I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 40



"Tumben sekali kau tidak memiliki ide, Biasa nya kau yang selalu mempunyai ide bahkan tanpa aku suruh, Apa kau mempunyai masalah?" tanya Aldi dengan menatap lekat Naisa karna memang biasa nya Naisa selalu memiliki ide untuk merangkai rangkaian bunga baru bahkan tanpa di perintah, Tapi hari ini dia mengatakan bahwa dia tidak memiliki ide makanya Aldi bingung akan wanita itu.


"Saya hanya tidak memiliki ide pak, Saya tidak mempunyai masalah" jawab Naisa, Dia seperti nya hari ini kurang bersemangat ntah karna merindukan orang tua nya atau karna hal lain. Aldi menatap lekat Naisa yang menundukkan kepala itu dengan tangan yang di mainkan nya.


"Aku tidak yakin jika dia tidak memiliki masalah" guman Aldi yang bisa melihat sedikit wajah Naisa yang nampak tak seperti biasa itu.


"Tapi mau bagaimana pun aku bertanya kepada nya pasti jawaban nya tidak, Jadi tidak usah aku paksa dia untuk bercerita" guman Aldi kembali karna memang Naisa selalu menyembunyikan masalah dari siapapun termasuk Asma dan kadang dia bercerita pun karna di pancing oleh Aldi tapi saat ini Aldi tidak mau memancing Naisa untuk bercerita karna dia tau suasana hati Naisa saat ini sedang tidak bagus.


"Kembali lah bekerja" ucap Aldi datar dan langsung berlalu meninggalkan Naisa. Naisa yang tadi nya menundukkan kepala pun langsung menengadah dan melihat kepergian Aldi.


"Huh" Naisa mendengus kasar dan kembali melanjutkan keperjaan nya.


Aldi masuk ke dalam ruangan nya tanpa memperdulikan siapa saja yang ia lewati saat perjalanan ke ruangan nya tadi, Aldi mendudukkan tubuh nya di atas kursi bos nya, Dia menyenderkan tubuh nya di kursi it dengan mata yang memejam. "Apa masalah yang dia miliki?" guman Aldi yang belum menyadari apa kesedihan yang dj rasakan oleh Naisa padahal tadi dia mendengarkan perkataan Naisa yang mengatakan bahwa dia merindu kan ayah nya.


"Ah aku tidak memiliki pekerjaan di sini, Biasa nya aku membantu Naisa tapi seperti nya suasana hati wanita itu sedang tidak baik" ucap Aldi dengan mengacak acak rambut nya karna memang dia tidak memiliki pekerjaan di toko itu dan keuangan pun di serahkan kepada Asma dan biasa nya hari hari saat dia di toko ia habis kan bersama dengan Naisa tapi saat ini Naisa tidak memungkin kan untuk di ajak bergurau atau pun berdebat.


"Kak, Naisa keluar sebentar" ucap Naisa kepada Asma dengan Sudah tidak memakai celemek dan membawa tas milik nya.


"Kau mau kemana?" tanya Asma kepada Naisa tanpa menatap Naisa karna dia masih melayani pembeli.


"Ingin pergi ke sesuatu tempat" jawab Naisa yang tidak mau mengatakan bahwa dia ingin mengunjungi makam kedua orang tua nya.


"Yasudah hati hati, Pulang lah sebelum jam enam" ucap Asma. Naisa mengiyakan nya dan langsung berlalu keluar dari toko itu, Seperti biasa Naisa lebih memilih untuk berjalan kaki dari pada menaiki kendaraan umum menuju ke pemakaman.


Wajah Naisa nampak sekali bersemangat karna dia ingin bertemu dengan kedua orang tua nya meskipun hanya batu nisan tapi dia tetap bersemangat. Naisa membawa dua jenis bunga ke pemakaman karna tadi dia sempat merangkai bunga untuk kedua orang tua nya tapi Asma tidak menyadari itu karna Asma sibuk melayani pembeli di toko tadi.


