I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 126



"Wajah kesal mu sudah lama sekali tidak terlihat" ucap Naisa dan menatap lekat wajah Aldi yang nampak masih kesal itu.


"Karna kau jarang membuatku kesal dan selalu membuat ku bahagia makanya wajah kesal ku jarang nampak" jawab Aldi dengan mulut penuh nya akan pertanyaan Naisa, Nathan tersenyum lebar dan gemas melihat Aldi yang persisi seperti anak kecil jika makan dengan mulut penuh sambil berbicara.


"Kenapa kau tersenyum hem?" tanya Aldi yang masih memasang wajah kesal nya dan mulut yang masih penuh.


"Sudah lah jangan banyak bicara, Makan lah lagi" jawab Naisa dan menghapus bekas makan yang ada di sudut bibir Aldi.


"Ini keinginan ku dari dulu" teriak Aldi dari dalam hati nya yang paling dalam dan dia memang sejak dulu ingin di perlakukan seperti itu oleh Naisa dan sekarang keinginan nya tercapai.


"Kenapa hanya diam? makan lah lagi" ucap Naisa karna melihat Aldi hanya diam dan tidak melanjutkan makan nya.


"Aku senang sekali dia memerhatikan ku seperti ini tuhan" guman Aldi yang sangat senang Naisa yang memperhatikan nya seperti ini.


"Aku akan melanjutkan makan ku" jawab Aldi dengan melebarkan senyuman nya kepada Naisa dan langsung melahap makanan nya kembali, Naisa tersenyum melihat itu dan setelah itu kembali memperhatikan Azlan dan juga Fany.


"Kau tidak ingin makan?" tanya Aldi kepada Naisa.


"Tidak, Makan lah kau" jawab Naisa dengan senyum yang melebar menatap Aldi. Aldi tidak melanjutkan ucapan nya dan kembali melahap makanan nya.


"Coba kau lihat itu" ucap Naisa kepada Aldi saat Azlan menyibak rambut Fany. Aldi menoleh ke arah Azlan dan juga Fany dan melihat Azlan yang sedang menyibak rambut Fany.


"Astaga" ucap Aldi dengan mulut penuh nya saat meliha Azlan dan Fany yang bermesraan.


"Fix pasti mereka memilki hubungan" ucap Naisa.


"Tapi Azlan bilang...." ucap Aldi yang terpotong oleh Naisa.


"Aku sudah tau, Pasti Azlan bilang dia sudah bertunangan bukan?" potong Naisa akan ucapan Aldi.


"Hem, Dimana kau tau?" tanya Aldi kepada Naisa.


"Kau sudah mengatakan nya tadi kepada ku" jawab Naisa sambil menguap karna mengantuk dan hari juga seperti nya sudah sangat larut.


"Sudah tau masih saja bertanya" jawab Naisa yang kembali menguap akibat mengantuk. Aldi tidak menjawab nya dan meletakkan bekas makan nya di bawah dan setelah itu kembali duduk seperti semula, Aldi langsung menempelkan kepala Naisa di bahu nya.


"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Naisa yang berusaha lepas dari Aldi.


"Diam dan tidurlah kau" jawab Aldi dan kembali menempelkan dengan erat kepada Naisa di bahu nya. Naisa mendonggakkan pandangan nya dan menatap ke arah Aldi.


"Tidurlah, Aku tidak akan macam macam dengan mu" ucap Aldi saat melihat Naisa menatap nya. Naisa tidak menjawab nya dan menyesuaikan posisi di bahu Aldi supaya dia nyaman dan setelah itu mulai memejamkan mata nya.


Aldi tidak mengganggu nya dan menoleh ke depan dan melihat orang yang bermain di hadapan nya sedangkan dia tidak karna dia tidak mau mengganggu Naisa tapi meskipun dia tidak ikut bermain bercanda gurau bersama teman teman nya hati nya tetap bahagia karna selalu bersama dengan Naisa sang pujaan hati. Naisa sudah tertidur lelap dengan bersender di bahu Aldi, Aldi mengangkat tangan nya dan melihat jam sudah jam sebelas malam.


"Pantas saja dia mengantuk" guman Aldi yang memaklumi Naisa yang tertidur di bahu nya itu. Aldi menatap lekat wanita yang sedang tertidur dengan kepala dan wajah menatap nya itu. Naisa merasa kedinginan dan menggerakkan tangan nya menjadi melipat menandakan jika dia kedinginan.


Aldi bisa melihat Naisa yang nampak kedinginan itu, Dia pun langsung memindahkan tangan nya yang di tindih oleh Naisa hingga terlepas, Setelah itu dia langsung memeluk tubuh wanita itu karna dia mengguanakan pakaian tebal dan menurutnya akan bisa mengurangi kedinginan Naisa. Naisa tidak terganggu akan Aldi yang memeluk nya dan dia juga tidak terbangun malahan dia sangat merasa nyaman hingga kedua tangan nya melingkar di pinggang Aldi. Aldi tersenyum melihat tangan Naisa yang melingkar di pinggang nya itu dan mengeratkan pelukan nya ke tubuh Naisa.


"Andai aku yang ada di posisi Naisa" guman Ressa yang iri kepada Naisa yang selalu di perhatikan oleh Aldi dan selalu berada di samping Aldi hingga bisa memeluk Aldi seperti itu.


"Kau mengantuk?" tanya Azlan saat melihat Fany menguap. Fany menoleh ke arah Azlan dengan mata yang sedikit berair akibat menguap.


"Hem" jawab Fany dan kembali menguap karna dia sangat mengantuk dan tidak pernah tidur larut malam seperti saat ini. Azlan menoleh ke belakang dan berniat ingin mencari Naisa karna dia tidak mau Fany sampai kekurangan tidur karna tidak berani di tenda.


"Naisa masih di sana bersama Aldi, Seperti nya dia juga mengantuk" ucap Azlan kepada Fany saat melihat Naisa yang sedang memeluk Aldi begitupun dengan Aldi yang juga memeluk Naisa. Fany menoleh ke belakang dan benar saja mereka saling berpelukan dan Naisa tidak bergerak.


"Kau ingin tidur di pelukan ku juga seperti Naisa yang tidur di pelukan Al?" tanya Azlan dengan menatap lekat Fany dengan senyum yang melebar. Fany menoleh ke arah Azlan yang tersenyum menatap nya itu.


"Tidak usah, Aku akan ke sana dan mengajak Naisa untuk tidur" jawab Fany dan ingin beranjak berdiri tapi dengan segera Azlan kembali menarik tangan nya yang berisi itu dan langsung mencium pucuk kepala Fany. Mata Fany membulat saat Azlan mencium pucuk kepala nya dan kembali berdiri sempurna di hadapan Azlan.


Azlan tersenyum melihat wajah memerah tunangan nya itu sedangkan Fany dia senang tapi dia tidak suka akan Azlan yang mencium nya di tempat umum seperti itu dan untung nya tidak ada yang melihat Azlan yang mencium nya. Fany tidak mengeluarkan kata kata dan langsung berlalu dari sana dan menuju ke dekat Naisa dan Aldi yang ada di belakang.


"Nai" panggil Fany kepada Naisa sedangkan Azlan sedari tadi menatap tunangan nya itu. Aldi menoleh ke arah Fany yang sedang berada di hadapan nya itu.


"Ada apa?" tanya Aldi datar dengan mata sedikit merah mungkin karna dia juga ikut tertidur bersama dengan Naisa dan memeluk Naisa.