I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 60



"Tapi aku memiliki poto ku dengan seorang lelaki sewaktu bayi" sambung nya lagi karna dia menemukan selembar poto yang terselip di antara poto poto kedua orang tua nya di dalam album.


"Mana poto itu?" tanya Aldi kepada Naisa yang sedang melahap makanan milik nya.


"Di rumah lah, Mana mungkin aku membawa nya kemari" jawab Naisa tanpa menatap Aldi.


"Oh" jawab Aldi sambil mengangguk mengerti dan dia pun kembali melahap makanan nya. Setelah selesai makan mereka pun membayar makanan mereka masing masing dan setelah itu kembali ke kelas.


Setelah belajar seperti baisa akhir nya bel pulang sekolah pun berbunyi dan semua murid pun berhamburan keluar dari kelas dan menuju ke bawah. Seperti biasa Naisa yang paling lambat keluar dari kelas dan Aldi setia menunggu nya di parkiran. Saat Naisa turun dia melihat Renald dan Maya berjalan bergandengan tangan.


"Ayo sayang" ajak Maya, Mereka sudah menjadi kekasih dan tadi Renald menembak Maya meskipun dia belum mencintai Maya tapi dia yakin jika dia akan bisa mencintai Maya dan melupakan Naisa.


Renald mengiyakan ucapan Maya dan membuka pintu untuk Maya dan setelah itu baru dia membuka pontu untuk nya sendiri dan masuk ke dalam mobil, Renald pun langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan lambat keluar dari pekarangan sekolah itu.


"Hey, Ayo" ucap Aldi yang mengejutkan Naisa yang sedang melamun dan melihat kepergian mobil Renald. Naisa langsung tersadar dan menoleh ke arah Aldi dan menganggukkan kepala nya karna memang dia sudah tidak pernah menolak ajak Aldi lagi beberapa bulan ini. Renald yang sedari tadi memperhatikan Naisa lewat kaca spion nya pun tersenyum dan setelah itu dia langsung melajukan mobil nya menuju ke jalan dan terlebih dahulu mengantar Maya pulang ke rumah.


Seperti nya Renald memang sudah merelakan Naisa bersama dengan Aldi meskipun hati nya sakit saat melihat kebersamaan mereka berdua. Naisa dan Aldi masuk ke dalam mobil dan itu membuat semua perempuan yang menyukai Aldi yang melihat itu tidak suka tapi mereka tidak tau ingin berbuat apa dan mereka juga tidak berani karna ancaman dari Aldi dulu.


"Huh" Naisa mendengus kasar dan menyenderkan tubuh nya di kursi mobil Aldi. Aldi bisa mendengar dengusan Naisa itu dan dia pun menoleh ke arah Naisa.


"Kau kenapa?" tanya Aldi yang bisa melihat jika Naisa sedang memikirkan sesuatu. Naisa menoleh ke arah Aldi.


"Tidak" jawab Naisa dan kembali membuang pandangan nya ke luar mobil.


"Apa yang dia pikirkan?" guman Aldi yang yakin jika Naisa itu berbohong kepada nya tapi dia tidak ingin bertanya terlebih dahulu karna dia yakin Naisa akan tetap mengelak dan dia pun lebih memilih untuk diam dan pokus ke kemudi.


Beberapa menit menempuh jalanan akhir nya Aldi sampai di rumah Naisa, Naisa langsung turun tanpa berterima kasih dan Aldi bisa mengerti akan Naisa yang nampak memiliki masalah dan dia pun memilih untuk kembali melajukan mobil nya menuju ke rumah nya.


Naisa mengganti pakaian nya menggunakan celana dan baju kaos lengan pendek dan sepatu kets berwarna putih, Setelah itu dia pun langsung keluar dari rumah nya dan tidak lupa mengunci pintu rumah nya itu dan setelah itu langsung berjalan menuju ke toko tempat nya bekerja.


Aldi baru sampai di rumah dan dia pun langsung mengganti pakaian nya dengan cepat dan setelah itu kembali ke bawah dan keluar rumah dan masuk ke dalam mobil nya dan setelah itu dia langsung melajukan mobil nya ke toko dengan kecepatan sedang.


Naisa sudah sampai di toko dan banyak pekerja yang menyapa nya tapi dia hanya membalas nya dengan senyuman yang nampak di paksakan dan membuat pekerja yang melihat itu bingung karna biasa nya Naisa itu orang paling bersemangat dan menjawab sapaan orang lain tapi saat ini dia hanya membalas dengan senyum itu pun senyuman malas.


Naisa langsung berlalu ke loker dan mengenakan celemek dan langsung menuju ke kebun bunga belakang, Naisa melakukan aktivitas seperti biasa yakni membersihkan tubnga dan menyiram bunga karna para perangkai bunga sudah ada dan dia tidak perlu lagi melakukan itu. Naisa nampak sangat tidak bersemangat hari ini karna memikirkan persahabatan nya dengan Renald yang sudah tidak berjalan baik.


Aldi baru saja sampai di toko, Dia memarkirkan mobil nya di parkiran husus untuk bos dan setelah itu dia langsung masuk ke dalam toko, Di dalam toko dia tidak melihat Naisa sama sekali. "Di mana Naisa kak?" tanya Aldi kepada Asma.


"Dia di belakang" jawab Asma tanpa menoleh ke arah Aldi dan dia nampak sedang mengerjakan sesuatu. Aldi tidak menjawab nya lagi dan dia pun langsung menuju ke belakang dan nampak Naisa yang sedang termenung sedang menyiram bunga dan air itu tumpah saking banyak nya Naisa menuang kan nya.


"Hey, Pokus lah jika bekerja" ucap Aldi yang mengangkat corong penyiram bunga itu agar air tidak keluar lagi, Naisa langsung tersadar akan lamunan nya dan melihat air sudah membasahi kaki dan sepatu nya.


"Astaga basah" ucap Naisa dengan suara pelan saat melihat kaki dan sepatu nya yang basah.


"Ganti sepatu mu itu" ucap Aldi, Naisa yang awal nya menunduk langsung mendongakkan kepala nya menoleh ke Aldi.


"Aku tidak membawa sepatu dua" jawab Naisa akan ucapan Aldi yang bodoh itu.


"Di dalam ruangan ku ada sendal jepit, Pakai lah itu" ucap Aldi datar. Naisa mengiyakan nya dan langsung berlalu tapi dia kembali menghentikan langkah kaki nya dan menoleh ke arah Aldi.


"Ada apa lagi?" tanya Aldi kepada Naisa yang membalikkan tubuh.


"Ini" ucap Naisa sambil memberikan penyiram bunga yang ia pegang tadi kepada Aldi, Aldi menerima nya dan setelah itu Naisa pun langsung berlalu dari belakang dan masuk ke dalam ruangan Aldi sendiri dan semua pekerja tidak memperdulikan itu karna mereka juga tidak mau mencampuri urusan Naisa atau pun Aldi.


"Di mana sendal nya?" guman Naisa saat sudah masuk ke dalam rungan itu dan mencari cari keberadaan sendal yang di katakan oleh Aldi tadi, Naisa mencari ke dekat meja Aldi tapi dia tetap saja tidak menemukan nya.


"Tidak ada sendal di sini" ucap Naisa yang belum melepaskan sepatu nya.


"Astaga aku lupa melepaskan sepatu ku, Pantas saja sangat dingin" ucap Naisa degan menoleh ke arah sepatu nya.