I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 90



Di dalam mobil Naisa hanya diam dan sedikit terisak, Tubuh nya juga masih bergetar akibat ketakutan, Asma menggenggam tangan Naisa dan merasakan getaran tangan wanita itu. "Ada apa dengan nya?" guman Asma yang bisa sangat jelas merasakan getaran tangan Naisa dan isakan Naisa.


Naisa hanya diam dia tidak mengeluarkan satu patah kata pun di dalam mobil itu sedangkan Asma dia hanya menatap ke arah Naisa dengan tatapan bingung. "Percuma aku bertanya saat ini" guman Asma kembali dan memilih untuk diam dan tidak bertanya.


"Dimana dia?" guman Aldi yang sedari tadi mencari keberadaan Naisa tapi dia belum juga menemukan nya. Aldi menghentikan langkah kaki nya karna dia hampir saja keluar daru komplek perumahan nya, Aldi kembali ke belakang lebih tepat kembali ke rumah nya untuk mengambil mobil dan setelah itu dia kembali mencari Naisa. Tujuan awal Aldi adalah toko bunga tapi di sana dia tidak menemukan Naisa di sana.


"Apa dia kembali ke rumah nya?" guman Aldi. Aldi pun langsung melajukan mobil nya kembali dan menuju ke rumah Naisa dengan kecepatan sedang.


Naisa dan Asma sudah sampai di rumah mereka langsung turun dari taxi tadi. "Sudah saya bayar memalui aplikasi pak" ucap Asma. sopir itu mengangguk mengiyakan nya dan langsung melajukan mobil. tubuh Naisa sudah tidak terlalu bergetar seperti tadi dan hanya bergetar sedikit.


"Ayo kita masuk" ajak Asma kepada Naisa. Naisa mengangguk mengiyakan nya dan Asma pun membimbing nya masuk ke dalam rumah.


Aldi sudah sampai di halaman rumah Naisa dan langsung memarkirkan mobil nya di halaman rumah itu. "Syukurlah jika dia di sini" guman Aldi dan langsung turun dari mobil nya.


"Nai" panggil Aldi sambil berjalan ke arah Naisa dan juga Asma. Naisa menoleh ke arah nya begitupun dengan Asma, Naisa berlindung di belakang Asma, Tubuh nya kembali bergetar saat melihat Aldi dia menundukkan kepala nya karna dia masih takut akan Aldi yang mengembalikan trauma nya. Aldi menatap heran akan Naisa karna dia sama sekali tidak tau tentang masa lalu Naisa.


"Kau kenapa?" tanya Asma dengan menghadap ke arah Naisa.


"Aku takut" jawab Naisa dengan kepala yang masih menunduk ketakutan dan tangan yang bergetar. Asma belum mengerti tapi dia tidak ingin bertanya lagi.


"Pulang lah" perintah Asma kepada Aldi tanpa menatap Aldi.


"Kenapa aku harus pulang? aku ke sini bukan untuk menemui mu tapi menemui Naisa" jawab Aldi dan berjalan ke arah Naisa, Naisa kembali memundurkan langkah kaki nya saat Aldi mendekat ke arah nya.


"Kau kenapa?" tanya Aldi yang bingung dan berusaha untuk menatap wajah Naisa yang tertutup rambut itu.


"Ayah" ucap Naisa dengan nada sangat pelan dan tangan yang memegang baju Asma. Aldi kembali di buat bingung akan Naisa yang memanggil ayah nya.


"Hey kau kenapa?" tanya Aldi dengan memegang pergelangan tangan Naisa dan berusaha mengajak nya berbicara.


"Lepaskan aku" ucap Naisa yang berusaha melepaskan tangan nya dari Aldi.


"Hey kenapa?" tanya Aldi yang bingung dan masih memegang tangan Naisa. Naisa tidak menjawab nya dan kembali terisak dan berusaha untuk melepaskan tangan nya dari tangan Aldi.


