
"Seperti ada yang hilang" guman Aldi karna dia merasa ada barang bawaan nya yang kurang.
"Astaga koperku" ucap Aldi yang baru teringat dan kembali ke tempat bus tadi. Bus tadi ingin berjalan.
"Hey koperku" teriak Aldi dengan sangat kencang kepada sopir bus itu dan membuat semua orang yang mendengar teriakan nya menoleh ke arah nya. Sopir bus tadi mendengar teriakan Aldi dan menghentikan mobil.
Aldi langsung berjalan ke dekat bus tadi dan knek bus itupun langsung membuka bagian tempat koper dan Aldi pun langsung menagmbil koper nya dan dua tas tenda di dalam itu. "Sudah tau masih ada barang langsung pergi" ketus Aldi dengan menarik kasar barang barang nya itu. Knek tadi menatap lekat Aldi dan ingin sekali menjawab nya tapi sopir tadi menyuruh knek tadi untuk sabar menghadapi penumpang.
"Tolong, jangan hanya melihat" teriak Aldi karna sedikit kesusahan membawa Banyak nya barang barang itu. Naisa menoleh ke arah Aldi yang berteriak sedari tadi dan melihat Aldi sedang marah marah dengan orang.
"Lelaki itu" guman Naisa dan beranjak dari sana dan menghampiri Aldi.
"Kenapa kau marah marah?" tanya Naisa saat sudah sampai di dekat Aldi.
"Orang ini hampir saja membawa barang barang kita pergi" jawab Aldi dengan menunjuk ke arah bapak sopir tadi dan juga knek nya.
"Itu salah kau yang terlalu lama makanya mereka ingin pergi" jawab Naisa dan mengambil satu tas dari Aldi.
"Mau apa kau?" tanya Aldi saat melihat Naisa memegang salah satu tas.
"Jelas saja ingin membantu mu membawa nya" jawab Naisa dan langsung berlalu dengan membawa salah satu tas yang ia ambil dari Aldi. Aldi tidak menjawab nya dan langsung menyusul Naisa ke dekat yang lain yang sudah memasang tenda masing masing.
"Ini tenda untukku dan Fany?" tanya Naisa kepada Aldi dengan menatap lekat Aldi yang berada di belakang nya itu.
"Hem" jawab Aldi dengan senyum yang melebar menatap Aldi, Naisa tidak menjawab nya dan langsung berlalu dari sana menuju ke dekat Fany. Aldi juga ikut berlalu dari sana dan mendirikan tenda milik nya sendiri dengan di datangi beberapa perempuan yang menawarkan diri untuk membantu nya sedangkan Naisa dan Fany Mereka pokus mendirikan tenda mereka.
"Bagaimana ini Fan?" tanya Naisa yang sedikit kesusahan mendirikan tenda itu. Ryhan menoleh ke arah Naisa karna dia sudah selesai mendirikan tenda milik nya dan salah satu teman lelaki nya. Ryhan tersenyum dan berjalan ke arah Naisa dan Fany yang nampak kesusahan mendirikan tenda.
"Aku juga tidak mengerti Nai" jawab Fany akan pertanyaan Naisa.
"Memerlukan bantuan?" tanya Ryhan kepada Naisa. Naisa menoleh ke arah Ryhan begitupun dengan Fany yang juga menoleh ke arah Ryhan.
"Ti..." ucap Naisa yang terpotong oleh Fany.
"Iya kak, Kami sangat memerlukan bantuan" potong Fany yang tau jika Naisa akan menolak tawaran dari Ryhan.
"Sini aku akan membantu kalian" ucap Ryhan dan mengambil alih benda yang di pegang oleh Naisa dan mulai mendirikan tenda untuk Naisa dan juga Fany.
"Akhirnya" teriak Aldi saat tenda nya sudah berdiri kokoh, Alsi menempati tenda itu bersama teman nya semasa kuliah dan dia hanya memiliki satu teman lelaki yakni Azlan anak yang memilki popularitas di kampus sama seperti nya tapi Aldi lebih tinggi. Aldi mencari cari keberadaan Naisa sampai dia mendapatkan keberadaan wanita itu.
"Tidak boleh di biarkan ini" ucap Aldi dan langsung berlalu dari sana.
"Mau kemana kau Al?" tanya Azlan kepada Aldi saat melihat Aldi berlalu.
"Menyelamat kan cinta ku" jawab Aldi dan langsung berlalu dari sana dan menghampiri Naisa.
"Kenapa dia membantumu?" tanya Aldi tiba tiba kepada Naisa dan itu membuat Naisa keget.
"Astaga, Kau ini" ketus Naisa kepada Aldi.
"Kenapa? aku tampan?" tanya Aldi dengan menatap wanita itu dengan tatapan lekat nya.
"Bukan, Kau seperti hantu yang tiba tiba timbul" jawab Naisa dengan nada sedikit meninggi akan pertanyaan Aldi.
"Tiba tiba muncul di pikiran mu?" tanya Aldi dengan senyum yang melebar menatap Naisa. Ryhan bisa mendengar ucapan demi ucapan yang terlontar dari mulut Aldi dan dia pun menoleh ke arah Naisa dan Aldi. Aldi menoleh ke arah Ryhan yang juga menatap nya itu dan langsung berlalu dari sana menuju ke dekat Ryhan.
"Apa kau melihatku?" ketus Aldi dengan melototkan mata nya kepada Ryhan. Ryhan tidak menjawab nya dan langsung mengalihkan pandangan nya dari Aldi dan kembali melanjutkan kerja nya. Aldi tidak mau kalah dari Ryhan dan ikut mendirikan tenda milik Naisa sang pujaan hati.
"Akhirnya" ucap Naisa yang senang dengan senyum yang mengembang begitupun dengan Fany yang juga ikut tersenyum menatap tenda yang sudah berdiri kokoh yang di pasang oleh Aldi dan juga Ryhan.
"Terima kasih kak" ucap Naisa sopan saat Ryhan berada tepat di hadapan nya sedang kan Aldi dia berada di belakang Naisa.
"Sama sama" jawab Ryhan dengan melebarkan senyuman nya kepada Naisa, Naisa membalas senyuman itu dengan senyuman tulus nya kembali, Aldi tidak terima akan Naisa yang menebar senyum kepada Ryhan dan langsung menutup mulut wanita itu dengan tangan nya.
"Jangan tersenyum kepada siapapun" bisik Aldi di telinga Naisa dengan tangan yang masih berada di dekat mulut Naisa.
"Ememememe" ucap Naisa yang tidam bisa berbicara akibat Aldi yang membekap nya. Aldi melepaskan tangan nya untuk memberikan wanita nya itu berbicara.
"Enak sekali kau mengaturku" jawab Naisa saat bekapan mulut nya sudah di lepas oleh Aldi.
"Aku berhak mengaturku" ucap Aldi lagi kepada Naisa. Naisa menatap heran ke arah Aldi dengan dahi yang mengerut.
"Apa memang nya hak mu?" tanya Naisa dengan menatap Aldi.
"Kau ingin seluruh orang di sini tau hakku apa hem?" tanya Aldi dengan menatap lekat Naisa. Naisa menoleh ke sekitar nya san melihat Ryhan dan Fany menatap nya dan Aldi sedangkan di dekat sana banyak murid murid wanita yang kemungkinan akan mendengar ucapan Aldi.