I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 73



"Di mana ya dia? tidak biasa nya dia terlambat" guman Aldi yang heran akan Naisa yang belum datang.


"Apa aku hubungi dia saja?" guman Aldi kembali karna dia ingin segera menemui wanita itu.


"Ah tidak, Mungkin dia masih ada urusan di rumah atau dia masih di perjalanan ke sini" guman nya kembali dan meletakkan kembali ponsel nya yang sempat ia ambil tadi.


"Tapi tidak ada salah nya jika aku menghubungi nya bukan" guman Aldi kembali dan kembali mengambil ponsel nya dan langsung mencari kontak Naisa. setelah menemukan kontak Naisa, Aldi langsung menghubungi nya.


Naisa yang mendengar ponsel nya berbunyi pun langsung berusaha mengambil nya, Tapi Asanti juga mendengar nya dan dengan segera Asanti mengambil alih ponsel Naisa.


"Aldi" nama yang tertera di layar ponsel itu, Asanti langsung mengangkat nya dan mendekatkan ponsel itu ke telinga nya.


"Halo Nai, Kau di mana? Kenapa lambat datang ke toko, Tidak biasa nya kau lambat apa kau libur hari ini?" tanya Aldi berturut turut, Asanti tidak menjawab nya dan langsung mematikan telpon itu.


"Loh kenapa di matikan?" ucap Aldi saat melihat Naisa mematikan telpon nya.


Asanti melempar ponsel Naisa itu ke lantai dan setelah itu menginjak nya. "Jangan harap ada siapapun yang menolong mu" ucap Asanti saat melihat Naisa menatap nya.


"Tinggal kan dia sendiri" ucap Asanti dan langsung keluar bersama dengan anak buah nya. Naisa memberontak ingin lepas dari sana tapi hasil nya sama sekali tidak ada dan malahan tangan nya memerah dan perih.


"Al tolong aku" guman Naisa dan menutup mata nya karna dia takut di sana di tambah lagi di dalam itu sangat gelap.


Aldi merasa aneh akan Naisa dan dia pun langsung berdiri dan keluar dari ruangan nya itu. "Apa Naisa sudah sampai?'' tanya Aldi kepada Asma.


"Belum" jawab Asma dengan menoleh ke arah Aldi. Aldi tidak menjawab nya dan langsung menuju ke luar dan masuk ke dalam mobil nya dan langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju ke rumah Naisa.


Sesampai dia di rumah Naisa dia langsung turun dari mobil nya itu dan melihat Pintu rumah itu terkunci dan seperti tidak berpenghuni. Aldi langsung berjalan ke dekat pintu itu.


Tok..tok..tok


Ketuk Aldi tapi tidak ada jawaban dari dalam, Aldi tidak menyerah Dan kembali mengetuk pintu rumah itu tapi hasil nya sama Naisa tetap tidak menjawab nya, Aldi mulai hawatir akan Naisa yang tidak menjawab dan terus mencoba menghubungi Naisa tapi Nomor nya tetap tidak aktif.


"Ah, Diamana dia" ucap Aldi dan menurunkan ponsel nya Dari telinga nya. Aldi nampak masih sangat hawatir dan dia pun kembali masuk ke dalam mobil dan mencari Naisa di sekitar sana tapi hasil nya sama, Dia sama sekali tidak menemukan Naisa atau pun jejak Naisa.


"Dimana dia?" ucap Aldi yang merasa sangat hawatir akan Naisa. Aldi dengan segera menelpon Asma.


"Ada apa lagi Al?" tanya Asma kepada Aldi.


"Naisa sudah datang?" tanya Aldi.


"Belum" jawab Asma.


"Kemana dia, Dia tidak ada di rumah" ucap Aldi.


"Jika aku tau, Aku tidak akan bertanya dengan mu" jawab Aldi dan langsung mematikan telpon itu dan beralih menelpon para bodyguard nya dan para pekerja di rumah nya. Aldi menyuruh semua pekerja di rumah nya itu untuk mencari keberadaan Naisa.


