?" tanya Aldi yang tidak mau kalah dan juga melototkan mata nya kepada Naisa.


"Aku tidak menyindir mu itu memang kenyataan nya, Aku memang tidak mempunyai teman sewaktu di SMA" jawab Naisa.


"Jika bukan menyindir ku apa? kau tersenyum saat berbicara seperti itu dan menatap ku" ucap Aldi lagi.


"Memang nya salah jika aku berbicara dengan mu dengan menatap mu dan tersenyum kepada mu?" tanya Naisa lagi kepada Aldi.


"Tidak juga" jawab Aldi dengan nada pelan.


"Jadi kenapa kau marah?" tanya Naisa lagi kepada Aldi.


"Jelas saja salah, Kau tadi menyindir ku dan tersenyum kepada ku" jawab Aldi akan pertanyaan awal Naisa.


"Tidak mungkin jika aku berbicara dengan mu menoleh dan tersenyum ke arah lain, Kau pikir aku ini orang gila?" ketus Naisa dengan melototkan mata nya kepada Aldi.


"Kau baru sadar jika kau gila?" tanya Aldi yang juga ikut menatap lekat Naisa. Naisa di buat marah akan Aldi yang mengatai nya gila itu.


"Kau ini" ketus Naisa dan memukul bantal kursi yang ada di sana kepada Aldi.


"Rasakan ini, Ini akibatnya jika kau mengatakan ku gila" ketus Naisa dengan tangan yang masih memukul mukul bantal tadi ke kepala Aldi.


"Sudah, Sudah" ucap Aldi yang sedikit kesakitan akan pukulan Naisa yang cukup keras.


"Lelaki bodoh" ketus Naisa dan kembali mengencangkan pukulan sampai Aldi terbaring di sana dan dia masih saja memukul Aldi. Aldi langsung menangkap tubuh mungil wanita itu dan memeluk nya sehingga Naisa saat ini berada tepat di atas nya (bisa kalian bayangkan).


"Lepaskan aku" ketus Naisa dan meletakkan bantal di wajah Aldi. Aldi meminggirkan bantal itu dan menatap lekat wanita yang sedang berada di hadapan nya.


"Astaga tatapan nya" guman Naisa yang gugup akan tatapan Aldi kepada nya itu, Wajah nya memerah akan Aldi yang menatap nya dengan tatapan tajam dan jantung nya berdetak tak karuan. Aldi tersenyum melihat wajah merah wanita yang sedang berada tepat di atas nya itu.


"Kenapa kau tersenyum?" ketus Naisa dengan melototkan mata nya menatap Aldi.


.


.


.


.


.


.


.


.


Untuk para reader setia author boleh kasih saran untuk author tentang alur cerita nya karna otak author saat ini sedang traveling kadang ke novel kadang ke pelajaran jadi author pingin minta saran kalian. Terima kasih❤