Sesampai di pemakaman, Naisa langsung masuk ke dalam pemakaman itu, Dia berjalan ke arah di mana letak kuburan kedua orang tua nya, Saat dia hampir sampai di pemakaman kedua orang tua nya Naisa melihat seorang lelaki yang sedang berjongkok di hadapan makam ayah nya dan lelaki itu nampak seperti sedang berdo'a.


"Siapa lelaki itu?" guman Naisa yang sama sekali tidak melihat wajah lelaki tadi dan dia juga tidak tau bentuk tubuh siapa itu. Naisa berjalan mendekat ke arah lelaki itu tapi saat dia ingin berjalan mendekat seorang wanita tidak sengaja menabrak nya dan dia pun terjatuh ke dekat salah satu kuburan yang tidak tau kuburan siapa.


"Sayang, Ayo kita pulang" ajak wanita tadi kepada lelaki yang sedang berada di dekat makam ayah Naisa. Naisa yang awal nya ingin berdiri dan menghampiri lelaki tadi pun mengurungkan niat nya saat lelaki tadi berdiri dan ingin berlalu bersama dengan wanita yang menabrak nya tadi.


Lelaki dan wanita tadi berlalu dan berjalan ingin melewati Naisa tapi dengan segera Naisa berpura berdoa di dekat makam denah dia terjatuh tadi. Lelaki dan wanita tadi tidak memperdulikan nya mereka pun melewati Naisa. Naisa menoleh ke arah kedua pasangan itu dengan tatapan bingung. "Siapa lelaki itu?" guman Naisa yang bingung akan siapa lelaki yang mengunjungi makam ayah nya itu.


Naisa berjalan ke arah makam kedua orang tua nya dan melihat jika ada bunga berwarna putih di sana, "Ini pasti bunga yang di berikan oleh lelaki tadi" guman Naisa yang yakin dan melihat bunga itu dan setelah itu kembali dia meletakkan bunga itu ke tempat nya.


Naisa duduk di antara kedua makam kedua orang tua nya itu, Dia meletakkan dua bunga yang ia bawakan tadi ke masing masing makam Setelah itu dia berdoa sebentar di antara kedua makam itu. "Siapa tadi yang datang menjenguk ayah?" tanya Naisa dengan menatap makam ayah nya itu.


"Nai sangat merindukan kalian berdua, Ibu dan ayah tidak mau mengunjungi Naisa?" tanya Naisa lagi dengan menatap kedua makam orang tua nya itu secara bergantian.


"Ayah pasti Sudah bahagia di sana karna ayah sudah menemukan ibu dan hidup bersama, Ibu juga pasti sangat bahagia karna sudah melepaskan rindu terhadap ayah, Tapi di kebahagiaan kalian, Kalian tidak mengajak Naisa dan membiarkan Naisa hidup sendiri di dunia ini" ucap Naisa panjang lebar sampai sampai air mata nya terjatuh sendiri.


"Nai sangat merindukan ayah dan ibu" ucap Naisa yang sudah terisak sungguh wanita itu sangat merindukan kedua orang tua nya meskipun dia tidak pernah melihat seperti apa wajah ibu nya tapi hati nya tetap rindu akan wanita yang sudah melahirkan nya itu.


"Naisa?" panggil seseorang Lelaki yang belum tau siapa itu, Naisa dengan segera menghapus air mata yang sempat jatuh di wajah nya itu dengan kepala yang menunduk setelah itu baru dia menatap dan menoleh ke arah suara yang memanggil nya tadi. Naisa terkejut melihat siapa yang memanggil nya dan sontak mata nya membulat melihat lelaki itu.


.


.


.


.


.


.


.


***Terima kasih yang sudah setia membaca cerita cerita author dan author saranin buat kalian yang selalu ngebaca tinggalkan jejak karna jejak kalian penting bagi author dan jangan lupa mampir ke cerita author yang lain ya


Love you reader setia author❤***