I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 91



"Ada apa dengan Renald?" tanya Asma kepada Aldi. Asma tidak menjawab nya dan langsung mengambil ponsel nya yang ada di dalam saku celana nya dan langsung menghubungi Renald.


"Halo kak Asma" ucap Renald saat sudah mengangkat telpon dari Asma.


"Halo, Ren apa yang di takuti oleh Naisa?" tanya Asma langsung kepada Renald. Renald yang mendengar itu langsung di buat bingung akan pertanyaan Asma.


"Ada apa memang nya kak?" tanya Renald kepada Asma.


"Oh ini Naisa ketakutan melihat Al sampai nangis nangis tubuh nya juga bergetar tadi saat melihat Al" jelas Asma, Renald memikirkan apa yang membuat Naisa bisa seperti itu.


"Apa Al menyentuh nya?" tanya Renald kepada Asma.


"Maksud mu?" tanya Asma yang belum mengerti akan pertanyaan Renald.


"Aldi ada memeluk atau menyentuh Naisa?" tanya Renald kepada Asma.


"Hem, Tadi Al sempat memeluk Naisa" jawab Asma.


"Pantas saja dia ketakutan seperti itu" ucap Renald.


"Maksud nya?" tanya Asma yang sama sekali tidak mengerti akan ucapan Renald, Sedangkan Aldi dia mencoba mendengar ucapan Asma dan juga Renald.


"Dia pernah bilang dengan ku kalau dia takut dengan lelaki apa lagi di sentuh oleh lelaki" jelas Renald singkat.


"Kenapa dia bisa takut dengan lelaki?" tanya Asma kepada Renald.


"Kak aku ingin mendengarkan nya" ucap Aldi kepada Asma. Asma tidak menjawab dan menspiker telpon itu.


"Jadi dulu dia pernah hampir di lecehkan oleh lelaki saat dia masih kecil, Lelaki itu memeluk nya dan akhirnya menyentuh bagian tubuh nya dan hampir saja menyakiti dan melecehkan nya makanya Naisa sampai saat ini sangat takut akan lelaki dan hanya dengan aku dan Aldi lah dia berani karna seperti nya sampai saat ini kami tidak pernah menyentuh nya kecuali tangan" jelas Renald di balik telpon itu dan terdengar oleh Asma dan juga Aldi.


"Kau tau dari mana?" tanya Aldi kepada Renald.


"Ku bertanya kepada almarhum ayah nya karna dia hanya mengatakan takut akan lelaki tapi Naisa tidak menjelaskan kenapa dia bisa takut akan lelaki dan akhirnya aku bertanya kepada ayah nya dulu, Ya di jelas kan oleh ayah nya" jelas Renald lagi.


"Berarti dia trauma akan masa lalu nya itu?" tanya Asma kepada Renald.


"Bisa di katakan seperti itu" jawab Renald.


"Jadi bagaimana jika dia sudah menikah? apa di masih akan takut?" tanya Aldi kepada Renald.


"Jika ingin menyentuh atau memeluk nya minta izinlah kepada nya, Jika dia tidak mengizinkan nya jangan menyentuh nya jika dia mengizinkan nya baru menyentuh nya" jelas Renald lagi.


"Dia tau banyak sekali tentang Naisa" guman Aldi yang iri akan Renald yang mengetahui segala hal tentang Naisa.


"Jadi kapan dia akan kembali seperti semula?" tanya Asma kepada Renald.


"Waktu itu dua sampai tiga hari kak, Tapi setelah itu biasa nya dia masih takut bertemu dengan orang yang membuat trauma nya itu kembali" jelas Renald karna dia dulu juga pernah mengalami hal yang sama seperti Aldi yakni memeluk Naisa makanya dia bertanya kepada ayah Naisa kenapa Naisa bisa takut dan tidak mau di sentuh oleh lelaki.


"Takut? maksud mu?" tanya Aldi yang bingung kepada Renald.


