
"Apa kau tidak keberatan jika aku tinggal bersama mu?" tanya Asma kepada Naisa.
"Memang nya kakak mau tinggal bersama ku di rumah kecil?" tanya Naisa yang kurang yakin padahal dia sangat mau jika ada orang yang ingin tinggal di rumah nya.
"Aku sih tidak masalah jika kau boleh aku akan tinggal malam ini di sana" jawab Asma akan perkataan Naisa.
"Tentu saja Naisa sangat mau kak" jawab Naisa semangat.
"Yasudah nanti sepulang dari toko kakak akan langsung ke rumah mu" ucap Asma.
"Naisa selalu menunggu kakak" jawab Naisa semangat dan langsung mematikan telpon itu begitu pun dengan Asma yang juga memati kan telpon itu.
"Bagaimana?" tanya Aldi kepada Asma.
"Nanti malam kau antar aku ke sana okee" ucap Asma dengan tangan yang di angkat.
"Barang barang mu?" tanya Aldi.
"oiya barang barang ku...." jawab Asma memikir kan bagaimana dia mengambil barang barang nya nanti.
"Kau saja yang ambil" sambung nya lagi menunjuk ke arah Aldi.
"Kenapa harus aku? kau ambil sendiri saja" bantah Aldi.
"Kau tidak kasihan dengan kakak mu ini yang harus berbalik dari toko ke kontrakan dan setelah itu ke rumah Naisa?" tanya Asma mengiba kepada Aldi dan berharap Aldi mau mengambil kan barang barang nya.
"Jadi aku yang harus membereskan barang barang mu nanti?" tanya Aldi lagi.
"Tidak usah kau hanya perlu mengantar kan ku saja ke kontrakan dan kau juga harus mengantar kan aku ke rumah Naisa" jelas Asma.
"Baik lah" jawab Aldi. Asma langsung keluar dari ruangan Aldi tanpa berpamitan dengan Aldi.
Di rumah Naisa.
Naisa nampak membersihkan kamar bekas almarhum ayah nya dan memindah kan barang barang ayah nya itu ke dalam kamar nya dia menukar sarung kasur dan sarung bantal untuk Asma yang ingin tinggal bersama nya.
Malam harinya
"Ayo" ajak Asma kepada Aldi. Aldi mengangguk mengiyakan nya dan dalngsung masuk ke dalam mobil di tempat kemudi dan Asma duduk di samping kemudi. Aldi pun langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju ke tempat kontrakan Asma terlebih dahulu.
Sesampai di kontrakan Asma. Aldi langsung memarkir kan mobilnya di depan kontrakan itu dan turun dan dia ingin masuk tapi Asma melarang karna tidak ada siapa pun di dalam kontrakan itu. Aldi memilih untuk duduk di kursi yang ada di depan kontrakan itu sambil memainkan ponsel milik nya.
Setelah selesai Asma membereskan barang barang milik nya dia pun berpamitan dengan ibu pemilik kontrakan itu sekali gus memberikan kunci kontrakan itu. Setelah selesai berpamitan Aldi membantu Asma untuk memasuk kan koper koper milik Asma ke dalam bagasi mobil nya dan setelah itu mereka masuk ke dalam mobil dan Aldi pun melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju ke rumah Naisa.
Di rumah Naisa
Naisa memaksakan untuk masak makan malam untuk menyambut kedatangan Asma. "Sudah siap juga" ucap Naisa sambil meletakkan makanan terakhir di atas meja itu dengan senyum yang mengembang.
"Nai" teriak Asma dari luar sambil mengetuk pintu rumah itu.
"Itu pasti kak Asma" ucap Naisa senang.
"Sebentar" teriak Naisa dari dapur dan langsung berjalan menuju ke pintu utama dengan masih mengenakan celemek yang lupa ia lepas tadi dan membuka kan pintu itu.
"Kak" sapa Naisa dengan senyum nya tampa melihat Aldi.
"Kau sudah sehat?" tanya Aldi kepada Naisa saat melihat Naisa mengenakan celemek. Naisa menatap Aldi.
"Pak" sapa Naisa kepada Aldi sambil membungkukkan tubuhnya sedikit memberi hormat kepada bos nya itu.
"Silah kan masuk" ucap Naisa mempersilah kan mereka berdua masuk ke dalam rumah nya.
"Kamu abis masak nai?" tanya Asma yang juga heran melihat Naisa mengenakan celemek.
"Oiya saya lupa tadi saya masak untuk kakak, ayo kita makan" ajak Naisa kepada Asma dan Aldi tapi Aldi tidak mengubris nya.
"Bapak mau ikut makan?" tanya Naisa kepada Aldi.