
"Ini bukannya kau sudah duduk?" tanya Aldi dengan menatap lekat wanita yang ada di perut nya itu.
"Duduk seperti mu bukan duduk dengan kepala di perut mu" jawab Naisa dengan wajah kesal nya. Aldi tersenyum menatap wanita itu.
"Lepaskan" ucap Naisa lagi kepada Aldi, Aldi tidak menjawab nya dan melepaskan tangan nya dari kepala Naisa.
Naisa yang sudah terlepas dari Aldi pun kembali duduk seperti semula dan langsung melihat Fany tersenyum sendiri dengan menundukkan kepala nya. "Kenapa kau tersenyum sendiri?" tanya Naisa kepada Fany dengan menatap lekat Fany, Aldi juga ikut menatap Fany karna mendengar ucapan Naisa tadi.
"Aku tidak tersenyum" jawab Fany dan kembali memasang wajah datar nya menatap ke depan. Dahi Naisa mengerut saat melihat Fany yang tak jujur kepada nya itu. Aldi tidak memperdulikan nya dan memilih untuk diam dan menyaksikan acara yang berlangsung di hadapan nya.
"Kau mau marshmellow?" tanya Aldi kepada Naisa. Naisa tidak menjawab nya karna masih pokus menatap Fany yang tengah diam tapi pandangan nya menatap ke depan.
"Hey" ucap Aldi dan menggoyangkan tubuh Naisa. Naisa menoleh ke arah Aldi.
"Ada apa?" tanya Naisa datar kepada Aldi.
"Kau mau?" tanya Aldi kepada Naisa.
"Hem" jawab Naisa tanpa malihat apa yang di berika Aldi kepada nya. Aldi tidak melanjutkan nya lagi dan langsung membakar marshmellow itu untuk diri nya dan juga Naisa.
"Ini" ucap Aldi dan menyodorkan marshmellows yang masih hangat itu kepada Naisa. Naisa tidak menoleh ke arah Aldi dan mengambil marshmellow itu dari Aldi.
"Ah panas" ucap Naisa saat memegang marshmellow yang masih hangat itu.
"Makanya mata jangan kemana mana saat memgambil makanan" ketus Aldi dan menurunkan tangan nya yang memegang marshmellow dan menarik tangan Naisa.
"Merah kan tangan mu" ketus Aldi dan langsung menghembus tangan wanita itu supaya tidak terlalu hangat lagi. Naisa tidak menjawab dan memilih kembali menatap ke arah Fany yang kembali tersenyum.
"Masih panas?" tanya Aldi kepada Naisa, Naisa menoleh ke arah Aldi dan merasakan jika tangan nya tidak panas lagi. Naisa menggelengkan kepala nya menatap Aldi dan itu menandakan jika tangan nya tidak terasa panas lagi. Aldi melepaskan tangan Naisa pelan dan memgambil marshmellow yang sudah ia bakar tadi.
"Buka mulut mu" perintah Aldi kepada Naisa, Naisa kembali menoleh ke arah Aldi yang ingin menyuapi makanan ke dalam mulut nya.
"Aku bisa sendiri" jawab Naisa dan ingin mengambil makanan yang ada di tangan Aldi.
"Tidak, Kau terlalu ceroboh dan ini masih hangat biar aku yang menyuapi mu" ucap Aldi dan kembali menyodorkan marshmellow tadi kepada Naisa. Naisa tidak menjawab nya dan dia juga tidak bisa menolak, Naisa langsung membuka mulut nya dan Aldi langsung menyuapi makanan itu ke dalam mulut Naisa. Setelah dia menyuapi Naisa dia menyuapi diri nya sendiri dengan makanan yang sama.
"Al" panggil Naisa kepada Aldi. Aldi yang sedang menunduk karna menyiapkan makanan untuk di suapi nya kepada Naisa pun mendongakkan kepala nya.
"Ada apa?" tanya Aldi dengan menatap lekat wajah wanita yang ada di hadapan nya itu. Naisa menarik kerah hoodie Aldi hingga berdekatan dengan nya.
"Kau merasa aneh tidak dengan Fany malam ini?" bisik Naisa di telinga Aldi. Aldi yang awal nya tidak memperdulikan Fany pun menoleh ke arah Fany.
"Kenapa memang nya dia?" tanya Aldi yang tidak tau apa keanehan yang ada di diri Fany malam ini. Naisa menoleh ke arah Aldi.
"Kau tidak memerhatikan nya?" tanya Naisa dengan menatap lekat Aldi yang ada di samping nya, Aldi menggelengkan kepala nya karna dia memang tidak memperhatikan Fany sedari tadi.
"Aku kan menyuapi mu tadi makanya tidak memperhatikan nya" jawab Aldi akan pertanyaan Naisa.
"Coba kau lihat dia tadi senyum senyum sendiri dan saat aku bertanya dia bilang tidak ada apa apa" jelas Naisa kepada Aldi dengan menatap Fany yang tidak jauh duduk dari mereka.
"Aku di samping kalian" ucap Fany yang bisa mendengar jelas suara Naisa yang sedang berbicara dengan Aldi.