"Semoga dia baik baik saja" guman Aldi dan kembali melajukan mobil nya untuk mencari Naisa kembali. Aldi sudah berkeliling jakarta untuk mencari Naisa tapi tetap dia tidak menemukan Naisa, Para pekerja yang dia suruh untuk mencari Naisa juga belum menemukan Naisa, Aldi menghentikan mobil nya di tempat yang sangat terpencil karna dia kelelahan mengemudi akibat mencari Naisa, Renald dan teman nya yang lain juga ia suruh untuk membantu nya mencari Naisa tapi di antara mereka belum ada yang menemukan Naisa.


"Huh, Kau di mana?" guman Aldi dengan meletakkan kepala bagian dahi di setir mobil yang ia kemudi tadi. Lelaki itu nampak sangat kelelahan karna mencari Naisa, Mulai dari makam, Tempat tempat yang sering Naisa kunjungi, Tapi dia sama sekali tidak menemukan Naisa di sana.


"Aku tidak boleh menyerah, Aku harus menemukan nya" ucap Aldi dan kembali mengangkat kepala nya dan semangat nya untuk mencari Naisa pun kembali, Dia kembali menghidupkan mesin mobil nya tapi saat dia ingin melajukan mobil nya dia melihat seorang wanita yang tidak asing di mata nya bersama dengan banyak nya perempuan mengikuti nya.


Dritt


Ponsel Aldi berbunyi menandakan jika ada yang menghubungi nya, Dia pun dengan segera mengangkat telpon itu ntah dari siapa karna mata nya masih pokus menatap manusia yang berada sangat jauh dari nya itu.


"Ada apa?" tanya Aldi saat sudah mengangkat telpon itu.


"Apa Naisa sudah di temukan nak?" tanya Andini kepada Aldi, Yang menelpon itu adalah Andini orang tua Aldi yang juga mengetahui tentang hilang nya Naisa.


"Belum ma, Ini Al masih mencari Naisa" jawab Aldi.


"Kau jika kelelahan pulang saja, Biar orang suruhan mama yang mencari nya" ucap Andini.


"Tidak, Aku tidak akan berhenti mencari nya" jawab aldi akan ucapan Andini.


"Tapi nak ini sudah malam" ucap Andini lagi. Aldi sangat malas jika di suruh berhenti mencari Naisa dan dia pun memilih untuk mematikan telpon itu tanpa berpamitan kepada orang tua nya itu.


"Astaga, Seperti nya dia sudah sangat mencintai Naisa" guman Andini yang mengerti akan Aldi dan tidak ingin protes.


Aldi kembali menatap lekat orang orang yang berada jauh di hadapan nya itu dengan tatapan lekat, Aldi memilih keluar dari dalam mobil karna dia kurang nampak jika melihat dari dalam mobil, Aldi berjalan mengendap endap ke balik balik semak yang ada di sana dan dia melihat sebuah rumah ada di sana dan rumah itu tidak terlalu buruk tapi rumah itu kotor.


"Siram" perintah Asanti kepada anak buah nya, Anak buah nya itu mengiyakan nya dan langsung menyiram minyak solar yang memang sudah di siap kan ke rumah itu. Aldi menatap lekat wanita itu dan ternyata dia mengetahui wanita itu.


"Asanti?" ucap Aldi yang kaget dan langsung berpikir jika Asanti lah yang menculik Naisa.


"Apa dia yang...." ucap Aldi terpotong karna dia yakin jika Asanti lah yang menculik Naisa saat ini.


"Awas saja jika benar dia yang menculik Naisa" guman Aldi dan mencari cari celah untuk menerobos ke sana dan menemukan nya. Aldi kembali mengendap endap menuju ke rumah itu.


Para anak buah Asanti sudah selesai menyiram minyak ke seluruh rumah itu, Asanti pun berjalan ke sana dan menghidupkan korek api dan langsung melemparkan nya ke rumah itu, Api membesar dengan sangat cepat karna minyak tadi.


"Mati lah kau Naisa" teriak Asanti, Aldi bisa mendengar suara Asanti itu dengan sangat jelas mendengar itu, Mata nya membulat saat mendengar itu, rahang nya mengeras dan tangan nya menggepal sampai sampai urat tangan nya itu sangat jelas terlihat.