
"Oiya saya lupa tadi saya masak untuk kakak, ayo kita makan" ajak Naisa kepada Asma dan Aldi tapi Aldi tidak mengubris nya.
"Bapak mau ikut makan?" tanya Naisa kepada Aldi.
"Jika tidak merepot kan" jawab Aldi.
"Sama sekali tidak merepot kan pak mari" ajak Naisa sopan kepada Aldi sambil melebarkan senyuman nya. Aldi membalas senyuman wanita itu dan ikut ke dapur dan di dapur terlihat lumayan banyak makanan yang sangat sederhana karna hanya itu yang mampu di beli oleh Naisa.
Aldi,,Asma dan Naisa mendudukkan tubuh mereka di kursi yang sudah ada di sana. "Makanan nya hanya ada ini pak, kak" ucap Naisa sopan karna tidak enak mengajak mereka makan makanan murah itu.
"Tidak apa nai kami menyukai nya" jawab Asma sambil melebarkan senyuman nya. Naisa membalas senyuman dari Asma.
"Mari makan" ucap Naisa kepada Aldi dan juga Asma. mereka pun mengambil makanan masing dan melahap nya.
"Enak sekali" guman Aldi saat mencicipi makanan yang di buat oleh Naisa itu.
"Kau yang memasak nya nai?" tanya Asma kepada Naisa.
"Iya kak, apa tidak enak?" tanya Naisa kepada Asma.
"Ini sangat enak nai iya kan pak?" tanya Asma kepada Aldi. Aldi hanya mengagguk kan kepaka nya santai dan kembali menyantap makanan yang enak itu meskipun sebenar nya dia sendiri tidak pernah makan makanan itu tapi rasanya sungguh enak dan nikmat.
Setelah selesai makan Aldi dan Asma di suruh Naisa untuk menunggu di ruang tamu sedang kan Naisa dia membereskan bekas makan mereka. Asma ingin menolong nya tapi Naisa melarang begitupun dengan Aldi karna mereka merasa menyusah kan Naisa di tambah lagi Naisa sedang tidak sehat tapi Naisa bersi keras menyuruh mereka untuk menunggu di ruang tamu dan dia yang membersihkan bekas makan tadi.
Setelah selesai membersihkan bekas makan tadi Naisa kembali ke ruang tamu untuk menemui Asma dan juga Aldi. Naisa mendudukkan tubuh nya di salah satu kursi di sana.
"Kamu tinggal sendiri?" tanya Asma.
"Iya kak" jawab Naisa sambil melebar kan senyuman nya.
"Apa kau sudah baikan?" tanya Aldi kepada Naisa.
"Saya sudah tidak apa apa pak" jawab Naisa sambil melebarkan senyuman nya.
"Yasudah kalau begitu saya permisi dulu ini sudah malam dan tidak baik saya bertamu di rumah perempuan semalam ini" jelas Aldi sambil berdiri. Naisa mengangguk mengiyakan nya dan ikut berdiri ingin mengantar Aldi ke depan.
"Saya hanya ingin mengantar bapak ke depan" jawab Naisa menundukkan kepala nya.
"Tidak usah kau itu masih sakit dan tidak bagus terkena angin malam" jawab Aldi dan langsung berlalu dari sana dan masuk ke dalam mobilnya.
Naisa hanya melihat kepergian mobil Aldi dan setelah merasa mobil Aldi sudah jauh Naisa mengunci pintu rumah itu. "Ini kamar untuk kakak" ucap Naisa sambil membuka pintu kamar almarhum ayah nya yang sudah ia rapikan itu.
"Kau yang merapi kan nya?" tanya Asma saat melihat kamar itu sudah rapi dan tidak seperti kamar lama. Naisa mengangguk mengiyakan nya dengan melebarkan senyuman nya.
"Seharus nya tidak usah nai, biar kakak saja yang merapi kan nya kan kau masih sakit" ucap asma karna tidak enak akan Naisa.
"Tidak apa apa kak karna kakak tamu istimewa buat nai" jawab Naisa dengan senyum yang mengembang bahagia karna dia sudah menganggap Asma seperti kakak sendiri meskipun dia baru mengenal Asma.
"Kau kenapa sebaik ini?" tanya Asma terharu akan ucapan Naisa.
"Tidak baik tapi berusaha menjadi baik" jawab Naisa sambil melebarkan senyuman nya. Asma menanggapi senyum Naisa itu dengan senyuman juga.
"Yasudah kau istirahat lah kau ini masih sakit" ucap Asma sambil mengusap lembut kepala Naisa.
"Kakak juga harus istirahat" ucap Naisa. Asma mengangguk mengiyakan nya dengan senyum yang mengembang dan Naisa pun langsung masuk ke dalam kamar nya yang terletak di samping kamar Asma itu.
Naisa menutup pintu kamar nya itu dan langsung merebah kan tubuh nya di atas ranjang di dalam kamar nya itu. Asma yang melihat Naisa sudah masuk ke dalam kamar pun ikut masuk ke dalam kamar yang sudah di siap kan oleh Naisa untuk nya dan juga merebah kan tubuh nya.
Di rumah Aldi
Aldi baru saja sampai dan dia langsung memarkir kan mobil nya di dalam bagasi husus mobil nya dan setelah itu langsung masuk ke dalam rumah. Saat dia masuk ke dalam rumah dia melihat kedua orang tua nya yang belum tertidur di ruang tamu.
"Kenapa baru pulang nak?" tanya Andini kepada Aldi. Aldi tidak menjawab nya dan ingin berlalu masuk ke dalam kamar nya yang terletak di lantai dua itu tapi suara Erdin menghentikan langkah kakinya.
"Aldi jika orang tua bertanya itu di jawab" ucap Erdin.
"Aldi dari antar kak Asma ke rumah Naisa" jawab Aldi tanpa menatap kedua orang tuanya dan langsung berlalu masuk ke dalam kamar nya.