Fany sedari tadi tersenyum menatap depan dan membuat Aldi juga ikut menatap ke depan dan melihat siapa yang tersenyum dengan Fany. "Azlan?" ucap Aldi yang membuat Naisa menoleh ke arah nya.
"Ada apa dengan Azlan?" tanya Naisa dan menatap lekat wajah Aldi.
"Coba kau perhatikan ke arah mana Fany melihat" perintah Aldi kepada Naisa ,Naisa tidak menjawab dan melihat Fany menoleh ke arah Azlan yang tersenyum kepada Fany.
"Setelah itu?" tanya Naisa lagi.
"Kau lihat bukan jika Azlan tersenyum?" tanya Aldi dengan menatap lekat Naisa.
"Hem" jawab Naisa mengangguk mengiyakan nya.
"Kau lihat kan jika mereka saling tatap?" tanya Aldi lagi kepada Naisa, Naisa kembali menoleh ke arah Azlan dan juga Fany secara bergantian.
"Hem, Jadi?" tanya Naisa yang belum mengerti maksud dari Aldi.
"Apa jangan jangan mereka memiliki hubungan?" tanya Naisa karna dia baru mengerti akan ucapan dan perintah demi perintah yang di suruh Aldi kepada nya.
"Aku rasa tidak mungkin" jawab Aldi akan pertanyaan Naisa.
"Kenapa tidak mungkin?" tanya Naisa dengan menatap lekat wajah Aldi.
"Ya karna tadi Azlan bilang dia sudah memilki tunangan dan akan menikah beberapa bulan lagi" jawab Aldi akan pertanyaan Naisa. Naisa menatap lekat wajah Aldi dan setelah itu membuang pandang nya dan menatap Azlan dan Fany secara bergantian.
Naisa menatap lekat kedua manusia itu secara bergantian begitupun dengan Aldi yang mencoba mencerna apa yang terjadi itu. Mata Naisa membulat saat sudah mengerti akan ucapan Aldi dan tatapan antara Azlan dan juga Fany.
"Apa jangan jangan mereka?" teriak Aldi dan Naisa secara bersamaan dan membuat seluruh mata menoleh ke arah mereka berdua. Naisa sadar akan seluruh mata yang melihat nya dan langsung diam.
"Kecilkan suara mu" bisik Naisa dengan suara sangat pelan kepada Aldi dengan kepala yang menunduk akibat malu di perhatikan oleh banyak nya manusia.
"Ada apa dengan kalian?" tanya Fany kepada Naisa dan juga Aldi. Seluruh murid yang menatap Naisa dengan Aldi tadi langsung mengalihkan pandang mereka dan kembali menatap ke depan. Azlan meletakkan gitar yang ia pegang dan setelah itu berjalan ke arah Aldi.
"Apa yang terjadi Al?" tanya Azlan kepada Aldi dengan pandangan menatap Fany yang duduk di samping Naisa. Naisa yang mendengar suara Azlan pun mendongakkan kepala nya dan melihat Azlan menatap Fany dengan tersenyum.
Naisa kembali memasang wajah heran nya saat melihat Azlan dan Fany sama sama tersenyum menatap satu sama lain. "Tidak apa apa" jawab Aldi tanpa menatap Azlan. Naisa mencubi pinggang Aldi.
"Auu" rengek Aldi yang kesakitan akibat cubitan Naisa. Aldi menoleh ke arah Naisa dan mengangkat kedua bulu mata nya dan itu pertanda dia bertanya ada apa.
Naisa membalas kode itu dengan menatap ke samping. "Aku ke dapur Sebentar untuk mengambil makanan" ucap Naisa kepada Fany dengan senyum yang mengembang sedangkan Aldi dia masih diam dan belum bergerak dari sana.
Naisa mengambil kerah hoodie yang di kenakan Aldi dan menarik nya, Itu membuat Aldi mendonggakkan kepala nya menatap Naisa. Naisa melototkan mata nya menatap Aldi supaya Aldi bergerak Karna sedari tadi Aldi hanya diam dan tidam bergerak. "Aku tinggal sebentar" pamit Aldi dan beranjak berdiri, Fany dan Azlan menoleh ke arah Naisa dan Naisa pun melebarkan senyuman nya menatap mereka berdua.
"Ayo" ajak Naisa dan menarik kerah baju Aldi dan itu mambuat Aldi sedikit membungkuk tapi tetap mengikuti wanita itu. Aldi mengikuti Naisa dari belakang hingga mereka sampai di belakang tepat nya di dapur dimana masih ada beberpa orang di sana dan tidak hanya mereka berdua. Naisa mendudukkan tubuh nya di atas salah satu tempat di sana, Aldi juga ikut mendudukkan tubuh nya saat Naisa mendudukkan tubuh nya. Naisa memilih tempat yang masih bisa melihat Fany dan Azlan.
"Kau memikirkan apa yang aku pikirkan?" tanya Naisa dengan menatap lekat wajah Aldi.
"Memang nya kau berpikir tentang apa?" tanya Aldi lagi berpura pura tidak tau akan apa yang di pikirkan oleh Naisa.