"Aku tidak bisa jauh dari nya" guman Aldi dengan wajah kecewa karna dia tidak mau jauh atau pun menjauh dari Naisa.


"Yasudah Ren, Terima kasih info nya" ucap Asma. Renald mengiyakan nya dan mereka berdua pun mematikan telpon satu sama lain secara bersamaan.


"Ah bagaimana ini?" guman Aldi yang nampak kecewa dan menyesal akan perbuatan nya tadi.


"Kau dengar apa yang di jelaskan oleh Renald tadi?" tanya Asma kepada Aldi.


"Iya, Aku mendengarkan nya" jawab Aldi akan pertanyaan Asma.


"Yasudah pergi kau dari sini, Jangan menemui nya untuk satu minggu ini" usir Asma kepada Aldi.


"Tapi kak..." ucap Aldi terpotong oleh Asma yang melototkan mata kepada nya.


"Kau mau dia kembali seperti itu?" tanya Asma kepada Aldi. Aldi membenarkan ucapan Asma dan langsung berlalu dari rumah Naisa dari pada Naisa kembali ketakutan lebih baik dia menjauh beberapa hari dari Naisa meskipun berat untuk nya menjauhi wanita itu.


Aldi masuk ke dalam mobil nya dan Asma berdiri di dekat pintu untuk melihat Aldi. "Hah" Aldi mendengus pasrah dan langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang berlalu ke sembarang arah.


"Mau kemana aku ini?" guman Aldi yang tidak tau ke mana arah nya. Aldi memutar balikkan mobil nya dan kembali ke rumah nya karna dia tadi melajukan mobil nya berlawanan arah dengan rumah nya.


Sesampai di rumah Aldi langsung masuk ke dalam rumah tanpa memarkirkan mobil. "Tuan, Ini tas nona Naisa tertinggal di belakang" ucap salah satu pelayan rumah itu sambil menyodorkan tas milik Naisa kepada Aldi. Aldi menerima nya dan langsung berlalu masuk ke dalam kamar nya tanpa mengatakan apa apa kepada pelayan tadi.


Aldi melepaskan sepatu nya dan langsung merebahkan tubuh nya di atas ranjang nya. "Huh" Aldi mendengus kasar dan menatap tas Naisa yang ada di tangan kanan nya itu. Aldi kembali membuka tas itu dan mengambil poto nya dan juga Naisa di dalam itu.


"Seharus nya kau bahagia bukan malah seperti ini" guman Aldi dengan menatap lekat poto itu.


Drittt


Ponsel Aldi berbunyi dan itu membuat nya harus melihat siapa yang menghubungi nya. "Pengurus biaya siswa Naisa" nama yang tertera di layar ponsel Aldi, Aldi langsung mengangkat telpon itu.


"Ada apa?" tanya Aldi datar.


"Besok nona Naisa ada panggilan ke sini tuan" jawab orang itu.


"Dia tidak bisa datang" jawab Aldi. Kampus yang di dapat kan Naisa itu adalah kampus yang di dirikan oleh ayah Aldi tapi masalah dia mendapat kan biaya siswa ke sana tidak ada sangkut paut nya dengan Aldi atau pun kedua orang tua Aldi dan itu murni karna kerja keras Naisa.


"Tapi tuan..." ucap orang itu terpotong oleh Aldi.


"Dia tidak bisa datang karna sakit dan jangan putuskan biaya siswa nya meskipun untuk hari pertama dia tidak masuk" perintah Aldi.


"Memang nya ada apa tuan sampai nona Naisa tidak masuk di hari pertama?" tanya orang itu lagi.


"Ini bukan urusan mu, Kau ikuti saja perintah ku, Kemungkinan besar dia tidak hadir saat hari pertama, Kecil kemungkinan untuk dia hadir di hari pertama" jelas Aldi dengan suara tegas dan wajah datar nya kepada orang itu.


"Baiklah tuan, Saya mengerti" jawab orang itu. Aldi langsung mematikan telpon itu tanpa menjawab ucapan orang tadi.