"Ayah" ucapan itu lah yang sedari tadi keluar dari mulut Naisa.


"Al lepaskan dia" ucap Asma pelan dengan menatap lekat Aldi.


"Tapi kak..." jawab Aldi yang terpotong oleh Asma.


"Kau tidak melihat dia takut dengan mu?" potong Asma akan ucapan Aldi. Aldi terpaksa melepaskan tangan nya dari tangan Naisa.


"Ayo kita masuk" ajak Asma kepada Naisa yang terisak dan menundukkan kepala itu. Naisa tidak menjawab dan hanya mengikuti Asma yang membimbing nya. Asma membawa Naisa masuk ke dalam kamar nya.


"Istirahat lah" ucap Asma kepada Naisa, Naisa mengiyakan nya dan Asma pun ingin berlalu tapi dengan segera Naisa menarik tangan nya.


"Jangan tinggalkan aku kak" ucap Naisa dengan wajah sembab akibat menangis dan menatap lekat Asma. Asma sebenarnya masih bingung akan sikap Naisa yang tiba tiba menangis itu tapi dia langsung melebarkan senyuman nya kepada Naisa.


"Kakak tidak akan meninggalkan mu, Istirahat lah" jawab Asma sambil mengusap lembut kepala Naisa. Naisa mengiyakan nya dan mencoba memejamkan mata nya untuk tertidur sampai akhirnya dia tertidur.


"Kau masih di sini?" tanya Asma datar kepada Aldi. Aldi menoleh ke arah Asma.


"Apa dia sudah tenang?" tanya Aldi kepada Asma.


"Hem" jawab Asma dan berjalan ke arah Aldi. Saat sampai di dekat Aldi dia langsung mendudukkan tubuh nya di hadapan Aldi. Asma menatap lekat Aldi dengan tatapan menyelidik.


"Kenapa kau menatap ku seperti itu?" tanya Aldi kepada Asma yang menatap nya dengan tatapan tajam.


"Apa yang kau lakukan kepada Naisa?" tanya Asma datar dengan tatapan lekat nya kepada Aldi.


"Aku tidak melakukan apa apa" jawab Aldi akan pertanyaan Asma.


"Jika kau tidak melakukan apa apa Kenapa Naisa bisa seperti itu?" tanya Asma dengan melototkan mata nya menghadap Aldi.


"Aku juga tidak tau, Tadi saat aku memeluk nya dia langsung menangis seperti tadi dan langsung berlalu dari rumah" jelas Aldi singkat. Asma kembali menatap lekat Aldi.


"Kenapa kau memeluk nya?" tanya Asma kepada Aldi.


"Aku tadi terlalu senang saat tau jika dia Eca teman kecil ku makanya aku sampai memeluk nya" jelas Aldi. Asma berpikir keras memikirkan apa yang membuat Naisa menangis dan membuat tubuh nya bergetar tadi.


"Siapa yang tau tentang kehidupan nya?" guman Asma yang berpikir siapa teman terdekat Naisa.


"Aku sangat dekat dengan Renald dan aku juga sering bercerita tentang apa yang aku suka dan tidak suka dengan Renald, Apa yang aku takuti dan tidak aku takuti Renald juga tau tentang itu" ucapan Naisa yang ini langsung terlintas di pikiran nya.


"Renald" ucap Asma yang membuat Aldi kaget.


"Ada apa dengan Renald?" tanya Asma kepada Aldi. Asma tidak menjawab nya dan langsung mengambil ponsel nya yang ada di dalam saku celana nya dan langsung menghubungi Renald.


"Halo kak Asma" ucap Renald saat sudah mengangkat telpon dari Asma.


.


.


.


.


.


.


.


.


Terima kasih banyak untuk para reader setia author yang sudah setia membaca novel author sampai episode 90, Author sangat berterima kasih kepada kalian, Maaf jika cerita author tidak bagus karna author juga bru belajar. Terima kasih❤