
"Lepaskan aku" ucap Naisa yang mencoba melepaskan kepala nya dari tangan Aldi.
"Jawab lah dulu pertanyaan ku baru aku akan melepaskan mu" jawab Aldi dengan menatap lekat wajah Naisa yang semakin memerah itu.
"Aku tidak mengatakan apa apa, Aku baru saja bangun dari tidur ku" jawab Naisa akan ucapan Aldi.
"Jujur lah" ucap Aldi dengan wajah lembut nya dan senyum yang mengembang menatap Naisa, Naisa kembali di buat tersipu malu akan tatapan dan juga senyuman Aldi itu dia pun langsung duduk seperti semula tapi tidak bisa karna kepala nya masih di tahan oleh Aldi dnegan sangat kuat dan itu membuat kepala nya kembali menempel di ranjang Aldi.
"Kau tidak mau jujur?" tanya Aldi kepada Naisa dengan mendekat ke arah Naisa.
"Memang nya aku harus jujur tentang apa?" tanya Naisa kepada Aldi.
"Jika kau tidak mau jujur..." ucap Aldi terhenti dan dia mendekatkan wajah nya lebih dekat ke arah Naisa, Naisa memundurkan kepala nya tapi tidak bisa karna Aldi menahan nya, Aldi kembali mendekat dan itu membuat Naisa takut dan berpikir jika Aldi ingin mencium nya.
"Aku mencintai mu dan tidak mau berpacaran dengan mu karna aku belum yakin akan ucapan mu waktu itu" teriak Naisa yang menghentikan Aldi dan diapun ingin mengangkat kepala nya tapi Aldi kembali menahan nya.
"Aku sudah jujur, Mohon lepaskan aku" rengek Naisa dengan wajah yang memelas menatap Aldi, Aldi tersenyum melihat wajah itu dan juga mendengar ucapan yang keluar dari mulut Naisa meskipun itu menyakitkan bagi nya setidak nya Naisa bisa jujur dengan nya.
"Lepaskan aku" rengek Naisa lagi dengan memelaskan kembali wajah nya karna dia sangat takut jika di apa apakan oleh Aldi.
"Kenapa kau belum yakin?" tanya Aldi yang kembali menahan kepala Naisa.
"Karna aku tidak yakin kau juga mencintai ku karna kau kan mempunyai banyak wanita yang menyukai mu jadi tidak mungkin jika kau mencintai ku" jelas Naisa dengan wajah sedih nya tanpa menatap Aldi dan menatap ke bawah. Aldi bisa melihat sangat jelas wajah sedih wanita yang sedang berada di hadapan nya itu.
"Aku tidak pernah berbohong dan aku juga tidak mempunyai banyak wanita" jawab Aldi, Naisa menatap ke arah Aldi.
"Aku tidak yakin" jawab Naisa dengan wajah yang kembali sedih dan kecewa.
"Apa yang harus aku lakukan supaya kau yakin akan perasaan ku kepada mu?" tanya Aldi kepada Naisa. Naisa mengangkat bahu nya menandakan dia tidak tau karna dia saja baru saja merasakan cinta dan itu tumbuh saat nya bersama dengan Aldi.
"Aku akan membuat ku yakin akan perasaan ku ini dan dengan segera kau akan menjadi milik ku" ucap Aldi lagi dengan menatap lekat Naisa yang juga menatap nya.
"Apakah dia benar benar serius?" guman Naisa yang menatap lekat mata Aldi.
"Lepaskan aku" ucap Naisa, Aldi memindahkan tangan nya dari kepala Naisa dan Naisa pun duduk seperti biasa di atas kursi di samping ranjang Aldi itu. Aldi juga ikut mendudukkan tubuh nya di atas ranjang itu dan menatap sedih ke arah Naisa.
"Maafkan aku jika jawaban ku tadi menyakiti hati ku" ucap Naisa yang bisa melihat jelas wajah kecewa Aldi dan menundukkan kepala nya.
"Untuk apa kau minta maaf? tidak ada yang salah di sini, Kau menolak ku itu wajar begitupun dengan kau yang belum yakin akan aku itu sangat wajah jadi tidak usah merasa bersalah seperti ini" jelas Aldi kepada Naisa. Naisa mengangkat kepala nya dan melihat Aldi yang tersenyum menatap nya, nampak tulus sekali senyuman yang di perlihatkan oleh Aldi itu. Naisa membalas senyuman itu dengan senyuman yang tidak kalah tulus dari Aldi.
Dritttt
Ponsel Naisa berbunyi dan itu membuat nya harus mengambil ponsel nya yang berada di dalam tas itu dan terlihat nomor yang tidak di kenal menelpon nya. "Siapa?" tanya Aldi kepada Naisa.
"Entah lah" jawab Naisa.
"Angkat dan bunyi kan spiker nya" perintah Aldi kepada Naisa, Naisa mengiyakan nya dan langsung mengangkat telpon itu dan tidak lupa menyalakan spiker.
"Halo" ucap Naisa saat sudah mengangkat telpon itu dan Aldi bisa mendengar nya karna Naisa menspiker panggilan itu.
"Apa anda Naisa salsabila?" tanya orang itu.
"Iya saya sendiri" jawab Naisa dengan wajah yang bingung.
"Anda bisa datang ke kampus besok untuk mengurus masalah biaya siswa yang anda dapatkan" ucap orang itu.
"Besok?" tanya Naisa.
"Iya" jawab orang itu.
"Baiklah saya akan datang ke sana besok" jawab Naisa.
"Kenapa kau di suruh ke kampus?" tanya Aldi kepada Naisa.
"Aku juga tidak tau" jawab Naisa.
"Aku akan menemani mu besok" ucap Aldi.
"Kau masih sakit" jawab Naisa.
"Aku ingin daftar dan juga melihat lihat kampus itu" jawab Aldi.
"Tapi kau masih sakit" ucap Naisa.
"Tidak apa apa" jawab Aldi.
"Terserah kau saja" jawab Naisa yang tidak bisa memaksa Aldi untuk tidk ikut.
"Kau mau makan apa?" tanya Naisa kepada Aldi karna dia kelaparan.
"Kau lapar?" tanya Aldi kepada Naisa.
"Hem" jawab Naisa mengangguk mengiyakan nya.
Ckleek
Pintu ruangan Aldi terbuka dan masuk lah Andini dan juga Erdin ke dalam ruangan itu, Naisa dan Aldi menoleh ke arah pintu dan melihat Andini dan juga Erdin masuk. "Ada Naisa" ucap Erdin. Naisa hanya menanggapi nya dengan senyuman akan ucapan Erdin.
"Kau sudah di bolehkan pulang nak" ucap Andini kepada Aldi.
"Yasudah aku akan pulang" jawab Aldi langsung tanpa basa basi dengan orang tua nya itu. Andini mengiyakan nya dan membereskan barang barang Aldi yang sempat ada di sana.
"Ma, Besok aku dan Naisa akan pergi ke kampus" ucap Aldi kepada Andini.
"Ada apa kalian ke kampus bukan nya kalian mulai kuliah tiga hari lagi?" tanya Erdin kepada Aldi.
"Tadi ada yang menelpon menyuruh ke sana, Kata nya ada hal yang harus di sampai kan kepada Naisa" jelas Aldi.
"Jadi kau mau ikut?" tanya Andini kepada Aldi.
"Iya" jawab Aldi mengiyakan nya.
"Tapi kau kan baru sembuh" jawab Andini.
"Aku sudah sembuh ma" jawab Aldi.
"Biarkan saja ma, Nanti biar sopir yang menjaga nya" jawab Erdin.
"Terserah kalian" ucap Andini pasrah.
"Yasudah ayo kita pulang" ajak Erdin sedangkan Naisa dia hanya diam dan tidak mengatakan apa apa.
"Mama dan papa pulang dulu saja" ucap Aldi yang baru ingat akan Naisa yang mengatakan lapar. Andini dan Erdin menoleh ke arah Aldi.
"Memang nya kenapa?" tanya Andini kepada Aldi.
"Aku dan Naisa masih ada urusan sebentar, Mama dan papa pulang lah terlebih dahulu" jelas Aldi.
"Baiklah, Kalian hati hati" jawab Andini. Aldi mengiyakan nya dan Andini pun berlalu menaiki taxi dan mobil dan juga sopir nereka tinggalkan untuk mengantar Aldi dan juga Naisa.